GATRANEWS

Surat Perjanjian Penghuni Rusun Jatinegara Barat Selesai Pekan Ini
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengikat warga eks Kampung Pulo,...
Emiten Dapat ''Buy Back'' Saham Maksimal 20%
Saturday, 22 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan Surat Edaran OJK mengenai...
Soal Buku Misbakhun, Demokrat: Dia Lagi Frustasi!
Thursday, 20 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota DPR yang juga mantan anggota Pansus Bank Century, Mukhamad Misbakhun,...
Masih Batas Aman, OJK Tidak Keluarkan Aturan ''Buy Back'' Saham
Tuesday, 18 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai gejolak yang terjadi dalam pasar modal...
OJK: IHSG Terus Anjlok, Buyback Saham Tanpa RUPS Belum Perlu
Tuesday, 18 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, penurunan Indeks Harga Saham Gabungan...
Ahok: Pegawai PTSP Harus Seperti Calo
Tuesday, 18 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama meminta petugas pelayanan terpadu satu...
Kantor Sudin Digeledah, Ahok: Mereka Harus Ditangkap
Tuesday, 11 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengacungi jempol kinerja Polres Metro Jakarta...
Ahok Bela Keputusan Pemecatan Kepsek Retno
Wednesday, 05 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemecatan mantan Kepala SMA 3 Jakarta Retno Listyarti oleh Dinas Pendidikan...
527 Bidang Tanah di Kampung Pulo Tidak Bersertifikat
Wednesday, 05 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 527 bidang tanah di Kampung Pulo, Jakarta Timur, yang diduduki warga...
DPRD Belum Bahas Nasib Bupati Kepulauan Seribu
Thursday, 30 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menunggu persetujuan DPRD DKI...
Serikat Pekerja: Perpanjangan Konsesi JICT Melanggar UU dan Merugikan Negara‏
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Nova...
Prasetio Bantah PDI Perjuangan Bekengi Penempatan Lahan
Sunday, 26 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi membantah membekingi penempatan...
Yayasan Kostrad Bantah Mempersulit Pengelola Tebet Green Garden
Thursday, 23 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Yayasan Dharma Putera Kostrad membantah mempersulit pengembang dan pengelola...
Pengelola Tebet Green Garden Tuding Kostrad Tidak Bantu Urus SLF
Thursday, 23 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Suku Dinas Penataan Kota Jakarta Selatan kembali menyegel Tebet Green Garden...
Pemerintah Tingkatkan Ekspor ke Afrika Melalui Mesir
Wednesday, 22 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan...
RJ Lino ditantang Buka dokumen Perpanjangan konsesi JICT‏
Tuesday, 14 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pekerja JICT menantang Dirut IPC RJ Lino untuk membuka dokumen hukum izin...
DPR Tak Puas Hasil Audit BPK
Monday, 13 July 2015

Jakarta, GATRAnews - BPK RI menemukan 10 temuan terkait kesiapan KPU dalam menyelenggarakan Pilkada...
BPK: Anggaran dan SDM Pilkada Serentak Belum Siap
Monday, 13 July 2015

Jakarta, GATRAnews - BPK telah melakukan audit terhadap kesiapan KPU dalam mengadakan Pilkada...
Deputi Gubernur DKI: Jakarta Monorail Tidak Tahu Diri!
Friday, 10 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 15 persyaratan melanjutkan pembangunan moda transportasi berbasis...
Beredar Surat Pergantian Mitra Kerja di DPR
Thursday, 09 July 2015

Jakarta, GATRAnews- Beredar sebuah surat yang menunjukkan pergantian mitra komisi di DPR di...

Kartini Sjahrir Bantah Pemalsuan Dokumen PIB

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Kartini Syahrir membantah telah terjadi pemalsuan surat-surat partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), sebelum partai itu melebur menjadi PKBIB yang dipimpin Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid.

Hal itu ditegaskan Kartini Sjahrir dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (16/11), menanggapi pengaduan mantan Sekjen Partai PIB Alex Messakh soal tuduhan pemalsuan surat-surat Partai PIB tertanggal 16 Juli 2012 yang ditujukan kepada Ketua Umum PKBIB Zannuba Arifah dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid.

