GATRANEWS

Kiprah Perempuan Dalam Pemberantasan Narkoba
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota MPR RI Fraksi Nasdem dan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio...
Ketua MPR: Lima Indikator Keberhasilan Pemerintah
Wednesday, 20 May 2015

GATRAnews - Ketua MPR Zulkifli Hasan berpendapat bahwa waktu enam bulan belum tepat untuk melakukan...
PNS Bolos di Harpitnas, TKD Terancam Dipotong
Friday, 15 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tunjangan kinerja daerah (TKD) dinamis PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta...
Setnov Dukung Kocok Ulang Kabinet Kerja
Thursday, 07 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPR RI Setya Novanto mendukung 'kocok ulang' atau reshuffle jajaran...
Nasdem Bantah HMP Didukung 105 Anggota DPRD
Monday, 04 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wacana menggulirkan Hak Menyatakan Pendapat (HMP) DPRD DKI Jakarta semakin...
Pengamat: Reshuffle Kabinet Jangan Berdasarkan Persepsi Publik
Friday, 01 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Eksekutif Indonesian Institute for Democracy & Public Policy,...
Terima Rapor Merah, Ahok: Mungkin Enggak Nurut (DPRD)
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tampak tenang ketika DPRD DKI...
Gerindra Bantah Boikot Paripurna Penilaian LKPJ Ahok
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah fraksi di DPRD DKI memboikot paripurna penyampaian penilaian Laporan...
47 Anggota DPRD Jakarta Bolos Paripurna
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kehadiran anggota DPRD DKI dalam rapat paripurna penyampaian penilaian Laporan...
Batal Dampingi PM Mesir, DPRD Tuntut Kehadiran Ahok
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana blusukan Perdana Menteri Ibrahim Mahlab ke Rusun Muara Baru dan Waduk...
DPRD Berikan 11 Penilaian Merah Untuk Ahok
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama dianggap gagal melakukan pembangunan selama tahun 2014...
Hanura Menolak HMP, Kekuatan Dewan 51:55
Friday, 17 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta memutuskan tidak mendukung Hak Menyatakan...
Ahok dan Fraksi Nasdem Kian Mesra
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Hubungan Basuki Tjahaja Purnama dengan Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) kian...
F-NasDem: Ada Penyebab Megawati Sebut ''Penumpang ''Gelap''
Saturday, 11 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat Jhonny G Plate menilai, ada...
Ahok Bantah Ada Deal Politik dengan Nasdem
Thursday, 26 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah ada 'deal'...
Nasdem Setuju Pemberitaan Hak Angket Dibatasi
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta setuju dengan ide...
Reshuffle Harus Dilakukan karena Kinerja Menteri, Bukan Tawar-Menawar Politik
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Desakan perombakan (reshuffle) kabinet kerja kini banyak dilontarkan berbagai...
Panitia Hak Angket dan Banggar Mulai Terpecah
Thursday, 19 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta dituding sebagai biang kerok keributan di...
Hak Angket Tidak Terpengaruh Sikap Nasdem dan PAN
Wednesday, 11 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Panitia hak angket DPRD DKI Jakarta membantah timnya masuk angin mengusung hak...
Nasdem Setengah Hati Cabut Dukungan Hak Angket
Tuesday, 10 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DKI Jakarta mencabut dukungan hak...

Harry Tanoe Mundur karena Langgar Kesepakatan

Jakarta, GATRAnews - Ketua Bidang Kebijakan dan Partisipasi Publik Partai Nasional Demokrat (NasDem), Zulfan Lindan, menegaskan bahwa mundurnya Harry Tanoesudibjo dari Ketua Dewan Pakar karena melanggar berbagai kesepakatan, di antaranya memuat tokoh dalam iklan NasDem.

"Jangan muncul tokoh dalam iklan, termasuk saya (Surya Paloh, Red.). Kita sudah sepakat jangan ada figur. Tapi di seluruh Indonesia ada bilboard yang memuat figur Harry Tanoe," tuding Zulfan, dalam diskusi bertajuk "Partai NasDem Pasca Ditinggal Harry Tanoesudibjo", di Jakarta, Jumat (25/1).

Atas dasar itu, Zulfan mempertanyakan siapa yang sebenarnya otoriter dan melanggar kesepakatan. Menurutnya, hal itu harus dipatuhi karena partai politik mempunyai visi misi dan taktik untuk pemenangan. "Jadi siapa yang otoriter? Itu yang dianggap otorter, partai punya visi dan misi, ada taktik," ungkapnya.

Kesalahan yang dilakuan Harry Tanoe lainnya, imbuh Zulfan, Harry setuju jika Surya Paloh menjadi Ketua Umum, asalkan dirinya menjadi Ketua Majelis Tinggi dan Sekretaris Jenderal dijabat Ahmad Rofiq.

"Ini tidak dikabulkan dan kemudian Harry ngambek dan menyatakan mundur. Permintaan Harry ini bertujuan membuang Surya Paloh seperti Bung Karno tahun 1958. Ini strategi Harry Tanoe agar Surya Paloh jadi tempe," tudingnya.

Selain itu, Harry juga melakukan kesalahan, yakni mengumpulkan 22 DPW se-Indonesia tanpa sepengetahuan Surya Paloh. Pertemuan ini, arahannya untuk menyingkirkan Surya Paloh dari NasDem. "Jadi bagaimana dia (Harry Tanoe, Red.) katakan tidak mencari jabatan," cetusnya.

Lebih jauh Zulfan mengungkapkan, Harry Tanoe ingin memperoleh kekuasaan di legislatif atau eksekutif. "Kita sudah mencium, ini niru Ahok, kenapa dia yang tidak punya uang bisa jadi? Kita sudah mencium itu, masa kita tidak jadi?" ujarnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?