GATRANEWS

Semen Indonesia Harap Pembangunan Pabrik di Rembang Sesuai Target
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berharap pembangunan pabrik semen di Rembang...
DPR Minta TNI Selidiki Terbakarnya F-16 di Halim
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta TNI segera melakukan investigasi...
Rachmat Gobel: Ekspor Non Migas Maret Jadi Primadona‏
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kinerja perdagangan Maret 2015 mencatatkan surplus hingga US$ 1,13 miliar....
Kemendag Harapkan Neraca Perdagangan Terus Surplus
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perdagangan mengharapkan neraca perdagangan Indonesia sepanjang...
Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Maret 2015 Meningkat
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Neraca perdagangan Indonesia pada periode Maret 2015 mencatat peningkatan...
Pertamina Luncurkan BBM Jenis Baru RON 90, Premium Bakal Dihapuskan‏
Thursday, 16 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) akan meluncurkan bahan bakar bensin jenis baru dengan...
Di Depan Presiden Pengusaha Pertambangan Mengaku Siap Bangun Smelter
Thursday, 16 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan...
IPW: Program Sejuta Rumah Harus Lebih Terkonsep
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Property Watch (IPW) menilai Program Sejuta Rumah yang segera...
Neraca Perdagangan Indonesia Tercatat Surplus US$ 1,13 Miliar Periode Maret‏
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan Neraca perdagangan Indonesia...
Menteri ESDM: Indonesia Importir Minyak, Tapi Merasa Kaya Migas
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejak tahun 2008 Indonesia resmi menjadi net importir minyak akibat tingginya...
Ahok dan Fraksi Nasdem Kian Mesra
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Hubungan Basuki Tjahaja Purnama dengan Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) kian...
Tjahjo Kumolo: Kisruh APBD DKI Pertama Kali di Indonesia
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Dalam Negeri Tjahajo Kumolo mengakui baru pertama kali menghadapi...
Calon Direksi BEI: Pasar Modal untuk Semua
Tuesday, 14 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Abiprayadi maju sebagai calon Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur...
Sibuk Dengan APBD, Tujuh Raperda Tidak Terbahas
Tuesday, 14 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Perseteruan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan 106 anggota DPRD DKI...
Kejar Target Ekspor Nonmigas US$ 192,5 Milyar, Kemendag Gandeng Apindo
Monday, 13 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel merencanakan peningkatan ekspor hingga tiga...
Pertamina Targetkan Potensi Kehilangan Pasokan BBM jadi 0,2%
Monday, 13 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) menargetkan tingkat kehilangan (losses) dalam proses...
Projo Nilai Partai Pengusung Lebih ''Genit'' Terhadap Jokowi
Saturday, 11 April 2015

Jakatra, GATRAnews - Ketua Bidang Hukum dan Konstitusi Dewan Pimpinan Pusat Pro Jokowi (Projo),...
PDIP Jangan Merasa Paling Memiliki Jokowi
Saturday, 11 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengamat politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS),...
Pemerintah Minta Pertamina, Antam dan Krakatau Steel Lakukan Transaksi Lindung Nilai‏
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews -Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mempersiapkan...
PKS: Komentar Ahok Soal Miras Meresahkan
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komentar Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal korupsi dan minuman...

Priyono: Semua Masalah BP Migas Warisan Pertamina

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Gas dan Minyak Bumi (BP Migas), R Priyono menilai, jika putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan BP Migas atas alasan banyak kedaulatan asing di badan ini, hal itu merupakan warisan PT Pertamina. "Alasan banyak kedaulatan asing, ini bukan BP Migas yang undang, karena yang datangkan asing adalah Pertamina," kata R Priyono usai menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa, (13/11). 

 

Selain itu, turunnya produksi minyak dan gas juga merupakan warisan Pertamina yang sudah terjadi sejak tahun 1996. "Kalau produksi turun, itu warisan Pertamina juga. Itu sudah tahun 1996. Jadi berat sekali. Yang dipermasalahkan Kurtubi, itu warisan Pertamina semua," tandasnya. Sedangkan saat dipersoalkan apakah BP Migas dibubarkan karena badan ini dituding sebagai makelar proyek, R Priyono mengaku tidak mengetahui hal tersebut. "Kalau pengawas dibilang makelar, saya enggak ngerti, pengurus kok dibilang makelar," katanya.

 

Namun saat ditanya pembubaran ini salah atau tidak, Priyono mengaku lagi-lagi tidak mengetahuinya karena dirinya bukan ahli hukum dan hanya sebagai praktisi. "Saya bukan praktisi hukum," jawabnya singkat. Menurutnya, dengan dibubarkannya BP Migas, maka tidak ada lagi pengatur dalam minyak dan gas di Indonesia. Pasalnya, organisasi pengatur, pengatur, pemain, dan wasit sudah masuk lapangan semua.

 

"Tidak ada lagi check and balance, FIFA sudah masuk ke lapangan. Artinya, pengawasan itu sudah ada yang salah. Kesalahan itu, dulu FIFA, wasit, pemain jadi satu, kemudian dengan reformasi dipisah. FIFA-nya pemerintah. Sekarang tidak ada wasit lagi. Dibubarkannya BP Migas menjadi terganggu, karena tidak beroperasi lagi," pungkasnya. 

 

Seperti diketahui, Selasa kemarin MK memutuskan  BP Migas dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum. Untuk mengisi kekosongan hukum, sementara ini kewenangan BP Migas dijalankan oleh pemerintah cq Menteri ESDM atau BUMN. 

 

Perkara judicial review ini diajukan oleh PP Muhammadiyah, beberapa lembaga keagamaan, dan beberapa aktifis atau ahli, seperti Komaruddin Hidayat, Marwan Batubara, Adhie Massardi, M Hatta Taliwang dengan kuasa hukum Syaiful Bakhri, Umar Husin, dan saksi ahli Rizal Ramli, Kurtubi, dan lainnya.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?