GATRANEWS

Mediasi PKPI-KPU Nyaris Ricuh

Jakarta, GATRAnews - Mediasi antara pengurus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan empat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), soal sikap KPU yang tak juga melaksanakan putusan ajudifikasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), di Media Center KPU, Jakarta, Senin (4/3), nyaris ricuh.

Kegaduhan mulai terjadi setelah keempat komisioner KPU, masing-masing Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Arif Budiman, Ida Budiati, dan Hadar Navis Gumay, menyampaikan sikapnya yang tidak memberikan jawaban pasti kapan ketidakpastian nasib PKPI itu akan disikapi KPU.

"Kami sepakat, akan secepatnya menindaklanjuti," kata Feri, yang langsung disambut pertanyaan, "Kapan?" dan kembali hanya dijawab, "Secepatnya."

Jawaban tersebut tidak membuat puas pengurus dan kader PKPI yang hadir menyesaki ruang Media Center KPU tersebut. Para kader langsung melontarkan berbagai sumpah serapah dan tuding terhadap KPU yang dinilainya tidak independen, serta hanya kepanjangan tangan partai Senayan.

Para petinggi dan kader PKPI itu berharap, KPU tidak butuh berminggu-minggu untuk menyelesaikannya. Menurut Ketua Umum PKPI, Sutiyoso yang mewakili PKPI dalam mediasi itu, tidak seharusnya KPU memerlukan waktu 1-2 minggu, karena waktu itu sudah terlalu lama dan merugikan PKPI.

"Hasil positif sekali pun, tidak ada artinya bagi kami. Kami sudah rugi materiil dan imateriil. Kan Fatwa Mahkamah Agung (yang menyatakan PKPI harus dimasukan sebagai peserta Pemilu, Red.) diterima Kamis, (28/2). Sabtu-Minggu pun harusnya sudah selesai," nilainya.

Pernyataan Bang Yos begitu sapaan akarb Sutiyoso itu, menanggapi pihak KPU yang mengaku baru Jumat sore, (1/3), menerima fatwa MA tersebut, sehingga belum bisa  menyikapinya.

"Kami baru menerimanya Jumat sore, kemudian Sabtu dan Minggu libur. Sehingga kami belum bersikap," dalih Arif.

Pernyataan tersebut sontak memicu ketegangan kader dan pengurus. Beruntung beberapa jajaran pengurus dan Bang Yos bisa meredakan luapan emosi sejumlah kadernya itu.

Seperti diketahui, Bang Yos dan jajarannya disertai sejumlah kader dari berbagai wilayah di Indonesia, menyambangi KPU untuk beraudiensi menanyakan ketidakpastian nasib PKPI yang dinyatakan memenuhui syarat sebagai peserta Pemilu 2014. Putusan itu dikuatkan dengan fatwa MA. Namun, KPU tidak mau melaksanakan putusan Bawaslu tersebut. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?