GATRANEWS

Pengamat: Reshuffle Kabinet Jangan Berdasarkan Subjektifitas
Wednesday, 01 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Isu reshuffle makin santer terdengar belakangan, apalagi setelah dikabarkan...
NasDem: Persiapan Pilkada Kacau Gara-gara Golkar
Thursday, 25 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Silang sengkarut pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Desember...
Fraksi Nasdem Bakal Lobi Fraksi Lain Untuk Tolak Dana Aspirasi
Thursday, 25 June 2015

Jakarta, GATRAnews- Fraksi Nasdem bakal melobi fraksi lain agar menolak Usulan Program Pembangunan...
PDIP, Hanura dan Nasdem Lobi Jokowi untuk Tolak Dana Aspirasi
Wednesday, 24 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Tiga fraksi di DPR yakni Fraksi NasDem, Hanura dan PDI Perjuangan dengan tegas...
Fraksi Nasdem Mengaku Dapat 13.000 Petisi Tolak Dana Aspirasi dari Masyarakat
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta, GATRAnews- Fraksi Nasdem dengan lantang menolak Usulan Program Pembangunan Daerah...
Pleno Baleg: Nasdem, PDIP dan Hanura Tolak Dana Aspirasi
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta, GATRAnews- Tiga Fraksi di DPR yakni PDI Perjuangan, NasDem dan Hanura resmi menolak...
Tolak Dana Aspirasi, Nasdem Mundur dari Panja Dana Aspirasi
Friday, 19 June 2015

Jakarta, GATRAnews- Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dengan tegas menolak Usulan Program...
Tolak Dana Aspirasi, Anggota Fraksi NasDem Nonaktif Dalam Panja
Friday, 19 June 2015

Jakarta,GATRAnews-Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) menolak tegas rencana pemberian dana...
Dapat Timbulkan Kesenjangan, Fraksi Nasdem Tolak Dana Aspirasi
Monday, 15 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Program dana aspirasi sebesar Rp11,2 trilyun kembali mendapatkan penolakan....
Fraksi NasDem Sebut Dana Aspirasi 20 Milyar Hasil Cacat Berpikir
Monday, 15 June 2015

Jakarta, GATRAnews- Fraksi Partai Nasional Demokrat menolak tegas soal Program Aspirasi Pembangunan...
Soal Dana Rp 20 Milyar, PDIP: Pembangunan Daerah Tugas Pemerintah, Bukan DPR
Monday, 15 June 2015

Jakarta, GATRAnews- Polemik dana aspirasi atau Program Pembangunan Daerah Pemilihan masih terus...
Ahok Tolak Bergabung dalam Nasdem
Friday, 29 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak tertarik bergabung dengan Partai Nasional...
Kiprah Perempuan Dalam Pemberantasan Narkoba
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Anggota MPR RI Fraksi Nasdem dan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Patrice Rio...
Ketua MPR: Lima Indikator Keberhasilan Pemerintah
Wednesday, 20 May 2015

GATRAnews - Ketua MPR Zulkifli Hasan berpendapat bahwa waktu enam bulan belum tepat untuk melakukan...
PNS Bolos di Harpitnas, TKD Terancam Dipotong
Friday, 15 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tunjangan kinerja daerah (TKD) dinamis PNS Pemerintah Provinsi DKI Jakarta...
Setnov Dukung Kocok Ulang Kabinet Kerja
Thursday, 07 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPR RI Setya Novanto mendukung 'kocok ulang' atau reshuffle jajaran...
Nasdem Bantah HMP Didukung 105 Anggota DPRD
Monday, 04 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wacana menggulirkan Hak Menyatakan Pendapat (HMP) DPRD DKI Jakarta semakin...
Pengamat: Reshuffle Kabinet Jangan Berdasarkan Persepsi Publik
Friday, 01 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Eksekutif Indonesian Institute for Democracy & Public Policy,...
Terima Rapor Merah, Ahok: Mungkin Enggak Nurut (DPRD)
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tampak tenang ketika DPRD DKI...
Gerindra Bantah Boikot Paripurna Penilaian LKPJ Ahok
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah fraksi di DPRD DKI memboikot paripurna penyampaian penilaian Laporan...

Harry Tanoe Mundur karena Langgar Kesepakatan

Jakarta, GATRAnews - Ketua Bidang Kebijakan dan Partisipasi Publik Partai Nasional Demokrat (NasDem), Zulfan Lindan, menegaskan bahwa mundurnya Harry Tanoesudibjo dari Ketua Dewan Pakar karena melanggar berbagai kesepakatan, di antaranya memuat tokoh dalam iklan NasDem.

"Jangan muncul tokoh dalam iklan, termasuk saya (Surya Paloh, Red.). Kita sudah sepakat jangan ada figur. Tapi di seluruh Indonesia ada bilboard yang memuat figur Harry Tanoe," tuding Zulfan, dalam diskusi bertajuk "Partai NasDem Pasca Ditinggal Harry Tanoesudibjo", di Jakarta, Jumat (25/1).

Atas dasar itu, Zulfan mempertanyakan siapa yang sebenarnya otoriter dan melanggar kesepakatan. Menurutnya, hal itu harus dipatuhi karena partai politik mempunyai visi misi dan taktik untuk pemenangan. "Jadi siapa yang otoriter? Itu yang dianggap otorter, partai punya visi dan misi, ada taktik," ungkapnya.

Kesalahan yang dilakuan Harry Tanoe lainnya, imbuh Zulfan, Harry setuju jika Surya Paloh menjadi Ketua Umum, asalkan dirinya menjadi Ketua Majelis Tinggi dan Sekretaris Jenderal dijabat Ahmad Rofiq.

"Ini tidak dikabulkan dan kemudian Harry ngambek dan menyatakan mundur. Permintaan Harry ini bertujuan membuang Surya Paloh seperti Bung Karno tahun 1958. Ini strategi Harry Tanoe agar Surya Paloh jadi tempe," tudingnya.

Selain itu, Harry juga melakukan kesalahan, yakni mengumpulkan 22 DPW se-Indonesia tanpa sepengetahuan Surya Paloh. Pertemuan ini, arahannya untuk menyingkirkan Surya Paloh dari NasDem. "Jadi bagaimana dia (Harry Tanoe, Red.) katakan tidak mencari jabatan," cetusnya.

Lebih jauh Zulfan mengungkapkan, Harry Tanoe ingin memperoleh kekuasaan di legislatif atau eksekutif. "Kita sudah mencium, ini niru Ahok, kenapa dia yang tidak punya uang bisa jadi? Kita sudah mencium itu, masa kita tidak jadi?" ujarnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?