GATRANEWS

Terima Surat Lia Eden, Ahok: Udah Pusing
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ambil pusing atas...
JM Galau Lanjutkan atau Stop Monorel
Thursday, 28 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Jakarta Monorail (JM) 'galau' memutuskan melanjutkan atau tidak pembangunan...
Zulkifli Hasan : Tindak Tegas Pemalsuan Ijazah
Thursday, 28 May 2015

GATRAnews - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memberi peringatan tegas kepada pihak yang sudah...
Wagub DKI: Supir Tidak Bisa Bawa Mobil Cepat, Kita ganti
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membenarkan kinerja PNS Ibu...
Kepala Daerah Diminta Percepat Ajukan Penggunaan Dana Desa‏
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar...
Cerita Ahok Punya 20 Staf Tidak Bisa Mengurusi Surat Warga
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), orang nomor satu di Jakarta, kembali...
Menteri ESDM Serahkan Pendelegasian Wewenang Perijinan Migas ke BKPM
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan surat pendelegasian...
Ubah Calon Terpilih KPU. Tapsel Diperiksa DKPP
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP) menggelar sidang dengan Teradu...
Humas Pertamina: Harga BBM Tidak Naik Hari Ini
Friday, 15 May 2015

Jakarta, GATRANews - Kemarin, Kamis, pagi, beredar di media sosial surat yang menyatakan bahwa...
Kemenag, Garuda, dan Saudi Airlines Tandatangani Perjanjian Angkutan Haji
Tuesday, 12 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Agama RI, PT Garuda Indonesia, dan Saudi Arabian Airlines,...
Tak Hanya UPS, Pengadaan Scanner pun Dibidik Bareskrim
Thursday, 07 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyidik Bareskrim Mabes Polri membawa sejumlah dokumen dari ruangan Badan...
Harga Pertamax Naik jadi Rp 8.800/Liter Mulai 1 Mei‏
Friday, 01 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax...
Pengusaha Keluhkan Pelayanan Satu Pintu
Thursday, 30 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Penerapan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang diterapkan oleh pemerintah...
Haji Lulung Belum Terima Surat Panggilan Bareskrim
Wednesday, 29 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Abraham Lunggana (Haji Lulung) mengaku belum mendapat surat panggilan dari...
Dokumen Pelunasan Utang Diamankan Bareskrim dari Haji Lulung
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri menyita sejumlah dokumen penting dari ruang kerja Wakil...
Besok Diperiksa, Haji Lulung Pasti Datangi Bareskrim
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri menjadwalkan pemeriksaan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta...
Komisi III Harap eksekusi Mati Gembong Narkoba Tak Bikin Heboh
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews- ‎Pelaksanaan eksekusi terhadap para terpidana mati gelombang II dikabarkan...
APKLI Kecam Maraknya Penggusuran PKL
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mengecam maraknya penggusuran...
Kartini Masa Kini, Ahok-Djarot Kompak Jawab Megawati
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Dua pemimpin DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat...
Menteri Susi Ajak Wartawan Menulis Lebih Kenceng
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta media massa ikut...

Kartini Sjahrir Bantah Pemalsuan Dokumen PIB

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Kartini Syahrir membantah telah terjadi pemalsuan surat-surat partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), sebelum partai itu melebur menjadi PKBIB yang dipimpin Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid.

Hal itu ditegaskan Kartini Sjahrir dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (16/11), menanggapi pengaduan mantan Sekjen Partai PIB Alex Messakh soal tuduhan pemalsuan surat-surat Partai PIB tertanggal 16 Juli 2012 yang ditujukan kepada Ketua Umum PKBIB Zannuba Arifah dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid.

Kartini Sjahrir adalah pemrakarsa, pendiri dan Ketua Umum Partai PIB (2007-2012). "Saudara Alex Messakh adalah Sekjen yang saya tunjuk langsung di bawah kepengurusan saya," katanya, sebagaimana dikutip Antara.

Dalam sejarah berdirinya Partai PIB, kata dia, Alex Messakh adalah Sekjen yang paling buruk performance-nya karena paling banyak menimbulkan masalah bagi kader-kader terbaik dan pengurus Partai PIB di daerah. "Laporan mengenai buruknya penanganan daerah oleh mantan Sekjen Alex Messakh, saya terima dari begitu banyak pengurus dan kader-kader partai terutama dalam periode 2011-2012, dimana saya sedang bertugas selaku Duta Besar LBBP RI," katanya.

 

Kader-kader terbaik Partai PIB yang langsung dididik dan dibesarkan oleh Dr Sjahrir (alm) dan yang berjuang sejak awal dengan Partai PIB telah dizalimi dan diperlakukan secara tidak adil oleh Alex Messakh. "Selaku Ketum dan pendiri Partai PIB, saya sangat prihatin dengan sepak terjang yang jauh dari patut dan tidak memberikan teladan bagi kader-kader Partai PIB," ucapnya. 

 

Oleh karena itu diputuskan sesudah Kongres Partai PIB tanggal 12 Juli 2012, dimana Partai PIB berubah nama menjadi PKBIB, Alex Messakh tidak akan dipertahankan lagi sebagai Sekjen. Bahkan yang bersangkutan tidak ditawarkan untuk duduk di pengurusan pusat PKBIB dan juga tidak sebagai anggota biasa PKBIB," katanya. Menurut dia, pengaduan yang dilakukan Alex Messakh perihal Ketum PKBIB Zannuba Arifah hanyalah akal-akalan semata yang sekaligus menunjukkan kualitas sifat buruk dari yang bersangkutan: tidak kesatria dan tidak ?legowo? menerima fakta bahwa yang bersangkutan tidak diharapkan dan diinginkan menjadi bagian dari Partai PIB dan yang sekarang adalah PKBIB. 

 

"Saya sampaikan dengan setulusnya. Sekali lagi, secara terbuka dan dengan rendah hati, saya minta maaf yang sedalam-dalamnya kepada Zannuba Arifah Ch. Abdurrachman Wahid dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid dan sekaligus kepada kader dan pengurus Partai PIB yang pernah dizalimi oleh mantan Sekjen Partai PIB. Bahwa pernah pada suatu ketika, saya salah memilih seorang Sekjen, yaitu Alex Messakh yang tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan akal sehat., saya mohon sekali lagi dimaafkan," katanya. 

 

Sekretaris Jenderal Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), Alexander Messakh melaporkan Yenny Wahid dan Imron Rosyadi Hamid terkait dugaan pemalsuan surat ke Polda Metro Jaya, 14 Novemver 2012. "Yenny Wahid mengatasnamakan Ketua Umum Partai PIB menandatangani surat permohonan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)," kata pengacara Alexander Messakh, Roder Nababan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu. 

 

Roder mengatakan Yenny Wahid tidak tercantum sebagai Ketua Umum dan Imron Rosyadi Hamid juga bukan Sekjen Partai PIB. Keduanya tidak berhak menandatangani surat Partai PIB Nomor 64/7/Surat-Partai PIB/DPN/2012 tertanggal 16 Juli 2012. Surat tersebut mengenai permohonan perubahan AD/ART, lambang, nama partai dan susunan kepengurusan yang diserahkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemekumham). 

 

Menurut Roder, pihak yang berhak menandatangani surat permohonan ke Kemenkumham, yakni Nurmala Kartini Sjahrir sebagai Ketua Umum dan Alexander Messakh menjabat Sekjen Partai PIB. "Jangankan pengurus, Yenny Wahid dan Imron Rosyadi tidak tercatat sebagai anggota Partai PIB," ujar Roder. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?