GATRANEWS

LSN: Poros Tengah Terkendala Tiga Hal
Saturday, 19 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Survei Nasional (LSN) menilai, koalisi "poros tengah" yang digagas...
Amien Rais: Partai Islam Harus Bentuk Koalisi 'Indonesia Raya'
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua  MPR Amien Rais menghadiri pertemuan tertutup yang digagas...
Muncul Gerakan Koalisi Umat Islam Desak Parpol Islam Bersatu
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Wacana terbentuknya koalisi partai Islam tampaknya akan segera terwujud....
Sekjen PPP Bantah Ada SK Pemecatan di Partainya
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - DPP Partai Persatuan Pembangunan membantah telah memecat Wakil Ketua Umumnyan...
Pengamat: Jokowi Tak Sanggup Bagi Waktu untuk Jakarta‏
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio meragukan kemampuan Gubernur DKI...
Pengamat: Saya Bangga Jokowi Jika Mundur‏
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio meminta capres PDI Perjuangan Joko...
''Raisopopo'' Sajak Terbaru Fadli Zon Sindir Jokowi‏!
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kembali membuat sajak yang bernada...
Jokowi Punya Projo, Prabowo-Hatta Rajasa Punya Praja
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Kondisi politik di Tanah Air mulai memanas pasca-Pemilihan legislatif (Pileg) 9...
''Jokowi Effect'' yang Tidak ''Ngefek''
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Walaupun calon presiden (capres) PDI Perjuangan, Joko Widodo tidak pernah...
Jokowi: Tak Ada Koalisi Tak Ada Dagang Sapi
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi Selasa malam ini, Calon Presiden...
Puan Yakin PDIP Dapat Tambahan Suara
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengaku...
Pertemuan Jokowi - Dubes Amerika akan Wujudkan Capres Boneka
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat Politik Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menilai pertemuan...
Demokrat Kunci Koalisi Gerindra atau Golkar
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Demokrat bisa menjadi faktor kunci koalisi antara Partai Gerindra atau...
Pengamat: SBY Bisa Jadi Pelumas Prabowo di Pilpres 2014
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Partai politik peserta pemilihan umum kini terus intens menjalin komunikasi...
Yahukimo Gelar Pemilu Hari Ini
Tuesday, 15 April 2014

Jayapura, GATRAnews - Sebanyak 25.818 warga di lima distrik di Kabupaten Yahukimo, Papua, baru bisa...
Duet Jokowi-JK Buka Peluang Koalisi PDIP-Golkar di Parlemen
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Duet Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), pada pemilihan umum presiden...
Ini Alasan Kenapa Banyak Pimpinan Partai Ragu Berkoalisi dengan PDIP
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat politik dari Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat...
Ruhut: Jokowi Bisa Stres Berpasangan dengan JK
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Juru bicara partai Demokrat Ruhut Sitompul berkomentar mengenai wacana duet...
Telkom Resmi Luncurkan Brazil 11 Winners
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) memberikan kesempatan kepada 11...
Gerinda Galang Koalisi 'Tenda Besar', Untuk Menangkan Pilpres‏
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil ketua Umum partai Gerindra, Fadli Zon menegaskan pihaknya ingin...

Hanura Soal Kualitas Caleg Perempuan

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai, permasalahan keterwakilan 30% calon legislatif (Caleg) adalah kualitas Caleg perempuan itu sendiri, bukan masalah pemenuhan syarat 30% keterwakilannya, karena semua partai politik bisa memenuhinya. "Saya kira semua partai politik untuk memenuhi kuantitas kuota 30% perempuan tidak akan ada masalah, termasuk Hanura," kata Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin di Jakarta, Selasa, (2/4).

 

Permasalahan justru kualitas Caleg perempuan itu sendiri, terutama di tingkat kabupaten, apalagi di daerah terpencil, minat perempuan untuk menjadi Caleg masih sangat rendah. Akibatnya, imbuh dia, untuk memenuhi kuantitas dan aturan yang berlaku, maka partai melakukan rekrutmen asal 'comot', tanpa memperhatikan kualitas Caleg perempuan tersebut. "Bisa dibayangkan, tiba-tiba pada Pemilu nanti, justru mereka yang terpilih karena sistemnya terbuka, maka produk yang dihasilkan di parlemen pun tentu kualitasnya akan menurun pula," paparnya.

 

Atas dasar itu, Saleh menilai jangan disamaratakan dalam penetapan minat Caleg perempuan di setiap daerah. Pasalnya, minat perempaun menjadi Caleg masih minim, terutama di daerah atau kabupaten terpencil. "Jadi, jangan kita sama ratakan semua daerah, sama minat perempuan yang mau jadi Caleg. Coba lihat terutama kabupaten-kabupaten terpencil. Sekaranng yang mau kita kedepankan kuantitas atau kualitasnya?" cetusnya.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?