GATRANEWS

PPP Cabut Dukungan dan Koalisi dengan Gerindra
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mencabut dukungan dan pernyataan berkoalisi...
Agum Bantah Ditawari Kursi Menteri oleh PDIP
Wednesday, 23 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri...
Manuver Politik Rhoma Irama Atas nama PKB
Monday, 21 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Bakal calon presden (capres) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rhoma Irama...
Ketum PP Muhammaddiyah Desak Partai Islam Wujudkan Koalisi Poros Tengah
Sunday, 20 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum PP Muhamaddiyah, Din Syamsuddin berharap partai Islam tidak...
Syafii Maarif Dukung Capres dari Kalangan Tokoh Islam
Sunday, 20 April 2014

Yogyakarya, GATRAnews - Sejumlah tokoh dan aktivis Islam Yogyakarta yang hadir dalam dialog terbuka...
Amien Rais: Partai Islam Harus Bentuk Koalisi 'Indonesia Raya'
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua  MPR Amien Rais menghadiri pertemuan tertutup yang digagas...
''Raisopopo'' Sajak Terbaru Fadli Zon Sindir Jokowi‏!
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kembali membuat sajak yang bernada...
Jokowi: Tak Ada Koalisi Tak Ada Dagang Sapi
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi Selasa malam ini, Calon Presiden...
PAN Umumkan Koalisi 2 Minggu ke Depan
Saturday, 12 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Amanat Nasional (PAN) butuh dua minggu setelah pemilu legislatif (9...
Setelah Jokowi Effect & Rhoma Effect, Masih Ada Mahfud Effect di Umat Nahdliyin
Thursday, 10 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ada partai, ada capres (calon presiden). Berbagai macam cara ditempuh partai...
Habibie Imbau Pemerintahan Baru Utamakan Pembangunan
Wednesday, 09 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie mengimbau pemerintahan baru yang akan terpilih...
Muhaimin Iskandar Nyoblos di Kemang
Wednesday, 09 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, pada...
Try Soetrisno Sayangkan Menurunnya Jumlah Pemilih
Wednesday, 09 April 2014

Jakarta,  GATRAnews - Try Soetrisno menyayangkan semakin menurunnya jumlah pemilih dalam...
Sebanyak 53% Anak Muda Jabodetabek Pilih Golput
Friday, 04 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 53,23% anak muda berusia 17-25 tahun di wilayah Jakarta, Bogor,...
Pengamat: PKS Tolak Ahok, Hancurkan Kredibilitas Partai‏ Sendiri
Tuesday, 25 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat politik Bonie Hargens menilai langkah yang dilakukan oleh sayap...
Nurul: Caleg Perempuan Harus Punya Ide-ide Orisinil
Monday, 24 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Calon legislatif pertahana dari Partai Golkar, Nurul Arifin, mengimbau para...
Kampanye Terbuka, Hatta Rajasa Sambangi Tiga Kota di Jawa Tengah
Monday, 17 March 2014

Jakarta, GATRAnews-Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa menyambangi tiga kota pada...
Tjahjo Kumolo: Perjanjian Batu Tulis Gugur Karena 2009 Keok
Sunday, 16 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo...
Risma Lengser, Jokowi: Sabar Yah Bu, Santai Saja‏
Tuesday, 18 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Joko Widodo (Jokowi) berharap koleganya Tri Rismaharini bersabar selama...
Sutan dan Tri Yulianto Dicekal KPK, Ini Pesan Ruhut Sitompul
Friday, 14 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Dua kader dari Partai Demokrat (PD) Sutan Bhatoegana dan Tri Yulianto dicegah...

Priyono: Semua Masalah BP Migas Warisan Pertamina

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Gas dan Minyak Bumi (BP Migas), R Priyono menilai, jika putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan BP Migas atas alasan banyak kedaulatan asing di badan ini, hal itu merupakan warisan PT Pertamina. "Alasan banyak kedaulatan asing, ini bukan BP Migas yang undang, karena yang datangkan asing adalah Pertamina," kata R Priyono usai menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa, (13/11). 

 

Selain itu, turunnya produksi minyak dan gas juga merupakan warisan Pertamina yang sudah terjadi sejak tahun 1996. "Kalau produksi turun, itu warisan Pertamina juga. Itu sudah tahun 1996. Jadi berat sekali. Yang dipermasalahkan Kurtubi, itu warisan Pertamina semua," tandasnya. Sedangkan saat dipersoalkan apakah BP Migas dibubarkan karena badan ini dituding sebagai makelar proyek, R Priyono mengaku tidak mengetahui hal tersebut. "Kalau pengawas dibilang makelar, saya enggak ngerti, pengurus kok dibilang makelar," katanya.

 

Namun saat ditanya pembubaran ini salah atau tidak, Priyono mengaku lagi-lagi tidak mengetahuinya karena dirinya bukan ahli hukum dan hanya sebagai praktisi. "Saya bukan praktisi hukum," jawabnya singkat. Menurutnya, dengan dibubarkannya BP Migas, maka tidak ada lagi pengatur dalam minyak dan gas di Indonesia. Pasalnya, organisasi pengatur, pengatur, pemain, dan wasit sudah masuk lapangan semua.

 

"Tidak ada lagi check and balance, FIFA sudah masuk ke lapangan. Artinya, pengawasan itu sudah ada yang salah. Kesalahan itu, dulu FIFA, wasit, pemain jadi satu, kemudian dengan reformasi dipisah. FIFA-nya pemerintah. Sekarang tidak ada wasit lagi. Dibubarkannya BP Migas menjadi terganggu, karena tidak beroperasi lagi," pungkasnya. 

 

Seperti diketahui, Selasa kemarin MK memutuskan  BP Migas dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum. Untuk mengisi kekosongan hukum, sementara ini kewenangan BP Migas dijalankan oleh pemerintah cq Menteri ESDM atau BUMN. 

 

Perkara judicial review ini diajukan oleh PP Muhammadiyah, beberapa lembaga keagamaan, dan beberapa aktifis atau ahli, seperti Komaruddin Hidayat, Marwan Batubara, Adhie Massardi, M Hatta Taliwang dengan kuasa hukum Syaiful Bakhri, Umar Husin, dan saksi ahli Rizal Ramli, Kurtubi, dan lainnya.(IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?