GATRANEWS

Switch to desktop

IDM: Muhajir-Sahrin Paling Dipilih Warga Malut

Jakarta, GATRAnews - Pasangan Muhajir Albar-Sahrin Hamid (MS) akan memenangkan pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut), jika pemilihan umum digelar hari ini, karena keduanya paling dipilih warga, ketimbang 5 pasangan lainnya.

Keterangan tersebut disampaikan Direktur Indonesia Development Monitoring (IDM), Fahmi Hafel, di Jakarta, Minggu (12/5), saat merilis hasil jajak pendapat Pemilukada Malut, yang dilakukan pada 5-30 April lalu.

Fahmi menerangkan, pasangan MS berada di posisi teratas dengan perolehan 28,85 persen suara, disusul pasangan KH Abdul Ghani Kasuba-Muhammad Nasir Thaib (AGK-Mantap) sebesar 26,50 persen, Syamsir Andili-Benny Laos (SA-Bel) sebesar 19,60 persen, Ahmad Hidayat Mus-Hasan Doa (AHM-Doa) sebesar 14,35 persen, dan Hein Namotemo-Malik Ibrahim (Hein-Malik) sebesar 0,70 persen.

"Sedangkan 6,95 persen responden menjawab tidak tahu siapa pasangan yang akan dipilihnya pada Pilkada Malut yang akan digelar Juli 2013," ujar Fahmi.

Sedangkan untuk popularitas figur calon gubernur, Ahmad Hidayat Mus lebih dikenal responden sebesar 87,56 persen, KH Abdul Ghani Kasuba (85,60 persen), Muhajir Albar (84,65 persen), Syamsir Andili (82,30 persen), Namto Hui Roba (72,65 persen), dan Hein Namotemo (63,70 persen).

"Sebanyak 1,40 persen responden, menjawab tidak kenal nama-nama calon di atas," papar Fahmi.

Dengan hasil tersebut, imbuh Fahmi, IDM menyimpulkan, jika pemilihan gubernur dan Wakil gubernur Provinsi Malut dilaksanakan hari ini, maka bisa dipastikan terjadi 2 putaran yang diikuti pasangan MS dan AGK-Mantap.

Sedangkan jika pemilihan dilakukan 1 Juli 2013, maka kelima pasangan cagub-cawagub yang diusung oleh partai politik masih memiliki peluang yang sama. Namun, jika melihat pergerakan popularitas dan elektabilitas, pasangan MS lebih unggul dari pasangan lain, sehingga dengan waktu kurang lebih 2 bulan ke depan, pasangan MS bisa dipastikan memenangkan pilgub Maluku utara 1 putaran saja.

Adapun yang menjadi populasi dalam survei ini, yakni seluruh warga negara Indonesia yang tinggal di provinsi Malut dan mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi tersebut, IDM hanya menetapkan 5.000 orang sebagai sampel, tetapi yang berhasil dianalisa hanya 4947 sample. Pemilihan sample menggunakan metode multistage random sampling. Sampel berasal dari 240 kelurahan atau desa dan 720 Rukun Tetangga (RT) yang terdistribusi secara proporsional di 9 kabupaten atau kota.

"Jumlah sampel sebanyak 5.000 orang, maka toleransi kesalahan (margin of error) sebesar +/- 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 98 persen," ujarnya.

Menurutnya, responden yang terpilih, kemudian diwawancarai secara tatap muka dengan mengisi kuisioner oleh pewawancara yang terlatih. Kualitas kontrol terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 42 persen dari total sampel oleh supervisor, yakni kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam kualitas kontrol tersebut tidak ditemukan kesalahan berarti. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version