GATRANEWS

PDI Perjuangan Ajak Masyarakat Awasi Kinerja Jokowi-JK
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - PDI Perjuangan mengajak masyarakat mengawasi kinerja presiden dan wakil...
Asosiasi Dosen Desak Presiden RI Ambil Tindakan Hukum dan Politik Terkai Pilpres 2014
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) menilai penyelenggaraan pemilu 2014 dipenuhi...
Ikuti Gerindra, Ahok Tolak Ucapkan Selamat ke Jokowi
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjhaja Purnama menolak...
Jokowi Menang, Golkar "Digoyang"
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Poros Muda Indonesia dan kader Muda Partai Golkar mendesak Aburizal Bakrie...
Pengamat: Prabowo Tak Dewasa Hadapi Hasil Pilpres
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Akademisi dari Fisip Universitas Airlangga, Surabaya, Haryadi, mengatakan...
Spanduk "Hanya Satu Kata, Prabowo Presidenku!" di DPP PAN
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Selembar spanduk terbentang di pagar Kantor DPP Partai Amanat Nasional (Rumah...
Jokowi: Pemilu Ini Paling Transparan
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, pelaksanaan pemilihan umum...
Hatta Rajasa Masih Galau!
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Keberadaan Hatta Rajasa masih menjadi tanda tanya. Calon wakil presiden nomor...
Ini Translasi Pidato Prabowo Mundur dari Proses Pilpres
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketika proses perhitungan masih berlangsung di KPU, ketika perdebatan soal...
Mahfud Berhenti Jadi Juru Bicara Prabowo-Hatta
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Mahfud MD menyatakan tidak lagi mewakili pasangan capres-cawapres yang baru...
Prabowo Tolak Pelaksanaan Pilpres 2014
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Calon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto menyatakan menolak pelaksanaan...
Rasionalitas Rakyat Mampu Kalahkan Kampanye Hitam
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sore ini akan mengumumkan siapa pemenang Pilpres...
Jokowi-JK Siap Majukan Sumbar Meski Kalah di Provinsi Ini
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Poempida Hidayatulloh mengaku sedih pasangan karena Jokowi-JK kalah di wilayah...
Hatta Masih Optimistis Menang
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Calon wakil presiden Hatta Rajasa optimistis akan memenangkan pilpres 2014...
AEPI: Dana Asing, Bisakah KPU Independen?
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Salamuddin Daeng, pengamat dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI),...
Hasyim Muzadi: Tak Puas di KPU, Tempuhlah MK
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi...
Kawan Jokowi Takkan Turun ke Jalan Sambut Pengumuman KPU
Monday, 21 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kawan Jokowi menyatakan siap mematuhi imbauan Jokowi di Boplo Menteng, yakni...
Pengamat: Dua Manuver Politik Kubu Prabowo-Hatta Berbahaya
Monday, 21 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ari Dwipayana, pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai kubu...
IPW: Polri Jangan Sampai Kecolongan Saat Pengumuman Pilpres
Monday, 21 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Jelang pengumuman pemenang Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanggal 22...
Kubu Prabowo Diprediksi Tolak Putusan KPU
Monday, 21 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan segera mengumumkan rekapitulasi perolehan...

Hanura Soal Kualitas Caleg Perempuan

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menilai, permasalahan keterwakilan 30% calon legislatif (Caleg) adalah kualitas Caleg perempuan itu sendiri, bukan masalah pemenuhan syarat 30% keterwakilannya, karena semua partai politik bisa memenuhinya. "Saya kira semua partai politik untuk memenuhi kuantitas kuota 30% perempuan tidak akan ada masalah, termasuk Hanura," kata Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin di Jakarta, Selasa, (2/4).

 

Permasalahan justru kualitas Caleg perempuan itu sendiri, terutama di tingkat kabupaten, apalagi di daerah terpencil, minat perempuan untuk menjadi Caleg masih sangat rendah. Akibatnya, imbuh dia, untuk memenuhi kuantitas dan aturan yang berlaku, maka partai melakukan rekrutmen asal 'comot', tanpa memperhatikan kualitas Caleg perempuan tersebut. "Bisa dibayangkan, tiba-tiba pada Pemilu nanti, justru mereka yang terpilih karena sistemnya terbuka, maka produk yang dihasilkan di parlemen pun tentu kualitasnya akan menurun pula," paparnya.

 

Atas dasar itu, Saleh menilai jangan disamaratakan dalam penetapan minat Caleg perempuan di setiap daerah. Pasalnya, minat perempaun menjadi Caleg masih minim, terutama di daerah atau kabupaten terpencil. "Jadi, jangan kita sama ratakan semua daerah, sama minat perempuan yang mau jadi Caleg. Coba lihat terutama kabupaten-kabupaten terpencil. Sekaranng yang mau kita kedepankan kuantitas atau kualitasnya?" cetusnya.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?