GATRANEWS

Switch to desktop

PPP: Nomor Urut Caleg Bukan Jaminan

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Reni Marlinawati Amin, menegaskan bahwa nomor urut bakal calon legislatif (bacaleg) bukanlah jaminan calon gampang melenggang ke Senayan.

"Sistem proporsional terbuka, ini sangat memberikan kesemptan yang sama kepada seluruh caleg. Antara caleg nomor satu dan sembilan, antara caleg nomor satu dengan 13 di bawahnya, punya kesempatan dan peluang yang sama," katanya, dalam diskusi bertajuk "Dilema caleg Ganda di Balik Parpol Menetapkan Daftar Calon Legislatif Tetap (DCT)", di Media Center KPU, Jakarta, Rabu (1/5).

Atas dasar itu, imbuh dia, penetapan bacaleg yang sudah masuk dalam Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS), tidak menjadi hal yang sangat berpengaruh. Sebaliknya, penetapan tersebut harus menjadi penyemangat bacaleg.

"Seharusnya seperti itu, karena partai-partai, saya yakin meraka akan patuh dan tunduk pada aturan, bahwa perubahan DCS ke DCT itu akan terjadi sesuai ketentuan," ujarnya.

Sedangkan ketentuan kemungkinan pergantian bacaleg yang dilakukan partai politik, karena misalnya bacaleg mengundurkan diri, meninggal dunia, dan terkendala kelengkapan dokumen, serta beredarnya bacaleg ganda, hal itu harus segera disikapi.

"Jujur saja, ketentuan yang longgar disampaikan KPU ini, bahwa partai bisa merubah, mengganti calon di masa perbaikan, agak kaget juga. Karena pemahaman yang awal bagi kami, dalam masa verifikasi itu, dari DCS ke DCT tidak mengganti, kecuali yang kosong itu, kalau ada yang mengundurkan diri, meninggal dunia, dan terkendala dokumen, kemudian tidak mengganti nomor urut," urainya.

Menurutnya, kesempatan yang diberikan KPU kepada Parpol untuk mengganti dan merubah bacalegnya di DCT sebelum menjadi DCT, harusnya memberikan nilai positif bagi Parpol untuk mengkoreksi bacalegnya.

"Mudah-mudahan ini memberikan proses yang baik, di mana Parpol punya peluang yang lebih besar untuk melakuan verifikasi terhadap calon-calonnya, kalau kemarin diburu-buru waktu untuk menghimpun data-data," nilainya.

Dengan masa pergantian tersebut, Parpol bisa mengkoreksi bacalegnya, yakni menempatkan kader-kader terbaiknya. Hal itu bisa dilakukan, karena jika pada penetapan DCS kemarin terkesan terburu-buru, sehingga ada bacaleg yang dipaksakan, maka dengan kesempatan ini dapat meperbaikinya.

"Namun demikian, Parpol juga harus benar-benar memanfaatkan ini dengan baik, jangan sampai ada ajang transaksional," tegasnya. (IS)

 

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version