GATRANEWS

Bran Hotel NEO Percepat Penetrasi di Malaysia
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews – Bran Hotel NEO melebarkan sayapnya di Penang, Malaysia, dengan membangun...
Marak Prostitusi, Ahok Panggil Pengelola Kalibata City
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memanggil pengelola, Ketua RT dan RW...
Ahok: Anggaran KJP Cair Bulan Mei
Monday, 27 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan anggaran Kartu Jakarta...
Jokowi: Indonesia Tidak Anti Lembaga Keuangan Internasional‏
Sunday, 26 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo dalam pidato pembukaan KTT Asia Afrika beberapa hari lalu...
Pengusaha Minta Pemerintah Batalkan Permenhub 78/2015‏
Sunday, 26 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perhubungan menetapkan peraturan tentang modal dasar perusahaan...
Investor Brasil Ingin Bangun Peternakan Sapi di Pulau Buru‏
Sunday, 26 April 2015

Pulau Buru, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan bahwa potensi usaha peternakan...
Mentan: Ketahanan Pangan Lemah, Kedaulatan Negara Terancam‏
Sunday, 26 April 2015

Pulau Buru, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara...
PT Pos Targetkan Pendapatan Rp 5,6 T Selama 2015‏
Sunday, 26 April 2015

Bandung, GATRAnews - PT Pos Indonesia menargetkan pendapatan senilai Rp 5,6 triliun pada 2015...
Kemendes PDTT Bantu Promosikan Batik Tulis Ciwaringin di Level Internasional
Sunday, 26 April 2015

Cirebon, GATRAnews - Kemeterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes...
Transmigrasi Atasi Kemiskinan, Bukan Wacana Tanpa Bukti
Saturday, 25 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT)...
Mendes PDTT: Transmigrasi Kurangi Warga Miskin
Saturday, 25 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT)...
Bus Berkarat, Ahok Bayar Rp 7,6 Milyar kepada Ifani Dewi
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kalah berperkara melawan PT Ifani...
Transjakarta Uji Kelayakan 529 Bus Warisan Udar Pristono
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) segera melakukan uji kelayakan 529 bus...
Sofyan Djalil Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2015 Sesuai Target
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil masih optimistis...
Depresiasi Rupiah Masih Akan Hambat Kinerja Distributor Ponsel
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Permintaan telepon seluler di masyarakat terus meningkat setiap tahunnya....
Bank Permata Bagi Dividen Rp 166,37 Milyar
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Permata Tbk (PermataBank) akan membagikan dividen tunai kepada...
Kuartal I-2015, Bank Mandiri Catat Laba Rp 5,1 Trilyun
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 5,1 trilyun di...
Kuartal I-2015, Sampoerna Bukukan Laba Rp 2,9 Trilyun
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Produsen rokok, PT HM Sampoerna Tbk pada kuartal I-2015 membukukan laba bersih...
Tahun Ini Pemerintah Akan Bubarkan Petral‏!
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengisyaratkan bahwa...
Menteri Rini Jelaskan "Right Issue" Tiga BUMN di Hadapan Anggota DPR‏
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi VI DPR-RI bersama Menteri BUMN Rini Soemarno, Jumat siang di Gedung...

Hanura Soal Kualitas Caleg Perempuan

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai, permasalahan keterwakilan 30% calon legislatif (Caleg) adalah kualitas Caleg perempuan itu sendiri, bukan masalah pemenuhan syarat 30% keterwakilannya, karena semua partai politik bisa memenuhinya. "Saya kira semua partai politik untuk memenuhi kuantitas kuota 30% perempuan tidak akan ada masalah, termasuk Hanura," kata Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin di Jakarta, Selasa, (2/4).

 

Permasalahan justru kualitas Caleg perempuan itu sendiri, terutama di tingkat kabupaten, apalagi di daerah terpencil, minat perempuan untuk menjadi Caleg masih sangat rendah. Akibatnya, imbuh dia, untuk memenuhi kuantitas dan aturan yang berlaku, maka partai melakukan rekrutmen asal 'comot', tanpa memperhatikan kualitas Caleg perempuan tersebut. "Bisa dibayangkan, tiba-tiba pada Pemilu nanti, justru mereka yang terpilih karena sistemnya terbuka, maka produk yang dihasilkan di parlemen pun tentu kualitasnya akan menurun pula," paparnya.

 

Atas dasar itu, Saleh menilai jangan disamaratakan dalam penetapan minat Caleg perempuan di setiap daerah. Pasalnya, minat perempaun menjadi Caleg masih minim, terutama di daerah atau kabupaten terpencil. "Jadi, jangan kita sama ratakan semua daerah, sama minat perempuan yang mau jadi Caleg. Coba lihat terutama kabupaten-kabupaten terpencil. Sekaranng yang mau kita kedepankan kuantitas atau kualitasnya?" cetusnya.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?