GATRANEWS

SDA Ambil Alih Seluruh Kepengurusan PPP
Saturday, 19 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ditengah kisruh kepengurusan dan bergulirnya rapat pimpinan nasional...
Sekjen PPP Bantah Ada SK Pemecatan di Partainya
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - DPP Partai Persatuan Pembangunan membantah telah memecat Wakil Ketua Umumnyan...
Salah Coblos, 100 Pemilih Minta Pencoblosan Ulang
Thursday, 10 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 100 pemilih di Polowali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), meminta...
Ribuan Napi Polda Metro Jaya Tetap Nyoblos Pemilu 2014
Wednesday, 09 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014, Rabu (9/4) tadi tidak hanya...
PDI-P Unggul Sementara di TPS 'Jokowi', Menteng
Wednesday, 09 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Tempat pemungutan suara kini sudah mulai melakukan penghitungan surat suara. Di...
Surat Suara di KBRI Singapura Dikawal Personil dari Mabes Polri
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pencoblosan yang dilakukan di 36 TPS di KBRI Singapura, Minggu (6/4),...
WNI di Jerman Nyoblos
Sunday, 06 April 2014

London, GATRAnews - Warga negara Indonesia di Jerman, di bawah koordinasi duta besar RI untuk...
Penghitungan Suara dari LN Dilakukan Pada 9 April
Tuesday, 01 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Penghitungan surat suara yang tercoblos di tempat pemungutan suara luar negeri...
WNI di Tiongkok Hari Ini Nyoblos
Sunday, 30 March 2014

Beijing, GATRAnews - Warga Negara Indonesia (WNI) di Cina/Tiongkok, pada Minggu pagi (30/3), mulai...
Pasek Desak Dewan Kehormatan Demokrat Periksa Syarief dan Ibas
Wednesday, 22 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrat yang baru dicopot, Gede Pasek Suardika, telah...
Pasek Nilai Pemecatannya oleh Demokrat, Cacat
Wednesday, 22 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengatakan bahwa dirinya sudah...
Jual Nama Gus Dur, Caleg PKB Disebut Munafik
Wednesday, 25 December 2013

Jakarta, GATRAnews - Putri sulung mendiang Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Zanuba...
Yenny: Dinasti Ratu Atut ''Abuse of Power''
Tuesday, 24 December 2013

Jakarta, GATRAnews - Direktur Wahid Instute, Yenny Zanuba Wahid alias Yenny Wahid menuturkan,...
PPP Walk Out Bukan Karena Lulung vs Ahok
Monday, 02 September 2013

  Jakarta, GATRAnews - Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPRD DKI Jakarta, Matnoor...
Mahfudz Siddiq: Surat Pemecatan PKS Sejak Jumat Akan Dikirim
Wednesday, 12 June 2013

JAKARTA, GATRAnews - Informasi bahwa PKS akan dikeluarkan dari koalisi atau Sekertariat Gabungan...
Fahri Hamzah: PKS Dikeluarkan Dari Koalisi
Wednesday, 12 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan sudah dikeluarkan dari koalisi....
PKS Belum Tolak Kenaikan Harga BBM
Monday, 03 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah telah menolak kenaikan Harga Bahan...
Timwas Century: Dokumen yang Disembunyikan BI Diserahkan ke KPK
Friday, 31 May 2013

Jakarta, GATRAnews - Mantan dan anggota Tim Pengawas Bank Century DPR RI mengaku telah menyampaikan...
Hari Kartini Momentum DCS 30% Perempuan
Sunday, 21 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yakin, melalui upaya politik...
SBY: Yenny Wahid Tak Harapkan Posisi Tertentu
Thursday, 18 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Pemberitaan tentang Ketua Umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB)...

Kartini Sjahrir Bantah Pemalsuan Dokumen PIB

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Kartini Syahrir membantah telah terjadi pemalsuan surat-surat partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), sebelum partai itu melebur menjadi PKBIB yang dipimpin Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid.

Hal itu ditegaskan Kartini Sjahrir dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (16/11), menanggapi pengaduan mantan Sekjen Partai PIB Alex Messakh soal tuduhan pemalsuan surat-surat Partai PIB tertanggal 16 Juli 2012 yang ditujukan kepada Ketua Umum PKBIB Zannuba Arifah dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid.

