GATRANEWS

Jokowi Segera Layangkan Surat Pengunduran Diri
Friday, 22 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak seluruh gugatan sengketa pilpres 2014 yang...
Rachmawati Soekarnoputri: Pilpres 2014 Penuh Grand Design Asing
Wednesday, 06 August 2014

Jakarta, GATRAnews-Rachmawati Sokarnoputri menuding pemilihan presiden (Pilpres) 2014 sarat dengan...
Rachmawati Soekarnoputri: Pernyataan Rio Capella Bohong Besar!
Wednesday, 06 August 2014

Jakarta, GATRAnews-Rachmawati Soekarnoputri angkat bicara terkait pemecatan dirinya dari Partai...
IPW: Pelaku Pemalsu Situs Berita Pendukung Salah Satu Capres‏
Friday, 01 August 2014

Jakarta, GATRAnews- Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menilai kasus...
Prabowo Tempuh Jalur Hukum, Bawa ''1 Juta Dokumen''
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Capres Prabowo Subianto dan cawapres Hatta Rajasa mendatangi Mahkamah...
Surat Palsu Kawan Jokowi Buat Perkeruh Suasana
Monday, 14 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Kawan Jokowi, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa surat yang...
Jokowi-JK Sementara Ungguli Prabowo-Hatta di Arab Saudi
Thursday, 10 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) untuk sementara menggungguli...
Hari Nyoblos 9 Juli Buruh Libur, atau Mendapat Upah Kerja Lembur
Tuesday, 08 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah menetapkan hari pemungutan suara alias pencoblosan calon...
Ratusan WNI di Austria dan Slovenia Nyoblos di KBRI/PTRI
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) di Austria dan Slovenia telah memberikan...
WNI di Beijing Sudah Nyoblos, Minggu
Monday, 07 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) di Beijing berbondong-bondong menuju...
22 Ribu Orang Nyoblos di KBRI Singapura
Monday, 07 July 2014

Singapura, GATRAnews - Sebanyak 22.266 warga negara Indonesia (WNI) di Singapura, antusias...
Sebanyak 8.990 WNI di Malaysia Mencoblos
Sunday, 06 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 8.990 Warga Negara Indonesia (WNI) di Kuala Lumpur, negeri jiran...
Remotivi Desak Stasiun TV Pemihak Capres Diberi Sanksi
Saturday, 05 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Remotivi medesak sejumlah lembaga negara segera menindak stasiun televisi yang...
Aktivis Korban Penculikan Berharap Pada Kemampuan JK Menyelesaikan Konflik‏
Saturday, 05 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan aktivis tahun 1998 menaruh harapan kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf...
Remotivi Desak Tindak Stasiun TV Pemihak Capres
Friday, 04 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Muhamad Heychael, Kordinator Divisi Penelitian Remotivi, medesak sejumlah...
Anak Petani Jawab Surat Terbuka Tasniem Rais
Sunday, 29 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Achmad Room Fitrianto, mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh program...
Poempida Sesalkan Jika Amien Rais yang Suruh Kampanye Negatif
Sunday, 29 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Poempida Hidayatulloh, juru bicara cawapres Jusuf Kalla (JK), menyayangkan...
Ridwan Saidi Sindir Wiranto Terkait Surat DKP Prabowo‏
Tuesday, 24 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Panglima ABRI Jenderal (Pur) Wiranto belum lama menyebut capres dari...
Mantan Wagub Prijanto Klaim Pernah Simpan Surat DKP Sebelum Diserahkan ke Wiranto‏
Monday, 23 June 2014

Jakarta, GATRAnews- Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto memberikan kesaksiannya atas...
Pengamat: Pernyataan Wiranto Tunjukkan Kegalauan Terhadap Jokowi-JK
Friday, 20 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Dewi Haroen, pengamat psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI)...

Kartini Sjahrir Bantah Pemalsuan Dokumen PIB

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) Kartini Syahrir membantah telah terjadi pemalsuan surat-surat partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), sebelum partai itu melebur menjadi PKBIB yang dipimpin Zannuba Arifah Chafsoh alias Yenny Wahid.

