GATRANEWS

Switch to desktop

Golput di Pilkada Kaltim Mencapai 46%

Balikpapan, GATRAnews - Minat warga Kalimantan Timur untuk menunaikan hajat politik rupanya begitu rendah. Hanya sekitar setengah pemilik suara saja yang datang ke TPS-TPS dan mencoblos pada Pilkada Gubernur provinsi yang kaya minyak bumi, gas dan batubara tersebut.

 

Menurut penelitian Citra Publik Indonesia-Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network, jumlah warga yang tidak memanfaatkan hak pilihnya atau golput dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim mencapai 45 persen.

 

"Hampir 46 persen, padahal dari survai awal kita hanya prediksikan paling tinggi golput 35 persen," kata Direktur LSI Hanggoro Doso Pamungkas, Kamis (12/9) seperti dikutip Antara. 

 

Golput atau golongan putih, adalah masyarakat yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, namun sedemikian rupa secara sadar tidak memilih atau membuat hak pilihnya tidak efektif.

 

Jumlah warga yang memiliki hak pilih dalam Pilgub Kaltim adalah 2,7 juta jiwa dari 3,5 juta penduduk Kaltim dan Kalimantan Utara. Itu berarti sekitar 1,2 juta orang tidak turut dalam coblosan tanggal 10/9 lalu.

 

Pada Pilgub 2008, angka golput sudah mencapai 43 persen. Angka partisipasi, atau jumlah warga yang sekurangnya berpartisipasi agar hasil pemilu ini sah adalah 60 persen atau 1,35 juta orang. Jadi angka golput 2013 naik 3 persen dari pilgub 2008. 

 

Fenomema golput terutama terjadi di kota-kota besar, tak terkecuali di kota-kota besar Kalimantan Timur seperti Balikpapan, Samarinda, termasuk juga di Tarakan di Kalimantan Utara. (DH)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version