GATRANEWS

MPR: Hukum Harus Berakal Sehat dan Berhati Nurani
Monday, 25 May 2015

Semarang, GATRAnews - Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Ahmad Basarah mengungkapkan keprihatinannya...
Yuddy Chrisnandi Ikhlas bila Kena Reshuffle Kabinet
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRANews - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi...
200 Penghuni Rusun Marunda Terancam Diusir Ahok
Monday, 25 May 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan Pemerintah Provinsi...
Habibie: Indonesia Saatnya Bangun PLTN
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan, teknologi Pembangkit Listrik Tenaga...
250 TKI di Jepang Dilatih Jadi Pengusaha‏
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 250 tenaga kerja Indonesia di Jepang dilatih untuk membuat...
Saleh Minta Kemensos Koordinasi Bulog untuk Antisipasi Beras Sintetis
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Sosial...
DKI Tata PKL Setu Babakan Seperti Lenggang Jakarta
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Sukses dengan Lenggang Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata...
Raperda Pelestarian Budaya Betawi Selesai 2015
Sunday, 24 May 2015

‎Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menargetkan Rancangan Peraturan...
Terkendala Lahan, DKI Masih Yakin MRT Tepat Waktu
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews -  Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau pembangunan moda...
Tiongkok Akan Bantu Tangani Kasus Beras Sintetis
Sunday, 24 May 2015

Boracay, GATRAnews - Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen, dalam pertemuan dengan...
Merawat Investor untuk Membangun Negeri
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Investor yang bergerak di bidang pertambangan seperti energi dan sumber daya...
DPRD: Bangun Sirkuit Baru Tanpa APBD
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana pembangunan sirkuit bertaraf internasional di Ibu Kota mendapat...
E.E. Mangindaan: Jangan Berhenti Sosialisasikan 4 Pilar
Sunday, 24 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua MPR RI, E.E. Mangindaan tak henti-hentinya berterima kasih kepada...
Menperin Dorong RAPP Ekspor Kertas Rp 40 Trilyun
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mendorong perusahaan berbasis agro...
Mendag: Tindak Tegas Pelaku Perdagangan Beras Sintetis
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan, pemerintah akan menindak tegas...
Pedagang Beras Cibinong Bantah Harga Beras Rp 6.500 Per Kg
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lina Husen, pemilik Toko Beras Teguh Jaya, di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor,...
APPSI: Beras Plastik Rugikan Pedagang Pasar Tradisional
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (Sekjen APPSI) mengatakan, peredaran beras...
Bulog Punya Standar Keamanan Beras
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Urusan Logistik (Bulog) menyatakan sudah memiliki satu standar untuk...
P2HP Tuding Pengadilan Perikanan Tidak Serius Berantas IUU Fishing
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Kementerian...
Kementan: Perlu Pembenahan Setelah Kasus Beras Plastik
Saturday, 23 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian...

Hanura Soal Kualitas Caleg Perempuan

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai, permasalahan keterwakilan 30% calon legislatif (Caleg) adalah kualitas Caleg perempuan itu sendiri, bukan masalah pemenuhan syarat 30% keterwakilannya, karena semua partai politik bisa memenuhinya. "Saya kira semua partai politik untuk memenuhi kuantitas kuota 30% perempuan tidak akan ada masalah, termasuk Hanura," kata Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin di Jakarta, Selasa, (2/4).

 

Permasalahan justru kualitas Caleg perempuan itu sendiri, terutama di tingkat kabupaten, apalagi di daerah terpencil, minat perempuan untuk menjadi Caleg masih sangat rendah. Akibatnya, imbuh dia, untuk memenuhi kuantitas dan aturan yang berlaku, maka partai melakukan rekrutmen asal 'comot', tanpa memperhatikan kualitas Caleg perempuan tersebut. "Bisa dibayangkan, tiba-tiba pada Pemilu nanti, justru mereka yang terpilih karena sistemnya terbuka, maka produk yang dihasilkan di parlemen pun tentu kualitasnya akan menurun pula," paparnya.

 

Atas dasar itu, Saleh menilai jangan disamaratakan dalam penetapan minat Caleg perempuan di setiap daerah. Pasalnya, minat perempaun menjadi Caleg masih minim, terutama di daerah atau kabupaten terpencil. "Jadi, jangan kita sama ratakan semua daerah, sama minat perempuan yang mau jadi Caleg. Coba lihat terutama kabupaten-kabupaten terpencil. Sekaranng yang mau kita kedepankan kuantitas atau kualitasnya?" cetusnya.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?