GATRANEWS

DKI Siap Hadapi Adnan Buyung Terkait Monorel
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎PT Jakarta Monorail (JM) pengembang dan investor moda transportasi monorel...
Presdir AirAsia: Minggu Ini Ada Kompensasi Rp. 1,25 M Dicairkan
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Direktur AirAsia Sunu Widyatmoko mengatakan minggu ini akan...
Kinerja Dishub Lambat, SK Penurunan Tarif Belum Diteken Ahok
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Surat keputusan (SK) penurunan tarif angkutan umum di Jakarta sebesar Rp 500...
Tiang pancang Monorel Diminta Segera Diratakan
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Merusak keindahan Jakarta, sebanyak 90 tiang pancang monorel di sepanjang...
Susi: Kebijakan Strategis Majukan Industri Perikanan Indonesia
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan ingin memajukan...
Sutiyoso Lobi Ahok Demi Monorel
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso datang ke Balai Kota DKI untuk melobi...
Dengan SVLK, Bisnis Kayu Indonesia Menggeliat
Wednesday, 21 January 2015

Semarang, GATRAnews - Pemerintah Indonesia telah menandatangani kerjasama dengan Uni Eropa terkait...
Hilirisasi Industri Perikanan Terhambat Pembangunan UPI
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mendesak pemerintah serius...
Anggaran Siluman, Djarot: Jangan Dibesar-besarkan!
Monday, 19 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat meminta DPRD DKI terbuka terkait...
Semua Minimarket Beroperasi 24 Jam di Jakarta Ilegal
Friday, 16 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Minimarket yang buka 24 jam di DKI Jakarta semuanya berstatus ilegal. Jam...
Menteri ESDM: Widjonarko Diberhentikan Atas Usul Kepala SKK Migas
Thursday, 15 January 2015

Jakarta, GATRANews - Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan pemberhentian dengan hormat Wakil Kepala...
Gandeng Kejagung, Ahok: Monorel Talak 13
Thursday, 15 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menggandeng Kejaksaan Agung melawan PT...
Wakil Kepala SKK Migas Pamit Mundur Lewat Surat Terbuka
Thursday, 15 January 2015

Jakarta, GATRNews - "Rekan-rekan semua yang saya banggakan, pada kesempatan ini saya pribadi dan...
Ahok: Tutup Celah JM Ulur Waktu Monorel
Wednesday, 14 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Surat resmi pencabutan hak pembangunan moda transportasi monorel segera...
DPR: Bila Tak Layak, Calon Kapolri Budi Gunawan Bisa Diganti
Tuesday, 13 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Musyawarah DPR menggelar rapat bersama pimpinan DPR membahas surat...
Kemendag Perketat Pengawasan Ekspor Impor Migas
Saturday, 10 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengeluarkan aturan baru terkait lalu lintas...
Mendag Rachmat Gobel Perketat Ekspor-Impor Migas‏
Friday, 09 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel hari ini mengumumkan Peraturan Menteri...
Obligasi VS Deposito, Mana yang Menguntungkan?
Thursday, 08 January 2015

Jakarta, GATRAnews – Masih bingung mau berinvestasi dengan metode apa? Padahal niat dan nyali...
Telat Bayar Gaji Karena Adaptasi Pejabat Baru
Wednesday, 07 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta mengakui ada keterlambatan...
Ditegur Mendagri, Djarot: Saya Belum Baca Suratnya
Wednesday, 07 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan teguran kepada Pemerintah...

Kartini Sjahrir Bantah Pemalsuan Dokumen PIB

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Kartini Syahrir membantah telah terjadi pemalsuan surat-surat partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), sebelum partai itu melebur menjadi PKBIB yang dipimpin Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid.

Hal itu ditegaskan Kartini Sjahrir dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (16/11), menanggapi pengaduan mantan Sekjen Partai PIB Alex Messakh soal tuduhan pemalsuan surat-surat Partai PIB tertanggal 16 Juli 2012 yang ditujukan kepada Ketua Umum PKBIB Zannuba Arifah dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid.

