GATRANEWS

Nasdem Bantah Ada Intervensi Koalisi dalam Penyusunan Kabinet‏
Thursday, 23 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella menepis isu Koalisi...
LSI-Denny JA: Reputasi SBY 10 Tahun Menjabat Tergantung Perppu Pilkada Langsung
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Selama 10 tahun menjabat sebagai Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...
IPW Meminta KPK Transparan dalam Penilaian Calon Menteri‏
Tuesday, 21 October 2014

Jakarta, GATRANews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu secara transparan membuka siapa saja...
678 Anggota MPR Voting Pimpinan MPR
Wednesday, 08 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 678 anggota MPR mengikuti voting untuk menentukan ketua dan wakil...
Ada 2 Paket, Pemilihan Pimpinan MPR Terpaksa Voting
Wednesday, 08 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Maimanah Umar, pimpinan sidang sementara rapat paripurna MPR RI akhirnya...
PPP Dukung Paket Pimpinan MPR Koalisi Indonesia Hebat
Wednesday, 08 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Setelah melalui rapat konsultasi panjang dan lobi-lobi, akhirnya Koalisi...
Setya Novanto Pimpin DPR, PDIP Walkout
Thursday, 02 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Golkar Setya Novanto akhirnya terpilih sebagai Ketua  DPR RI...
Sutiyoso Siap Mundur dari PKPI Jika Jadi Menteri
Monday, 01 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum PKPI Sutiyoso menegaskan dirinya siap membantu presiden terpilih...
NasDem Sambut Jokowi dengan Gegap Gempita
Saturday, 23 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Suasana mirip kampanye pilpres mendominasi acara halal bihalal keluarga besar...
NasDem Jalin Komunikasi dengan 4 Partai Koalisi Merah Putih
Saturday, 23 August 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Nasional Demokrat (NasDem) secara intensif telah melakukan komunikasi...
Rachmawati Soekarnoputri: Pilpres 2014 Penuh Grand Design Asing
Wednesday, 06 August 2014

Jakarta, GATRAnews-Rachmawati Sokarnoputri menuding pemilihan presiden (Pilpres) 2014 sarat dengan...
Ini Alasan Rachmawati Mundur Dari Partai Nasdem
Wednesday, 06 August 2014

Jakarta, GATRanews-Rachmawati Soekarnoputri menepis semua tudingan yang menyebutkan bahwa dirinya...
Rachmawati Soekarnoputri: Pernyataan Rio Capella Bohong Besar!
Wednesday, 06 August 2014

Jakarta, GATRAnews-Rachmawati Soekarnoputri angkat bicara terkait pemecatan dirinya dari Partai...
Hargens: Prabowo Bukan Soekarno Jilid II
Friday, 27 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Boni Hargens, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), menegaskan...
Sebanyak 700 Pelaku Usaha di Jakarta Dukung Jokowi-JK
Saturday, 14 June 2014

Jakarta, GATRAnews - Dukungan kepada dua pasang calon predisiden dan wakil presiden terus mengalir...
Jokowi Legowo PPP Koalisi dengan Gerindra
Monday, 12 May 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya melabuhkan arah koalisi ke Partai...
JK: Cocok, Koalisi NasDem dan PDIP
Saturday, 12 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Jusuf Kalla (JK) menilai, koalisi partai politik antara Partai NasDem dengan...
CSIS: PDIP Cuma Menang 19,1%, Efek Jokowi Kurang Jooos
Wednesday, 09 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Berdasarkan hasil hitung cepat yang dilakukan CSIS dan Cyrus Network, Partai...
Survei: PDIP Paling Dipilih Anak Muda Jabodetabek
Friday, 04 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Survei yang dilakukan Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI)...
Gerindra: BLSM Bersifat Politis
Sunday, 16 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) bagi 15,5 juta...

Harry Tanoe Mundur karena Langgar Kesepakatan

Jakarta, GATRAnews - Ketua Bidang Kebijakan dan Partisipasi Publik Partai Nasional Demokrat (NasDem), Zulfan Lindan, menegaskan bahwa mundurnya Harry Tanoesudibjo dari Ketua Dewan Pakar karena melanggar berbagai kesepakatan, di antaranya memuat tokoh dalam iklan NasDem.

"Jangan muncul tokoh dalam iklan, termasuk saya (Surya Paloh, Red.). Kita sudah sepakat jangan ada figur. Tapi di seluruh Indonesia ada bilboard yang memuat figur Harry Tanoe," tuding Zulfan, dalam diskusi bertajuk "Partai NasDem Pasca Ditinggal Harry Tanoesudibjo", di Jakarta, Jumat (25/1).

Atas dasar itu, Zulfan mempertanyakan siapa yang sebenarnya otoriter dan melanggar kesepakatan. Menurutnya, hal itu harus dipatuhi karena partai politik mempunyai visi misi dan taktik untuk pemenangan. "Jadi siapa yang otoriter? Itu yang dianggap otorter, partai punya visi dan misi, ada taktik," ungkapnya.

Kesalahan yang dilakuan Harry Tanoe lainnya, imbuh Zulfan, Harry setuju jika Surya Paloh menjadi Ketua Umum, asalkan dirinya menjadi Ketua Majelis Tinggi dan Sekretaris Jenderal dijabat Ahmad Rofiq.

"Ini tidak dikabulkan dan kemudian Harry ngambek dan menyatakan mundur. Permintaan Harry ini bertujuan membuang Surya Paloh seperti Bung Karno tahun 1958. Ini strategi Harry Tanoe agar Surya Paloh jadi tempe," tudingnya.

Selain itu, Harry juga melakukan kesalahan, yakni mengumpulkan 22 DPW se-Indonesia tanpa sepengetahuan Surya Paloh. Pertemuan ini, arahannya untuk menyingkirkan Surya Paloh dari NasDem. "Jadi bagaimana dia (Harry Tanoe, Red.) katakan tidak mencari jabatan," cetusnya.

Lebih jauh Zulfan mengungkapkan, Harry Tanoe ingin memperoleh kekuasaan di legislatif atau eksekutif. "Kita sudah mencium, ini niru Ahok, kenapa dia yang tidak punya uang bisa jadi? Kita sudah mencium itu, masa kita tidak jadi?" ujarnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?