GATRANEWS

Pergantian Pimpinan Fraksi Golkar Harus Lewat Bamus DPR
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - DPP Partai Golkar Agung Laksono telah menyurati pimpinan DPR terkait...
Bambang Soesatyo: Surat Dari Agus Gumiwang Palsu!
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo mengaku tak mengetahui...
DKI Belum Kantongi Surat Resmi Penolakan APBD 2015
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta belum memberikan surat resmi persetujuan atau penolakan...
Agus Gumiwang Klaim Pimpin Fraksi Golkar di DPR
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - DPR mengelar paripurna pembukaan masa sidang hari ini. Baru berlangsung 30...
Golkar Kubu Agung Segera Umumkan SK Kemenkumham
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar versi Munas Jakarta, Zainuddin...
DPR Minta Penjelasan Presiden Soal Pergantian Calon Kapolri
Monday, 23 March 2015

Jakarta, GATRAnews - DPR masih akan meminta penjelasan tambahan dari Presiden Joko Widodo terkait...
Kepala BKPM: Pembatalan Investasi Tidak Tunjukkan Rendahnya Kepercayaan Investor‏
Friday, 20 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani mengatakan...
4 Instansi Diminta Segera Umumkan Hasil Tes CPNS
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews – Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 masih menyisakan empat...
Walaupun Parpol Pendukung Pecah, KMP Klaim Tetap Solid
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews- Golkar kubu Agung Laksono gencar menemui pimpinan partai politik, dan...
Sulitnya Berantas Calo di TPU DKI Jakarta
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews-Orang yang sudah meninggal ternyata masih menjadi objek untuk mencari uang....
Produk Furnitur Indonesia Catat Transaksi Misi Pembelian US$ 1,3 Juta‏
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Produk furnitur Indonesia masih menjadi andalan pemerintah dalam komoditas...
Kemenko Perekonomian Bantu DKI Urus Izin Lahan Wisma Atlet
Saturday, 14 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Koordinasi bidang Perekonomian akan membantu DKI Jakarta mengurus...
Ahok Siapkan Pergub Jika Perbaikan APBD Deadlock
Thursday, 12 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi waktu tujuh hari kepada...
Menkumham Bantah Sahkan Golkar Kubu Ical Bukan Keputusan Politis
Thursday, 12 March 2015

Jakarta, GATRAnews- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengklarifikasi soal surat penjelasan...
Menpora Perintahkan KONI Lepas Logo Lima Ring
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi akhirnya merealisasikan...
Pembuat Sistem e-Budgeting Disidang Panitia Hak Angket
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Konsultan tim e-budgeting Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Gagad...
Panitia Hak Angket Usir Kepala BPKD Jakarta
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Panitia hak angket DPRD DKI mengusir Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah...
Ahok Berharap Hak Angket Bisa Transparan
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap investigasi APBD...
Nasdem Merasa Tersandera Oleh Hak Angket
Tuesday, 10 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua...
Ahok Batal Dilaporkan ke KPK dan Bareskrim
Monday, 09 March 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta batal melaporkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)...

Kartini Sjahrir Bantah Pemalsuan Dokumen PIB

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Kartini Syahrir membantah telah terjadi pemalsuan surat-surat partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), sebelum partai itu melebur menjadi PKBIB yang dipimpin Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid.

Hal itu ditegaskan Kartini Sjahrir dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (16/11), menanggapi pengaduan mantan Sekjen Partai PIB Alex Messakh soal tuduhan pemalsuan surat-surat Partai PIB tertanggal 16 Juli 2012 yang ditujukan kepada Ketua Umum PKBIB Zannuba Arifah dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid.

Kartini Sjahrir adalah pemrakarsa, pendiri dan Ketua Umum Partai PIB (2007-2012). "Saudara Alex Messakh adalah Sekjen yang saya tunjuk langsung di bawah kepengurusan saya," katanya, sebagaimana dikutip Antara.

Dalam sejarah berdirinya Partai PIB, kata dia, Alex Messakh adalah Sekjen yang paling buruk performance-nya karena paling banyak menimbulkan masalah bagi kader-kader terbaik dan pengurus Partai PIB di daerah. "Laporan mengenai buruknya penanganan daerah oleh mantan Sekjen Alex Messakh, saya terima dari begitu banyak pengurus dan kader-kader partai terutama dalam periode 2011-2012, dimana saya sedang bertugas selaku Duta Besar LBBP RI," katanya.

 

Kader-kader terbaik Partai PIB yang langsung dididik dan dibesarkan oleh Dr Sjahrir (alm) dan yang berjuang sejak awal dengan Partai PIB telah dizalimi dan diperlakukan secara tidak adil oleh Alex Messakh. "Selaku Ketum dan pendiri Partai PIB, saya sangat prihatin dengan sepak terjang yang jauh dari patut dan tidak memberikan teladan bagi kader-kader Partai PIB," ucapnya. 

 

Oleh karena itu diputuskan sesudah Kongres Partai PIB tanggal 12 Juli 2012, dimana Partai PIB berubah nama menjadi PKBIB, Alex Messakh tidak akan dipertahankan lagi sebagai Sekjen. Bahkan yang bersangkutan tidak ditawarkan untuk duduk di pengurusan pusat PKBIB dan juga tidak sebagai anggota biasa PKBIB," katanya. Menurut dia, pengaduan yang dilakukan Alex Messakh perihal Ketum PKBIB Zannuba Arifah hanyalah akal-akalan semata yang sekaligus menunjukkan kualitas sifat buruk dari yang bersangkutan: tidak kesatria dan tidak ?legowo? menerima fakta bahwa yang bersangkutan tidak diharapkan dan diinginkan menjadi bagian dari Partai PIB dan yang sekarang adalah PKBIB. 

 

"Saya sampaikan dengan setulusnya. Sekali lagi, secara terbuka dan dengan rendah hati, saya minta maaf yang sedalam-dalamnya kepada Zannuba Arifah Ch. Abdurrachman Wahid dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid dan sekaligus kepada kader dan pengurus Partai PIB yang pernah dizalimi oleh mantan Sekjen Partai PIB. Bahwa pernah pada suatu ketika, saya salah memilih seorang Sekjen, yaitu Alex Messakh yang tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan akal sehat., saya mohon sekali lagi dimaafkan," katanya. 

 

Sekretaris Jenderal Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), Alexander Messakh melaporkan Yenny Wahid dan Imron Rosyadi Hamid terkait dugaan pemalsuan surat ke Polda Metro Jaya, 14 Novemver 2012. "Yenny Wahid mengatasnamakan Ketua Umum Partai PIB menandatangani surat permohonan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)," kata pengacara Alexander Messakh, Roder Nababan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu. 

 

Roder mengatakan Yenny Wahid tidak tercantum sebagai Ketua Umum dan Imron Rosyadi Hamid juga bukan Sekjen Partai PIB. Keduanya tidak berhak menandatangani surat Partai PIB Nomor 64/7/Surat-Partai PIB/DPN/2012 tertanggal 16 Juli 2012. Surat tersebut mengenai permohonan perubahan AD/ART, lambang, nama partai dan susunan kepengurusan yang diserahkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemekumham). 

 

Menurut Roder, pihak yang berhak menandatangani surat permohonan ke Kemenkumham, yakni Nurmala Kartini Sjahrir sebagai Ketua Umum dan Alexander Messakh menjabat Sekjen Partai PIB. "Jangankan pengurus, Yenny Wahid dan Imron Rosyadi tidak tercatat sebagai anggota Partai PIB," ujar Roder. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?