GATRANEWS

Aktivis 98: Tolak BIN Dipimpin Oleh Tokoh Parpol
Friday, 31 October 2014

  Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo belum juga mengumumkan siapa Kepala Badan setingkat...
Pengamat: Jokowi Tahu Menkumham Sahkan PPP Versi Romy
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said...
Menpora Lihat Ujian CPNS dan Tinjau RS Khusus Olahraga
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Setelah melakukan blusukan ke latihan para atet beberapa cabang olahraga,...
Blusukan ke Latihan Atlet, Menpora Dapat Banyak Masukkan
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Menpora Imam Nahrawi hari Kamis (30/10) pagi hingga siang mengunjungi ke...
Menpora Akan Urai Persoalan Olahraga Indonesia
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Menpora Imam Nahrawi akan mengurai persoalan-persoalan yang akan terjadi...
Selesai Sertijab Menpora Langsung Gelar Rapim
Friday, 31 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Hari Rabu (29/10) siang Menpora baru Imam Nahrawi dan mantan Menpora Roy Suryo...
Muktamar PPP Versi SDA Jalan Terus Meski Dinilai Tidak sah
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi ketua umum Suryadharma Ali menggelar...
Pimpinan DPR Tandingan Dinilai Ancaman Keutuhan NKRI
Thursday, 30 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pergerakan Merah Putih (PMP) Indonesia menilai, langkah Koalisi Indonesia...
Menpora Serahkan Penghargaan Pemuda Berprestasi
Thursday, 30 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Menpora Imam Nahrawi dan istrinya Shobibah Rohmah bersama Sesmenpora...
Menpora : Jaga Semangat Persatuan Warisan Pemuda 86 Tahun Lalu
Thursday, 30 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Rakyat telah menentukan pilihannya dalam Pemilu dan Pilpres lalu secara...
IPI: SK Menkum HAM Buyarkan Islah PPP
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Surat Keputusan (SK) Nomor M.HH-07.AH.11.01 TAHUN 2014 yang mengesahkan...
Menkum HAM Dahului Keputusan Mahkamah PPP
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Penerbitan Surat Keputusan Nomor M.HH-07.AH.11.01 TAHUN 2014, tanggal 28...
Puncak Peringatan HSP di Yogya, untuk Memperkuat Ingatan Pemuda
Wednesday, 29 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda yang hari Selasa (28/10) sore...
Riwayat Hidup Imam Nahrawi
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Imam Nahrawi ketika ditunjuk oleh Presiden joko Widodo menjadi Menpora...
Prabowo Apresiasi Kabinet Jokowi
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengapresiasi susunan nama-nama...
Romy: Menkum HAM Sahkan Hasil Muktamar PPP Surabaya
Wednesday, 29 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menjelang Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) VIII Jakarta, 30...
Muktamar Jakarta Upaya Kembalikan Khittah PPP
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua SC Muktamar Islah PPP KH Zainut Tauhid Saadi mengatakan, Muktamar VIII...
Upaya Damaikan Dua Kubu di PPP Patut Diapresiasi
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun...
Eva Sundari, Pramono dan Maruarar Gagal Jadi Menteri karena Megawati
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari...
Rekam Jejak Yasonna H Laoly Pas dengan Kemenkum HAM
Tuesday, 28 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Menteri Hukum dan HAM Andi Matalatta menilai, Yasonna H Laoly merupakan...

Hanura Soal Kualitas Caleg Perempuan

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai, permasalahan keterwakilan 30% calon legislatif (Caleg) adalah kualitas Caleg perempuan itu sendiri, bukan masalah pemenuhan syarat 30% keterwakilannya, karena semua partai politik bisa memenuhinya. "Saya kira semua partai politik untuk memenuhi kuantitas kuota 30% perempuan tidak akan ada masalah, termasuk Hanura," kata Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin di Jakarta, Selasa, (2/4).

 

Permasalahan justru kualitas Caleg perempuan itu sendiri, terutama di tingkat kabupaten, apalagi di daerah terpencil, minat perempuan untuk menjadi Caleg masih sangat rendah. Akibatnya, imbuh dia, untuk memenuhi kuantitas dan aturan yang berlaku, maka partai melakukan rekrutmen asal 'comot', tanpa memperhatikan kualitas Caleg perempuan tersebut. "Bisa dibayangkan, tiba-tiba pada Pemilu nanti, justru mereka yang terpilih karena sistemnya terbuka, maka produk yang dihasilkan di parlemen pun tentu kualitasnya akan menurun pula," paparnya.

 

Atas dasar itu, Saleh menilai jangan disamaratakan dalam penetapan minat Caleg perempuan di setiap daerah. Pasalnya, minat perempaun menjadi Caleg masih minim, terutama di daerah atau kabupaten terpencil. "Jadi, jangan kita sama ratakan semua daerah, sama minat perempuan yang mau jadi Caleg. Coba lihat terutama kabupaten-kabupaten terpencil. Sekaranng yang mau kita kedepankan kuantitas atau kualitasnya?" cetusnya.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?