GATRANEWS

JK: Cocok, Koalisi NasDem dan PDIP
Saturday, 12 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jusuf Kalla (JK) menilai, koalisi partai politik antara Partai NasDem dengan...
CSIS: PDIP Cuma Menang 19,1%, Efek Jokowi Kurang Jooos
Wednesday, 09 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan CSIS dan Cyrus Network, Partai...
Survei: PDIP Paling Dipilih Anak Muda Jabodetabek
Friday, 04 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Survei yang dilakukan Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI)...
Gerindra: BLSM Bersifat Politis
Sunday, 16 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) bagi 15,5 juta...
Paloh: Pemerintah "Sakit" Jika Naikkan BBM Tahun Ini
Monday, 03 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan tegas menolak rencana pemerintah...
Nasdem Tolak Mentah Mentah Kenaikan BBM
Sunday, 02 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Partai Nasional Demokrat (NasDem) tegas menolak rencana pemerintah menaikan...
Hayono Isman: OPM Terus Memprovokasi
Monday, 06 May 2013

Jakarta, GATRAnews - Anggota Komisi I DPR Hayono Isman menegaskan bahwa pembentukan perwakilan...
Golkar: Banyak Kader Parpol yang "Ujug-ujug"
Wednesday, 01 May 2013

Jakarta, GATRAnews - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Leo Nababan mengatakan bahwa tidak...
Puas pada SBY, Kaum Muda Malah Pilih Golkar
Thursday, 25 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Ironis, sebanyak 37,8 persen kaum muda yang mengaku puas atas kinerja Presiden...
Gus Choi Merapat ke NasDem
Tuesday, 09 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Mantan anggota DPR RI Effendy Choirie, yang akrab disapa Gus Choi, merapat ke...
Hanura: Jabatan Ketum Demokrat Bebani Tugas Presiden
Monday, 01 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nuarani Rakyat (Hanura) menilai, terpilihnya Susilo Bambang...
Jangan Tuding Unjuk Rasa dan Sikap Kristis Upaya Kudeta!
Tuesday, 26 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),...
KPU Kangkangi MPR, SBY-Boediono Inkonstitusional?
Sunday, 17 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Tata Negara, Margarito, menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada...
Pergumulan Faksi & Friksi di Tubuh Demokrat Tak Terbantahkan
Saturday, 02 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Analis Politik dan Peneliti Indo Barometer, M Qodari menegaskan, bantahan...
Rieke-Teten Direspon Negatif Karena Tiru Jokowi
Monday, 25 February 2013

Jakarta, GATRAnews - LSM PoliticaWave.com menilai, Pasangan nomor urut 5 pada Pemilukada Jawa...
Surya Paloh: Kader Mundur Karena Sakit Hati
Sunday, 24 February 2013

Medan, GATRAnews - Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh menilai wajar jika kadernya banyak yang...
Ribuan Kader NasDem Karo Mundur Sambil Bakar KTA
Sunday, 24 February 2013

Jakarta, GATRAnews - Ribuan kader dan simpatisan Partai Nasional Demokrat (NasDem) di Kabupaten...
Effendi: Saya Mundur Bukan karena Pendukung HT
Friday, 22 February 2013

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua DPP Badan Advokasi Hukum Partai Nasional Demokrat (BAHU NasDem),...
Riezky: Sepertinya Pak Surya Ingin Bangun Dinasti
Friday, 22 February 2013

Jakarta, GATRAnews - Masuknya sejumlah keluarga dekat Ketua Umum DPP Partai Nasional Demokrat...
Effendi: NasDem Tak Lagi di Jalurnya
Friday, 22 February 2013

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Pusat Badan Advokasi Hukum Partai Nasional...
Error
  • There was a problem loading image diskusi%20Anas%20makin%20panas%20iwan.JPG

Harry Tanoe Mundur karena Langgar Kesepakatan

Jakarta, GATRAnews - Ketua Bidang Kebijakan dan Partisipasi Publik Partai Nasional Demokrat (NasDem), Zulfan Lindan, menegaskan bahwa mundurnya Harry Tanoesudibjo dari Ketua Dewan Pakar karena melanggar berbagai kesepakatan, di antaranya memuat tokoh dalam iklan NasDem.

"Jangan muncul tokoh dalam iklan, termasuk saya (Surya Paloh, Red.). Kita sudah sepakat jangan ada figur. Tapi di seluruh Indonesia ada bilboard yang memuat figur Harry Tanoe," tuding Zulfan, dalam diskusi bertajuk "Partai NasDem Pasca Ditinggal Harry Tanoesudibjo", di Jakarta, Jumat (25/1).

Atas dasar itu, Zulfan mempertanyakan siapa yang sebenarnya otoriter dan melanggar kesepakatan. Menurutnya, hal itu harus dipatuhi karena partai politik mempunyai visi misi dan taktik untuk pemenangan. "Jadi siapa yang otoriter? Itu yang dianggap otorter, partai punya visi dan misi, ada taktik," ungkapnya.

Kesalahan yang dilakuan Harry Tanoe lainnya, imbuh Zulfan, Harry setuju jika Surya Paloh menjadi Ketua Umum, asalkan dirinya menjadi Ketua Majelis Tinggi dan Sekretaris Jenderal dijabat Ahmad Rofiq.

"Ini tidak dikabulkan dan kemudian Harry ngambek dan menyatakan mundur. Permintaan Harry ini bertujuan membuang Surya Paloh seperti Bung Karno tahun 1958. Ini strategi Harry Tanoe agar Surya Paloh jadi tempe," tudingnya.

Selain itu, Harry juga melakukan kesalahan, yakni mengumpulkan 22 DPW se-Indonesia tanpa sepengetahuan Surya Paloh. Pertemuan ini, arahannya untuk menyingkirkan Surya Paloh dari NasDem. "Jadi bagaimana dia (Harry Tanoe, Red.) katakan tidak mencari jabatan," cetusnya.

Lebih jauh Zulfan mengungkapkan, Harry Tanoe ingin memperoleh kekuasaan di legislatif atau eksekutif. "Kita sudah mencium, ini niru Ahok, kenapa dia yang tidak punya uang bisa jadi? Kita sudah mencium itu, masa kita tidak jadi?" ujarnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?