GATRANEWS

Poempida: Golkar di Persimpangan
Wednesday, 30 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Terpilihnya Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) kian membuat Partai Golongan...
Jokowi Terus Rayu Partai di Koalisi Merah Putih
Wednesday, 30 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden terpilih periode 2014-2019, Joko Widodo kembali mengajak...
Fadel: Munas Luar Biasa, Tidak Bisa!
Tuesday, 29 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad tak sependapat dengan sejumlah...
Fadel: Desakan Munas Agar Golkar Turut Rembuk di Kabinet
Tuesday, 29 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad membenarkan adanya keinginan...
Jokowi Berlebaran Terakhir di Balai Kota DKI
Monday, 28 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Joko Widodo (Jokowi) merayakan Idul Fitri 1435 Hijriah bersama keluarga besar...
Pemecatan Elsa Syarief Karena Dukung Prabowo dan Terlalu ''Vokal''
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Saleh Husin, di Jakarta, Minggu...
PPP Dukung Prabowo-Hatta Ajukan Gugatan ke MK
Saturday, 26 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy (Rommy),...
Buka Puasa Bersama Jokowi, Bayu Krisnamurthi Ditawari Jadi Mentan?
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengakui diundang buka puasa...
Hanura: Kabinet Jokowi-JK Harus Diisi Kalangan Profesional
Friday, 25 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mendatang harus diisi...
Pesan Hasyim Muzadi untuk Presiden dan Wapres Terpilih
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Indonesia saat ini, dibutuhkan...
The Jokowi Watch: Rencana Jokowi Buka Kantor Transisi Cara Berdemokrasi
Thursday, 24 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Penelitian The Jokowi Watch menilai, rencana calon presiden terpilih...
PDI Perjuangan Ajak Masyarakat Awasi Kinerja Jokowi-JK
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PDI Perjuangan mengajak masyarakat mengawasi kinerja presiden dan wakil...
Asosiasi Dosen Desak Presiden RI Ambil Tindakan Hukum dan Politik Terkai Pilpres 2014
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) menilai penyelenggaraan pemilu 2014 dipenuhi...
Ikuti Gerindra, Ahok Tolak Ucapkan Selamat ke Jokowi
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjhaja Purnama menolak...
Jokowi Menang, Golkar "Digoyang"
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Poros Muda Indonesia dan kader Muda Partai Golkar mendesak Aburizal Bakrie...
Pengamat: Prabowo Tak Dewasa Hadapi Hasil Pilpres
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Akademisi dari Fisip Universitas Airlangga, Surabaya, Haryadi, mengatakan...
Spanduk "Hanya Satu Kata, Prabowo Presidenku!" di DPP PAN
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Selembar spanduk terbentang di pagar Kantor DPP Partai Amanat Nasional (Rumah...
Jokowi: Pemilu Ini Paling Transparan
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, pelaksanaan pemilihan umum...
Hatta Rajasa Masih Galau!
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Keberadaan Hatta Rajasa masih menjadi tanda tanya. Calon wakil presiden nomor...
Ini Translasi Pidato Prabowo Mundur dari Proses Pilpres
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketika proses perhitungan masih berlangsung di KPU, ketika perdebatan soal...

Hanura Soal Kualitas Caleg Perempuan

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai, permasalahan keterwakilan 30% calon legislatif (Caleg) adalah kualitas Caleg perempuan itu sendiri, bukan masalah pemenuhan syarat 30% keterwakilannya, karena semua partai politik bisa memenuhinya. "Saya kira semua partai politik untuk memenuhi kuantitas kuota 30% perempuan tidak akan ada masalah, termasuk Hanura," kata Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin di Jakarta, Selasa, (2/4).

 

Permasalahan justru kualitas Caleg perempuan itu sendiri, terutama di tingkat kabupaten, apalagi di daerah terpencil, minat perempuan untuk menjadi Caleg masih sangat rendah. Akibatnya, imbuh dia, untuk memenuhi kuantitas dan aturan yang berlaku, maka partai melakukan rekrutmen asal 'comot', tanpa memperhatikan kualitas Caleg perempuan tersebut. "Bisa dibayangkan, tiba-tiba pada Pemilu nanti, justru mereka yang terpilih karena sistemnya terbuka, maka produk yang dihasilkan di parlemen pun tentu kualitasnya akan menurun pula," paparnya.

 

Atas dasar itu, Saleh menilai jangan disamaratakan dalam penetapan minat Caleg perempuan di setiap daerah. Pasalnya, minat perempaun menjadi Caleg masih minim, terutama di daerah atau kabupaten terpencil. "Jadi, jangan kita sama ratakan semua daerah, sama minat perempuan yang mau jadi Caleg. Coba lihat terutama kabupaten-kabupaten terpencil. Sekaranng yang mau kita kedepankan kuantitas atau kualitasnya?" cetusnya.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?