GATRANEWS

Elprisdat M. Zen: Direksi TVRI Nggak Mungkin dipecat DPR

Di antara lima anggota Dewan Pengawas TVRI, Elpisdat M. Zen, 46 tahun, adalah satu-satunya unsur masyarakat. Dua anggota lainnya asal TVRI. Sisanya asal pemerintah. Ia mengaku terpilih secara aklamasi dalam fit and proper test DPR, menyisihkan 394 calon lainnya. Dukungan penuh Komisi I DPR saat rekrutmen berubah haluan, awal April lalu.

 

 

Seluruh fraksi Komisi I menghabisi Elprisdat. Pemicunya, proses rekrutmen direksi TVRI yang dinilai tidak transparan. Kepada Asrori S. Karni dan Fitri Kumalasari dari GATRA, pria kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, 13 September 1965, itu memberikan penjelasan seputar rekrutmen direksi TVRI, di Pasar Festival, Jakarta, Senin malam lalu. Berikut petikannya:

Komisi I DPR mendesak Dewan Pengawas (Dewas) memberhentikan direksi TVRI. Bagaimana tindak lanjutnya?

Kami tidak tahu apa yang harus ditindaklanjuti. Secara resmi, belum ada notula yang kami terima. Kalau keputusan itu perintah, harus ada yang teken. Dalam hal ini pimpinan DPR, bukan ketua komisi.

Ada peluang keputusan pimpinan DPR berbeda dari keputusan komisi?

Bisa, kalau tidak sesuai dengan proporsinya.

Anda begitu yakin mendapat backup pimpinan DPR. Betulkah spekulasi yang berkembang bahwa Ketua DPR, Marzuki Alie, jadi patron politik Anda?

Ini bukan soal patron. Saya bukan orang Demokrat. Saya profesional. Siapa pun pimpinan TVRI perlu berteman dengan pimpinan DPR. Tolol saja kalau musuhan.

Anda tim sukses Marzuki dalam Kongres Demokrat di Bandung?

Saya memang di-hire membantu pemenangan dia. Sebagai profesional, apa salah? Saya juga dekat dengan Priyo Budi Santoso (Wakil Ketua DPR, Fraksi Golkar). Dengan Bakrie juga. Dalam pergaulan politik, hal ini biasa.

Sebelum saya dituduh orangnya Marzuki, sudah ada tuduhan "Palembang Connection". Akan ada tiga direksi dari Palembang. Terbukti salah. Hanya Farhat Syukri yang orang Palembang. Lantas, apa karena satu orang Palembang berarti orangnya Marzuki?

Dirut TVRI, Farhat Syukri, pernah diberhentikan dari direktur umum. Komisi I melihat itu sebagai cacat. Mengapa Dewas tetap memilih?

Waktu mau fit and proper test, kami tulis surat ke SPI (Satuan Pengawas Internal) untuk memberikan clearance calon direksi. Tidak ada catatan mengenai dirut ini. Saya bacakan surat dari SPI dalam forum itu. Dewas secara formal tidak ada catatan mengenai dia (Farhat). Fit and proper test juga terbuka.

Anda pasang badan menjamin kelangsungan jabatan direksi TVRI?

Ya. Saya harus tanggung jawab. Saya yang memilih direksi dan saya minta mereka kerja baik. DPR menekan saya untuk memecat direksi. Direksi nggak mungkin dipecat DPR.

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?