GATRANEWS

Melunak, Ahok Bantah Lobi DPP Nasdem
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menginstruksikan kadernya di DPRD DKI...
Lunasi Tunggakan Pajak Sebelum 1 Januari 2016, Pemerintah Hapus Denda!
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja menerbitkan peraturan tentang...
Pengusul Hak Angket Bantah Makzulkan Ahok
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Rapat paripurna untuk menentukan nasib hak angket bagi Gubernur Basuki Tjahaja...
Djarot: Tidak Ada Pembatalan TKD Dinamis
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat menegaskan tidak akan mencabut penerapan...
KKP Tegaskan Larangan Transhipment di Tengah Laut
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah kembali menegaskan komitmen untuk tetap melarang bongkar muat ikan...
Produk Tinta Printer Paling Banyak Dipalsukan
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan (MIAP) menyampaikan perkembangan terbaru...
Potensi Kerugian Negara Akibat Pemalsuan Capai Rp 65,21 Trilyun
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Indonesia Anti-Pemalsuan (MIAP) menyatakan bahwa bersama dengan...
Ini Teguran Menteri Yuddy untuk Ahok
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menerapkan tunjangan kinerja daerah (TKD) Dinamis sangat tinggi, Pemerintah...
Ditegur Menteri, Kebijakan TKD Ahok Jalan Terus
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menerapkan tunjangan kinerja daerah (TKD) Dinamis sangat tinggi, Gubernur DKI...
IBPA Luncurkan Aplikasi TheNewBIPS
Tuesday, 24 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) atau Indonesia Bond Pricing Agency...
Komisi III: Kembalikan Saja Surat Presiden Jokowi Soal Calon Kapolri Baru
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo telah mengirim surat ke anggota DPR terkait dengan...
Pengamat: Pergantian BG Jadi Calon Kapolri Bisa Tuai Polemik Presiden-DPR‏
Wednesday, 18 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo memang telah membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan...
Tak Hadir Sidang Mahkamah Partai, Kubu Ical Beralasan Sedang Kumpulkan Bukti
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kubu Aburizal Bakrie tak menghadiri sidang kedua Mahkamah Partai Golkar yang...
Gerindra: Samad Tersangka, Cermin Pimpinan KPK Bobrok
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews- Penetapan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad sebagai...
Abraham Jadi Tersangka, Fadli Zon Sarankan Jokowi Cepat Ganti Pimpinan KPK
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua KPK Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka pemalsuan dokumen oleh...
Ruhut: Presiden Harus Segera Keluarkan Perppu Pergantian Pimpinan KPK
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews- Komisi III DPR mendesak Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan Perppu...
Impeachment Ahok, Layu di Tengah Jalan
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta melunak soal kisruh APBD tahun 2015 setelah mendapat ancaman...
Ancaman Balik Ahok untuk Wakil Rakyat
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali berseteru dengan DPRD DKI...
Tjahjo: Saya Tak Pernah Bertemu 4 Mata dengan Samad
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi III DPR hari ini memanggil Mendagri Tjahjo Kumolo dan Sekretaris...
Ketua DPRD Bantah Sebagai Kacung Ahok
Friday, 13 February 2015

Jakarta, GATRAnews - DPRD DKI Jakarta kembali berseteru dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama...

Kartini Sjahrir Bantah Pemalsuan Dokumen PIB

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Kartini Syahrir membantah telah terjadi pemalsuan surat-surat partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), sebelum partai itu melebur menjadi PKBIB yang dipimpin Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid.

Hal itu ditegaskan Kartini Sjahrir dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (16/11), menanggapi pengaduan mantan Sekjen Partai PIB Alex Messakh soal tuduhan pemalsuan surat-surat Partai PIB tertanggal 16 Juli 2012 yang ditujukan kepada Ketua Umum PKBIB Zannuba Arifah dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid.