Kartini Sjahrir adalah pemrakarsa, pendiri dan Ketua Umum Partai PIB (2007-2012). "Saudara Alex Messakh adalah Sekjen yang saya tunjuk langsung di bawah kepengurusan saya," katanya, sebagaimana dikutip Antara.

Dalam sejarah berdirinya Partai PIB, kata dia, Alex Messakh adalah Sekjen yang paling buruk performance-nya karena paling banyak menimbulkan masalah bagi kader-kader terbaik dan pengurus Partai PIB di daerah. "Laporan mengenai buruknya penanganan daerah oleh mantan Sekjen Alex Messakh, saya terima dari begitu banyak pengurus dan kader-kader partai terutama dalam periode 2011-2012, dimana saya sedang bertugas selaku Duta Besar LBBP RI," katanya.

 

Kader-kader terbaik Partai PIB yang langsung dididik dan dibesarkan oleh Dr Sjahrir (alm) dan yang berjuang sejak awal dengan Partai PIB telah dizalimi dan diperlakukan secara tidak adil oleh Alex Messakh. "Selaku Ketum dan pendiri Partai PIB, saya sangat prihatin dengan sepak terjang yang jauh dari patut dan tidak memberikan teladan bagi kader-kader Partai PIB," ucapnya. 

 

Oleh karena itu diputuskan sesudah Kongres Partai PIB tanggal 12 Juli 2012, dimana Partai PIB berubah nama menjadi PKBIB, Alex Messakh tidak akan dipertahankan lagi sebagai Sekjen. Bahkan yang bersangkutan tidak ditawarkan untuk duduk di pengurusan pusat PKBIB dan juga tidak sebagai anggota biasa PKBIB," katanya. Menurut dia, pengaduan yang dilakukan Alex Messakh perihal Ketum PKBIB Zannuba Arifah hanyalah akal-akalan semata yang sekaligus menunjukkan kualitas sifat buruk dari yang bersangkutan: tidak kesatria dan tidak ?legowo? menerima fakta bahwa yang bersangkutan tidak diharapkan dan diinginkan menjadi bagian dari Partai PIB dan yang sekarang adalah PKBIB. 

 

"Saya sampaikan dengan setulusnya. Sekali lagi, secara terbuka dan dengan rendah hati, saya minta maaf yang sedalam-dalamnya kepada Zannuba Arifah Ch. Abdurrachman Wahid dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid dan sekaligus kepada kader dan pengurus Partai PIB yang pernah dizalimi oleh mantan Sekjen Partai PIB. Bahwa pernah pada suatu ketika, saya salah memilih seorang Sekjen, yaitu Alex Messakh yang tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan akal sehat., saya mohon sekali lagi dimaafkan," katanya. 

 

Sekretaris Jenderal Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), Alexander Messakh melaporkan Yenny Wahid dan Imron Rosyadi Hamid terkait dugaan pemalsuan surat ke Polda Metro Jaya, 14 Novemver 2012. "Yenny Wahid mengatasnamakan Ketua Umum Partai PIB menandatangani surat permohonan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)," kata pengacara Alexander Messakh, Roder Nababan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu. 

 

Roder mengatakan Yenny Wahid tidak tercantum sebagai Ketua Umum dan Imron Rosyadi Hamid juga bukan Sekjen Partai PIB. Keduanya tidak berhak menandatangani surat Partai PIB Nomor 64/7/Surat-Partai PIB/DPN/2012 tertanggal 16 Juli 2012. Surat tersebut mengenai permohonan perubahan AD/ART, lambang, nama partai dan susunan kepengurusan yang diserahkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemekumham). 

 

Menurut Roder, pihak yang berhak menandatangani surat permohonan ke Kemenkumham, yakni Nurmala Kartini Sjahrir sebagai Ketua Umum dan Alexander Messakh menjabat Sekjen Partai PIB. "Jangankan pengurus, Yenny Wahid dan Imron Rosyadi tidak tercatat sebagai anggota Partai PIB," ujar Roder. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?