GATRANEWS

Switch to desktop

Sebaran Uang Menjelang Pemilukada Bali Makin Deras

Denpasar, GATRA news - Pelaksanaan Pemilukada (pemilihan umum kepala daerah), hampir selalu diikuti dengan derasnya uang yang mengalir. Tetapi, bukan berarti momentum Pemilukada bakal signifikan mempengaruhi keluarnya uang dari Bank Indonesia (BI).

Hajatan politik seperti Pemilukada adalah salah satu bagian saja dari berbagai momentum di daerah lainnya yang bisa mempengaruhi keluarnya uang dari BI. Hal ini disampaikan oleh Humas BI Wilayah III Bali, Nusa Tenggara, Gentur Wibisono saat ditemui GATRAnews di kantornya, Denpasar, Senin (29/4).

 

Sebagai gambaran saja, kata Gentur, uang yang keluar dari BI sejak Maret 2013 senilai Rp 1,594 triliun. “Jika nilai ini dibandingkan dengan 2012 dengan periode yang sama, jawabannya, ya naik.sekitar 4,14%,” kata Gentur. Ia menambahkan, melihat perbandingan dari uang yang tersebar sejak Februari 2013 lalu, BI mencatat ada kenaikan sekitar Rp 1,025 triliun hingga saat ini.

 

“Fenomena ini memang sangat menarik, tetapi bukan berarti putaran uang itu semua diperuntukkan kegiatan Pemilukada, katanya. Karena tidak mungkin juga uang yang keluar semua untuk pemilukada. Tetapi ada juga peruntukannya adalah untuk gaji pegawai di daerah. “ ujar Gentur di Denpasar, Senin (29/4).

 

 

 

 

 

Kenaikan itu terjadi karena kebutuhan penyelenggaraan Pemilukada. "Termasuk di angka yang saya sebutkan tadi. Dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Bali yang menarik uang dari kami. Itu semua kan ada di DIPA masing-masing daerah termasuk provinsi Bali,” katanya.

 

Boleh jadi, penarikan uang itu juga untuk program-program pembangunan pemerintah Bali untuk segera dicairkan menjelang Pemilukada Bali yang akan diselenggarakan 15 Mei 2013. Tetapi, paling tidak, kata Gentur, dari komposisi sebaran uang, memang bisa menjadi acuan masyarakat untuk melihat sebaran uang dalam hajatan politik di Bali ini. (ANS)

 

 

 

 

 

 

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version