Kartini Sjahrir adalah pemrakarsa, pendiri dan Ketua Umum Partai PIB (2007-2012). "Saudara Alex Messakh adalah Sekjen yang saya tunjuk langsung di bawah kepengurusan saya," katanya, sebagaimana dikutip Antara.

Dalam sejarah berdirinya Partai PIB, kata dia, Alex Messakh adalah Sekjen yang paling buruk performance-nya karena paling banyak menimbulkan masalah bagi kader-kader terbaik dan pengurus Partai PIB di daerah. "Laporan mengenai buruknya penanganan daerah oleh mantan Sekjen Alex Messakh, saya terima dari begitu banyak pengurus dan kader-kader partai terutama dalam periode 2011-2012, dimana saya sedang bertugas selaku Duta Besar LBBP RI," katanya.

 

Kader-kader terbaik Partai PIB yang langsung dididik dan dibesarkan oleh Dr Sjahrir (alm) dan yang berjuang sejak awal dengan Partai PIB telah dizalimi dan diperlakukan secara tidak adil oleh Alex Messakh. "Selaku Ketum dan pendiri Partai PIB, saya sangat prihatin dengan sepak terjang yang jauh dari patut dan tidak memberikan teladan bagi kader-kader Partai PIB," ucapnya. 

 

Oleh karena itu diputuskan sesudah Kongres Partai PIB tanggal 12 Juli 2012, dimana Partai PIB berubah nama menjadi PKBIB, Alex Messakh tidak akan dipertahankan lagi sebagai Sekjen. Bahkan yang bersangkutan tidak ditawarkan untuk duduk di pengurusan pusat PKBIB dan juga tidak sebagai anggota biasa PKBIB," katanya. Menurut dia, pengaduan yang dilakukan Alex Messakh perihal Ketum PKBIB Zannuba Arifah hanyalah akal-akalan semata yang sekaligus menunjukkan kualitas sifat buruk dari yang bersangkutan: tidak kesatria dan tidak ?legowo? menerima fakta bahwa yang bersangkutan tidak diharapkan dan diinginkan menjadi bagian dari Partai PIB dan yang sekarang adalah PKBIB. 

 

"Saya sampaikan dengan setulusnya. Sekali lagi, secara terbuka dan dengan rendah hati, saya minta maaf yang sedalam-dalamnya kepada Zannuba Arifah Ch. Abdurrachman Wahid dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid dan sekaligus kepada kader dan pengurus Partai PIB yang pernah dizalimi oleh mantan Sekjen Partai PIB. Bahwa pernah pada suatu ketika, saya salah memilih seorang Sekjen, yaitu Alex Messakh yang tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan akal sehat., saya mohon sekali lagi dimaafkan," katanya. 

 

Sekretaris Jenderal Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), Alexander Messakh melaporkan Yenny Wahid dan Imron Rosyadi Hamid terkait dugaan pemalsuan surat ke Polda Metro Jaya, 14 Novemver 2012. "Yenny Wahid mengatasnamakan Ketua Umum Partai PIB menandatangani surat permohonan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)," kata pengacara Alexander Messakh, Roder Nababan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu. 

 

Roder mengatakan Yenny Wahid tidak tercantum sebagai Ketua Umum dan Imron Rosyadi Hamid juga bukan Sekjen Partai PIB. Keduanya tidak berhak menandatangani surat Partai PIB Nomor 64/7/Surat-Partai PIB/DPN/2012 tertanggal 16 Juli 2012. Surat tersebut mengenai permohonan perubahan AD/ART, lambang, nama partai dan susunan kepengurusan yang diserahkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemekumham). 

 

Menurut Roder, pihak yang berhak menandatangani surat permohonan ke Kemenkumham, yakni Nurmala Kartini Sjahrir sebagai Ketua Umum dan Alexander Messakh menjabat Sekjen Partai PIB. "Jangankan pengurus, Yenny Wahid dan Imron Rosyadi tidak tercatat sebagai anggota Partai PIB," ujar Roder. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?