Hal itu ditegaskan Kartini Sjahrir dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (16/11), menanggapi pengaduan mantan Sekjen Partai PIB Alex Messakh soal tuduhan pemalsuan surat-surat Partai PIB tertanggal 16 Juli 2012 yang ditujukan kepada Ketua Umum PKBIB Zannuba Arifah dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid.

Kartini Sjahrir adalah pemrakarsa, pendiri dan Ketua Umum Partai PIB (2007-2012). "Saudara Alex Messakh adalah Sekjen yang saya tunjuk langsung di bawah kepengurusan saya," katanya, sebagaimana dikutip Antara.

Dalam sejarah berdirinya Partai PIB, kata dia, Alex Messakh adalah Sekjen yang paling buruk performance-nya karena paling banyak menimbulkan masalah bagi kader-kader terbaik dan pengurus Partai PIB di daerah. "Laporan mengenai buruknya penanganan daerah oleh mantan Sekjen Alex Messakh, saya terima dari begitu banyak pengurus dan kader-kader partai terutama dalam periode 2011-2012, dimana saya sedang bertugas selaku Duta Besar LBBP RI," katanya.

 

Kader-kader terbaik Partai PIB yang langsung dididik dan dibesarkan oleh Dr Sjahrir (alm) dan yang berjuang sejak awal dengan Partai PIB telah dizalimi dan diperlakukan secara tidak adil oleh Alex Messakh. "Selaku Ketum dan pendiri Partai PIB, saya sangat prihatin dengan sepak terjang yang jauh dari patut dan tidak memberikan teladan bagi kader-kader Partai PIB," ucapnya. 

 

Oleh karena itu diputuskan sesudah Kongres Partai PIB tanggal 12 Juli 2012, dimana Partai PIB berubah nama menjadi PKBIB, Alex Messakh tidak akan dipertahankan lagi sebagai Sekjen. Bahkan yang bersangkutan tidak ditawarkan untuk duduk di pengurusan pusat PKBIB dan juga tidak sebagai anggota biasa PKBIB," katanya. Menurut dia, pengaduan yang dilakukan Alex Messakh perihal Ketum PKBIB Zannuba Arifah hanyalah akal-akalan semata yang sekaligus menunjukkan kualitas sifat buruk dari yang bersangkutan: tidak kesatria dan tidak ?legowo? menerima fakta bahwa yang bersangkutan tidak diharapkan dan diinginkan menjadi bagian dari Partai PIB dan yang sekarang adalah PKBIB. 

 

"Saya sampaikan dengan setulusnya. Sekali lagi, secara terbuka dan dengan rendah hati, saya minta maaf yang sedalam-dalamnya kepada Zannuba Arifah Ch. Abdurrachman Wahid dan Sekjen PKBIB Imron Rosyadi Hamid dan sekaligus kepada kader dan pengurus Partai PIB yang pernah dizalimi oleh mantan Sekjen Partai PIB. Bahwa pernah pada suatu ketika, saya salah memilih seorang Sekjen, yaitu Alex Messakh yang tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan akal sehat., saya mohon sekali lagi dimaafkan," katanya. 

 

Sekretaris Jenderal Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB), Alexander Messakh melaporkan Yenny Wahid dan Imron Rosyadi Hamid terkait dugaan pemalsuan surat ke Polda Metro Jaya, 14 Novemver 2012. "Yenny Wahid mengatasnamakan Ketua Umum Partai PIB menandatangani surat permohonan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)," kata pengacara Alexander Messakh, Roder Nababan saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu. 

 

Roder mengatakan Yenny Wahid tidak tercantum sebagai Ketua Umum dan Imron Rosyadi Hamid juga bukan Sekjen Partai PIB. Keduanya tidak berhak menandatangani surat Partai PIB Nomor 64/7/Surat-Partai PIB/DPN/2012 tertanggal 16 Juli 2012. Surat tersebut mengenai permohonan perubahan AD/ART, lambang, nama partai dan susunan kepengurusan yang diserahkan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemekumham). 

 

Menurut Roder, pihak yang berhak menandatangani surat permohonan ke Kemenkumham, yakni Nurmala Kartini Sjahrir sebagai Ketua Umum dan Alexander Messakh menjabat Sekjen Partai PIB. "Jangankan pengurus, Yenny Wahid dan Imron Rosyadi tidak tercatat sebagai anggota Partai PIB," ujar Roder. (TMA)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?