GATRANEWS

Ical: Golkar Siap Dukung Jokowi di Pemerintahan‏
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menjelaskan akan mendukung...
Fadli Zon: Menteri Dipilih Presiden Atau KPK?
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik langkah Presiden Joko...
Wiranto Yakin KMP dan KIH Kini Telah Bersatu
Monday, 20 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Ketua Umum Partai Hanura Wiranto menganggap saat ini sudah tidak ada lagi...
Ahmad Yani: PPP Kian Dekat ke KIH
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian dekat, dan mengisyaratkan akan merapat...
Yani: PPP "Arenanya" di Parlemen
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Majelis Pakar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani...
Demokrat: Jokowi Cuma ''Petugas Partai'', Tak Leluasa Ambil Kebijakan‏
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menilai...
Pengamat: SBY Sudah Bangun Kekuatan Militer, Tapi Masih Kurang‏
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Pengamat militer Pambudidoyo menilai pembangunan kekuatan militer di era...
Ini Himbauan ICW kepada Jokowi-JK ketika Memilih Menteri
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Indonesia Corruption Watch (ICW) berharap Presiden terpilih Joko Widodo...
Ahmad Yani: Pertemuan dengan Jokowi Bukan dari PPP Kubu SDA
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan antara Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair (Mbah Moen) dan...
Ahmad Yani: SDA Masih Ketua Umum PPP
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ahmad Yani, Sekretaris Majelis Pakar Partai Persatuan Pembangunan (PPP),...
Pengamat: Posisi Menteri Luar Negeri Harus dari Kalangan Muda
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Pengamat Politik Luar Negeri, Tengku Reza Syah, menyarankan jika presiden...
Menpora Award, Indonesia Youth Interior Design Competition
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Kemenpora akan memberikan penghargaan berupa Menpora Award pada ajang...
Penghargaan untuk Tinton Suprapto
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Menpora Roy Suryo Hari Rabu (15/10) siang di Media Center Kemenpora memberi...
Prabowo Dukung Jokowi Tapi Siap Memberikan Kritik
Friday, 17 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Prabowo Subianto akhirnya memberikan ucapan selamat kepada Joko Widodo...
Demokrat: #TerimakasihSBY Bentuk Apresiasi Rakyat Kepada SBY‏
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Belakangan ini beredar spanduk yang berisi ucapan terima kasih kepada Presiden...
Ical: Partai Golkar Bukan Banci
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan akan berada di luar...
Demokrat: SBY Diserang Kelompok Politis‏ Soal UU Pilkada
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat menjadi objek yang...
Aksi ''Walk Out'' di Paripurna UU Pilkada karena Demokrat Sudah ''All Out‏''
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ramadhan Pohan...
Menpora Lepas Atlet Difabel ke Incheon
Thursday, 16 October 2014

Tangerang, GATRAnews – Hari Selasa (14/10) malam Menpora Roy Suryo didampingi Deputi V Kemenpora...
Lomba Kuliner di Rutan Pondok Bambu
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda bekerja sama dengan Palmy...

Hanura Soal Kualitas Caleg Perempuan

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai, permasalahan keterwakilan 30% calon legislatif (Caleg) adalah kualitas Caleg perempuan itu sendiri, bukan masalah pemenuhan syarat 30% keterwakilannya, karena semua partai politik bisa memenuhinya. "Saya kira semua partai politik untuk memenuhi kuantitas kuota 30% perempuan tidak akan ada masalah, termasuk Hanura," kata Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin di Jakarta, Selasa, (2/4).

 

Permasalahan justru kualitas Caleg perempuan itu sendiri, terutama di tingkat kabupaten, apalagi di daerah terpencil, minat perempuan untuk menjadi Caleg masih sangat rendah. Akibatnya, imbuh dia, untuk memenuhi kuantitas dan aturan yang berlaku, maka partai melakukan rekrutmen asal 'comot', tanpa memperhatikan kualitas Caleg perempuan tersebut. "Bisa dibayangkan, tiba-tiba pada Pemilu nanti, justru mereka yang terpilih karena sistemnya terbuka, maka produk yang dihasilkan di parlemen pun tentu kualitasnya akan menurun pula," paparnya.

 

Atas dasar itu, Saleh menilai jangan disamaratakan dalam penetapan minat Caleg perempuan di setiap daerah. Pasalnya, minat perempaun menjadi Caleg masih minim, terutama di daerah atau kabupaten terpencil. "Jadi, jangan kita sama ratakan semua daerah, sama minat perempuan yang mau jadi Caleg. Coba lihat terutama kabupaten-kabupaten terpencil. Sekaranng yang mau kita kedepankan kuantitas atau kualitasnya?" cetusnya.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?