Kartini Sjahrir adalah pemrakarsa, pendiri dan Ketua Umum Partai PIB (2007-2012). "Saudara Alex Messakh adalah Sekjen yang saya tunjuk langsung di bawah kepengurusan saya," katanya, sebagaimana dikutip Antara.

Dalam sejarah berdirinya Partai PIB, kata dia, Alex Messakh adalah Sekjen yang paling buruk performance-nya karena paling banyak menimbulkan masalah bagi kader-kader terbaik dan pengurus Partai PIB di daerah. "Laporan mengenai buruknya penanganan daerah oleh mantan Sekjen Alex Messakh, saya terima dari begitu banyak pengurus dan kader-kader partai terutama dalam periode 2011-2012, dimana saya sedang bertugas selaku Duta Besar LBBP RI," katanya.

 

Kader-kader terbaik Partai PIB yang langsung dididik dan dibesarkan oleh Dr Sjahrir (alm) dan yang berjuang sejak awal dengan Partai PIB telah dizalimi dan diperlakukan secara tidak adil oleh Alex Messakh. "Selaku Ketum dan pendiri Partai PIB, saya sangat prihatin dengan sepak terjang yang jauh dari patut dan tidak memberikan teladan bagi kader-kader Partai PIB," ucapnya. 

 

Oleh karena itu diputuskan sesudah Kongres Partai PIB tanggal 12 Juli 2012, dimana Partai PIB berubah nama menjadi PKBIB, Alex Messakh tidak akan dipertahankan lagi sebagai Sekjen. Bahkan yang bersangkutan tidak ditawarkan untuk duduk di pengurusan pusat PKBIB dan juga tidak sebagai anggota biasa PKBIB," katanya. Menurut dia, pengaduan yang dilakukan Alex Messakh perihal Ketum PKBIB Zannuba Arifah hanyalah akal-akalan semata yang sekaligus menunjukkan kualitas sifat buruk dari yang bersangkutan: tidak kesatria dan tidak ?legowo? menerima fakta bahwa yang bersangkutan tidak diharapkan dan diinginkan menjadi bagian dari Partai PIB dan yang sekarang adalah PKBIB. 

 

"Saya sampaikan dengan setulusnya. Sekali lagi, secara terbuka dan dengan rendah hati, saya minta maaf yang sedalam-dalamnya kepada Zannuba Arifah Ch. Abdurrachman Wahid dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid dan sekaligus kepada kader dan pengurus Partai PIB yang pernah dizalimi oleh mantan Sekjen Partai PIB. Bahwa pernah pada suatu ketika, saya salah memilih seorang Sekjen, yaitu Alex Messakh yang tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan akal sehat., saya mohon sekali lagi dimaafkan," katanya. 

 

Sekretaris Jenderal Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), Alexander Messakh melaporkan Yenny Wahid dan Imron Rosyadi Hamid terkait dugaan pemalsuan surat ke Polda Metro Jaya, 14 Novemver 2012. "Yenny Wahid mengatasnamakan Ketua Umum Partai PIB menandatangani surat permohonan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)," kata pengacara Alexander Messakh, Roder Nababan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu. 

 

Roder mengatakan Yenny Wahid tidak tercantum sebagai Ketua Umum dan Imron Rosyadi Hamid juga bukan Sekjen Partai PIB. Keduanya tidak berhak menandatangani surat Partai PIB Nomor 64/7/Surat-Partai PIB/DPN/2012 tertanggal 16 Juli 2012. Surat tersebut mengenai permohonan perubahan AD/ART, lambang, nama partai dan susunan kepengurusan yang diserahkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemekumham). 

 

Menurut Roder, pihak yang berhak menandatangani surat permohonan ke Kemenkumham, yakni Nurmala Kartini Sjahrir sebagai Ketua Umum dan Alexander Messakh menjabat Sekjen Partai PIB. "Jangankan pengurus, Yenny Wahid dan Imron Rosyadi tidak tercatat sebagai anggota Partai PIB," ujar Roder. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?