GATRANEWS

DPR Ingin Mintai Keterangan Menhub Soal Cilamaya
Friday, 30 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi V DPR RI, Eldie Suwandie menilai komisinya bisa memanggil...
Produk Kertas Kemasan Jadi Bisnis Menggiurkan
Thursday, 29 January 2015

Tangerang, GATRAnews - Produk kertas kemasan menjadi bisnis yang menggiurkan. Direktur Keuangan PT...
DAJK Rambah Bisnis Ritel
Thursday, 29 January 2015

Tangerang, GATRAnews - Produsen kertas kemasan PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) Tbk. melakukan...
Ketua MPR Imbau Jokowi Ikuti Saran Tim Independen
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews- Tim Independen bentukan Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan rekomendasi...
Beroperasi di Rorotan, Gerai Ini Tak Hanya Layani Orang Sakit
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah warga Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara mengikuti...
Prabowo: Jokowi Tidak Akan Khianati Rakyat‏!
Thursday, 29 January 2015

Bogor, GATRAnews - Memasuki 100 hari masa pemerintahan Presiden Joko Widodo memang telah dihadapkan...
Ellipz Lighting Rambah Pangsa Pasar Indonesia‏
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sales and Marketing Director, Ellipz Lighting Indonesia, Windyani menjelaskan...
Prabowo Siap Dukung Pemerintahan Jokowi‏
Thursday, 29 January 2015

Bogor, GATRAnews - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memastikan mendukung pemerintahan...
Rencana Diplomasi Batu Akik ala Djarot
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat ‎akan mengenalkan batu akik kepada...
PKL di Jakarta Mulai Gunakan Autodebet
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - ‎Tahun 2015, pedagang kaki lima (PKL) di lima wilayah di Jakarta ditargetkan...
Tiga Proyek Investasi Pariwisata Rp 5 Triliun Masuk Indonesia Tahun Ini‏
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) mencatat dalam tahun ini terdapat...
PDIP: Sudah 2 Pekan Jokowi Tak Sowan ke Megawati
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews- Presiden Joko Widodo dikabarkan mendapat ultimatum dari partai pengusungnya...
DKI Mulai Gunakan Parkir Meter Elektronik
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah ruas jalan di Ibu Kota mulai menerapkan sistem parkir meter...
Sanksi PNS DKI, Telat Tujangan Dipotong 500 per Menit
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta mendapatkan tunjangan kinerja daerah...
Harga Minyak Merosot ke USD 44,45 per Barel
Thursday, 29 January 2015

New York, GATRANews - Harga minyak jatuh ke dekat terendah dalam enam tahun terakhir pada Rabu...
Wall Street Anjlok, impak Harga Minyak Jatuh
Thursday, 29 January 2015

New York, GATRANews - Harga saham-saham di Wall Street berakhir turun tajam setelah sempat...
Bank Mandiri Dinilai Tidak Pantas Dapat Modal Negara
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun mempertanyakan usulan Penyertaan Modal Negara...
Pelemahan Asumsi Rupiah dalam APBN Perubahan 2015 Dinilai Wajar
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) menyatakan perubahan asumsi kurs rupiah yang menjadi lebih...
BKPM Targetkan Investasi Rp 519,5 Trilyun pada 2015
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan investasi Rp 519,5 trilyun...
Pemerintah Siapkan 17,9 KL BBM Bersubsidi
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, dalam rapat kerja...

Hanura Soal Kualitas Caleg Perempuan

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai, permasalahan keterwakilan 30% calon legislatif (Caleg) adalah kualitas Caleg perempuan itu sendiri, bukan masalah pemenuhan syarat 30% keterwakilannya, karena semua partai politik bisa memenuhinya. "Saya kira semua partai politik untuk memenuhi kuantitas kuota 30% perempuan tidak akan ada masalah, termasuk Hanura," kata Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin di Jakarta, Selasa, (2/4).

 

Permasalahan justru kualitas Caleg perempuan itu sendiri, terutama di tingkat kabupaten, apalagi di daerah terpencil, minat perempuan untuk menjadi Caleg masih sangat rendah. Akibatnya, imbuh dia, untuk memenuhi kuantitas dan aturan yang berlaku, maka partai melakukan rekrutmen asal 'comot', tanpa memperhatikan kualitas Caleg perempuan tersebut. "Bisa dibayangkan, tiba-tiba pada Pemilu nanti, justru mereka yang terpilih karena sistemnya terbuka, maka produk yang dihasilkan di parlemen pun tentu kualitasnya akan menurun pula," paparnya.

 

Atas dasar itu, Saleh menilai jangan disamaratakan dalam penetapan minat Caleg perempuan di setiap daerah. Pasalnya, minat perempaun menjadi Caleg masih minim, terutama di daerah atau kabupaten terpencil. "Jadi, jangan kita sama ratakan semua daerah, sama minat perempuan yang mau jadi Caleg. Coba lihat terutama kabupaten-kabupaten terpencil. Sekaranng yang mau kita kedepankan kuantitas atau kualitasnya?" cetusnya.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?