GATRANEWS

Gangguan Sinyal KRL Karena Haji Lulung
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Hastag #SaveHajiLulung yang mendunia menjadi pelipur lara bagi penumpang...
BI: Stabilitas Ekonomi Makro Masih Terjaga
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menegaskan, fundamental dan...
Nasir Djamil Usulkan Seleksi Kapolri Digelar Lebih Lama
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil mengusulkan agar proses seleksi (fit and...
ESDM: Pertamina Bisa Kelola Blok Mahakam
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menyatakan, sekitar 20%...
PNM dan Bank Sulselbar Perkuat Kerja Sama Pemberdayaan UMKM
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Sulselbar dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM memperkuat...
Pemerintah Siap Audit Izin Kapal Eks Asing
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menerbitkan Peraturan Menteri...
Kadin: Rupiah Melemah, Pemerintah Harus Jaga Fundamental Ekonomi
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Tenaga Kerja, Benny Soetrisno, yang juga...
Jokowi Ajak Petani Semangat Produksi Beras
Friday, 06 March 2015

Ponorogo, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah tidak akan...
Pangsa Pasar Drone di Indonesia Cukup Potensial
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pangsa pasar drone (pesawat tanpa awak) di Indonesia diprediksi akan terus...
Pemerintah Tidak Khawatirkan Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dinilai...
Politisi PKS: Jangan Cap Deny Indrayana sebagai Koruptor
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboebakar Alhabsy mengingatkan semua...
Haji Lulung Dibully di Sosmed, PPP Prihatin
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana (Haji Lulung) di-bully di media...
PGN Bukukan Pendapatan Bersih US$ 3,41 Milyar di 2014
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sepanjang 2014 membukukan pendapatan bersih...
70 Ribu PNS Jakarta Masuk BPJS Ditanggung APBD
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Lebih dari 70 ribu pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta masuk dalam Badan...
Bea Masuk Impor Industri Petrokimia Dorong Investasi di Indonesia
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Bea masuk impor bahan baku industri petrokimia di luar ASEAN atau Most...
Agung Akan Rombak Fraksi Golkar, Setnov: Yang Penting Sesuai Mekanisme
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Setya Novanto menilai sah-sah...
Harga Minyak Patokan As turun 77 sen ke $ 50,76 per barel
Friday, 06 March 2015

New York, GATRANews - Berlanjutnya kekhawatiran tentang kelebihan pasokan minyak mentah global...
Harga Emas Merosot ke $ 1196 per Ounce
Friday, 06 March 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih...
Laba BCA pada 2014 Rp 16,5 Trilyun
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil mencatatkan laba bersih pada 2014...
Benih dan Induk Unggul Hasilkan Perikanan Budidaya Berkualitas
Friday, 06 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),...

Hanura Soal Kualitas Caleg Perempuan

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai, permasalahan keterwakilan 30% calon legislatif (Caleg) adalah kualitas Caleg perempuan itu sendiri, bukan masalah pemenuhan syarat 30% keterwakilannya, karena semua partai politik bisa memenuhinya. "Saya kira semua partai politik untuk memenuhi kuantitas kuota 30% perempuan tidak akan ada masalah, termasuk Hanura," kata Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin di Jakarta, Selasa, (2/4).

 

Permasalahan justru kualitas Caleg perempuan itu sendiri, terutama di tingkat kabupaten, apalagi di daerah terpencil, minat perempuan untuk menjadi Caleg masih sangat rendah. Akibatnya, imbuh dia, untuk memenuhi kuantitas dan aturan yang berlaku, maka partai melakukan rekrutmen asal 'comot', tanpa memperhatikan kualitas Caleg perempuan tersebut. "Bisa dibayangkan, tiba-tiba pada Pemilu nanti, justru mereka yang terpilih karena sistemnya terbuka, maka produk yang dihasilkan di parlemen pun tentu kualitasnya akan menurun pula," paparnya.

 

Atas dasar itu, Saleh menilai jangan disamaratakan dalam penetapan minat Caleg perempuan di setiap daerah. Pasalnya, minat perempaun menjadi Caleg masih minim, terutama di daerah atau kabupaten terpencil. "Jadi, jangan kita sama ratakan semua daerah, sama minat perempuan yang mau jadi Caleg. Coba lihat terutama kabupaten-kabupaten terpencil. Sekaranng yang mau kita kedepankan kuantitas atau kualitasnya?" cetusnya.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?