Kartini Sjahrir adalah pemrakarsa, pendiri dan Ketua Umum Partai PIB (2007-2012). "Saudara Alex Messakh adalah Sekjen yang saya tunjuk langsung di bawah kepengurusan saya," katanya, sebagaimana dikutip Antara.

Dalam sejarah berdirinya Partai PIB, kata dia, Alex Messakh adalah Sekjen yang paling buruk performance-nya karena paling banyak menimbulkan masalah bagi kader-kader terbaik dan pengurus Partai PIB di daerah. "Laporan mengenai buruknya penanganan daerah oleh mantan Sekjen Alex Messakh, saya terima dari begitu banyak pengurus dan kader-kader partai terutama dalam periode 2011-2012, dimana saya sedang bertugas selaku Duta Besar LBBP RI," katanya.

 

Kader-kader terbaik Partai PIB yang langsung dididik dan dibesarkan oleh Dr Sjahrir (alm) dan yang berjuang sejak awal dengan Partai PIB telah dizalimi dan diperlakukan secara tidak adil oleh Alex Messakh. "Selaku Ketum dan pendiri Partai PIB, saya sangat prihatin dengan sepak terjang yang jauh dari patut dan tidak memberikan teladan bagi kader-kader Partai PIB," ucapnya. 

 

Oleh karena itu diputuskan sesudah Kongres Partai PIB tanggal 12 Juli 2012, dimana Partai PIB berubah nama menjadi PKBIB, Alex Messakh tidak akan dipertahankan lagi sebagai Sekjen. Bahkan yang bersangkutan tidak ditawarkan untuk duduk di pengurusan pusat PKBIB dan juga tidak sebagai anggota biasa PKBIB," katanya. Menurut dia, pengaduan yang dilakukan Alex Messakh perihal Ketum PKBIB Zannuba Arifah hanyalah akal-akalan semata yang sekaligus menunjukkan kualitas sifat buruk dari yang bersangkutan: tidak kesatria dan tidak ?legowo? menerima fakta bahwa yang bersangkutan tidak diharapkan dan diinginkan menjadi bagian dari Partai PIB dan yang sekarang adalah PKBIB. 

 

"Saya sampaikan dengan setulusnya. Sekali lagi, secara terbuka dan dengan rendah hati, saya minta maaf yang sedalam-dalamnya kepada Zannuba Arifah Ch. Abdurrachman Wahid dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid dan sekaligus kepada kader dan pengurus Partai PIB yang pernah dizalimi oleh mantan Sekjen Partai PIB. Bahwa pernah pada suatu ketika, saya salah memilih seorang Sekjen, yaitu Alex Messakh yang tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan akal sehat., saya mohon sekali lagi dimaafkan," katanya. 

 

Sekretaris Jenderal Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), Alexander Messakh melaporkan Yenny Wahid dan Imron Rosyadi Hamid terkait dugaan pemalsuan surat ke Polda Metro Jaya, 14 Novemver 2012. "Yenny Wahid mengatasnamakan Ketua Umum Partai PIB menandatangani surat permohonan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)," kata pengacara Alexander Messakh, Roder Nababan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu. 

 

Roder mengatakan Yenny Wahid tidak tercantum sebagai Ketua Umum dan Imron Rosyadi Hamid juga bukan Sekjen Partai PIB. Keduanya tidak berhak menandatangani surat Partai PIB Nomor 64/7/Surat-Partai PIB/DPN/2012 tertanggal 16 Juli 2012. Surat tersebut mengenai permohonan perubahan AD/ART, lambang, nama partai dan susunan kepengurusan yang diserahkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemekumham). 

 

Menurut Roder, pihak yang berhak menandatangani surat permohonan ke Kemenkumham, yakni Nurmala Kartini Sjahrir sebagai Ketua Umum dan Alexander Messakh menjabat Sekjen Partai PIB. "Jangankan pengurus, Yenny Wahid dan Imron Rosyadi tidak tercatat sebagai anggota Partai PIB," ujar Roder. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?