Gatranews - Ketua DPW Maluku Hengkang dari NasDem
Rabu, 10 Februari 2016 17:45

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (GATRAnews/Adi Wijaya) Jakarta, GATRAnews - Partai Gerindra genap berusia 8 tahun pada 6 ...

Rabu, 10 Februari 2016 17:45

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (GATRAnews/Adi Wijaya) Jakarta, GATRAnews - Partai Gerindra genap berusia 8 tahun pada 6 ...

Rabu, 10 Februari 2016 17:45

Jakarta, GATRAnews- Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) meminta agar Presiden Joko Widodo untuk bersikap adil dan bijak dalam menyikapi ...

Ketua DPW Maluku Hengkang dari NasDem

Jakarta, GATRAnews - Partai Nasional Demokrat kembali ditinggal kadernya. Kini giliran Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Maluku, M Isa Raharusun, yang menyatakan mundur dari jabatan dan keanggotaannya di partai besutan Surya Paloh itu. Ia mengaku dipaksa sejumlah oknum DPP melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“Saya memilih mundur dari jabatan sebagai Ketua DPW Partai NasDem Maluku sekaligus anggota partai, karena selama ini saya mendapat paksaan dan penekanan menjelang kongres di Jakarta. Para Ketua DPW Partai NasDem di 33 provinsi dipaksa untuk membuat surat pernyataan yang intinya mendukung Surya Paloh sebagai Ketua Umum saat kongres,” ungkap Isa Raharusun, melalui siaran pers yang diterima GATRAnews, Rabu malam (30/1), di Jakarta.

Selain itu, Isa juga mengungkapkan bahwa pengunduran dirinya dipicu pernyataan salah seorang pimpinan DPP Partai NasDem yang menyebutkan bahwa Maluku masuk daerah kategori merah.

“Memang tidak dijelaskan secara detail arti kata kategori merah yang dimaksud. Entah itu merah dalam arti belum memberikan dukungan tertulis kepada Surya Paloh atau merah saat verifikasi KPU. Tetapi yang jelas, selama dua tahun di bawah kepemimpinan saya, terbukti roda organisasi partai berjalan dengan baik di Provinsi Maluku,” tandasnya.

Lebih jauh Isa mengungkapkan, masing-masing DPW dijanjikkan akan memperoleh Rp 100 juta oleh oknum DPP jika memberikan dukungan Surya Paloh secara tertulis menjadi Ketua Umum Partai NasDem di sebuah pertemuan pada pertengahan Januari 2013 di Hotel Mercure, Ancol.

"Saat itu, setiap DPW dijanjikan memperoleh Rp 100 juta jika memberikan dukungan sebagai Ketua Umum Partai NasDem secara tertulis kepada Surya Paloh. Namun, pendistribusian uang sebesar itu, akan dikemas dalam bentuk bantuan biaya pelaksanaan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil),” bebernya.

Bukan cuma itu. Sikap otoriter dan diktator oknum-oknum tersebut dipertunjukan, yakni memerintahkan keluar ruangan kepada para ketua DPW jika tidak mau memberikan dukungan tersebut.

"Cara-cara orde baru. Maluku dianggap merah, sangat tendesius, kami sudah bekerja keras. Kerja kami tidak dihargai oleh partai NasDem," tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, Kongres Partai NasDem yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat dan Sabtu (25-26/1), akhirnya secara aklamasi memilih Surya Paloh sebagai Ketua Umum periode 2013-2018. Sebelumnya ia menjabat Ketua Majelis Tinggi Partai NasDem.

Surya Paloh diputuskan dalam kongres yang diikuti 1.500 peserta yang berasal dari 489 DPD, 32 DPW dan 5 organisasi sayap Partai NasDem. Keputusan lain yang dicapai dalam kongres ini juga memberikan mandat kepada Surya Paloh untuk menyusun kepengurusan dan perangkat partai selambat-lambatnya 14 hari pasca kongres I berlangsung. (IS){jcomments on}

Share this article

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.