GATRANEWS

Switch to desktop

Jelang Pilgub Bali, Bisnis Branding Kandidat Untung Besar

Denpasar, GATRAnews - Momentum politik Pemilukada atau Pilgub di Bali terdapat sisi lain dari kegiatan bisnis. Sebut saja bisnis advertising dan branding untuk memejeng gambar kandidat, lumayan untung jika diamati lebih dalam. Baliho, spanduk bahkan branding mobil bisa mengais rupiah lebuh banyak pada hajatan politik Pilgub di Bali ini.

“Semua pelaku usaha printing atau branding di Bali saya kira sudah mulai rata menikmati hasinya dalam beberapa bulan ini,” kata Komang Putra Yasa seorang accounting perusahaan printing di Denpasar saat dietmui GATRAnews pada Selasa (1/5).  

 

Maklumlah, menjelang situasi H-14 pelaksanaan Pilgub Bali, 15 Mei nanti, bisnis pencitraan menjadi hal yang sangat mengundang laba. Di luar dugaan, ternyata bisnis printing ataupun branding calon kandidat dalam advertising ternyata bisa berimbas. Saling menjaga calon kandidat, itu sudah pasti. Karena memang cukup menjanjikan keuntungannya dan membutuhkan kehati-hatian saat meraup untung walaupun professional.

 

“Saya mengamati rata-rata bisnis usaha ini, bisa mendapatkan peningkatan keuntungan 30% setiap bulannya dibanding bulan biasanya. Ini terjadi sejak bulan Februari sejak pengenalan calon kandidat, ” ujar Komang lagi. Bayangkan saja,  jika rata-rata harga baliho di Denpasar yang bersaing dengan harga berkisar Rp 50.000 per meternya, dalam even politik, tiba-tiba bisa jatuh dengan harga yang miring yang disebut dengan harga "paket pilgub". Harganya tentu saja, di bawah dari biasanya atau boleh dibilang di bawah Rp 25.000 untuk per meternya.

 

Tak hanya itu, bisnis branding untuk kendaraan mobil pun menyimpan keuntungan tersendiri. Dengan menempel stiker berukuran besar hingga menutupi mobil, sang kandidat seakan dibawa kemana-mana dan dipertontonkan kepada khalayak publik. Hingga merk mobil yang aslinya pun tertutup dengan wajah calon kandidat. Nah, untuk fasilitas ini biasanya perusahaan printing dan advertising mematok harga Rp 2 juta per 1 unit mobil. Tetapi, bisa jadi dengan paket harga pilgub harga pun bisa dinego hingga di bawah itu. “Untuk tim pasangan nomor urut 2, saat ini sudah membranding mobilnya kepada perusahaan kami sebanyak 30 mobil dengan desain yang sama. Tentu kami sangat untung dengan ini” imbuh Komang.

 

Saat ini, pemesan terbanyak dari pasangan nomor urut 2. Berbeda dengan pasangan nomor urut 1, katanya. Perbedaan yang terjadi dari proses pemesanan produk branding dan baliho ataupun cetakan, kata Komang. Kalau pasangan nomor urut 2 yang memesan adalah manajemen tim pemenangan atau tim suskesnya langsung. Tetapi, berbeda dengan pasangan nomor urut 1, yang selalu berbeda-beda orangnya dan jumahnya sedikit karena yang memesan kebanyakan warga langsung bukan dari manajemen tim suksesnya.

 

Sedangkan untuk produk cetakan, yang laku keras adalah kartu nama, kata Komang. Kartu nama ini mulai banyak dipesan setelah nomor urut ditetapkan. “Lagi-lagi, untuk pemesan kartu nama, saat ini masih dilakukan oleh pasangan calon nomor urut 2. Untuk nomor 1 belum memesan sama sekali,” katanya. Tetapi, kata Komang, biasanya, pemesanan jenis produk branding ini mulai menyusut pada dekat-dekat hari sebelum pemilihan berlangsung. “Sekarang sudah menyusut. H-14 ini tak banyak yang memesan produk branding dari kami,” jelas Komang lagi. (ANS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version