GATRANEWS

Bank Mandiri Syariah Perkirakan Pertumbuhan Reksa Dana Syariah 15-20%
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Mandiri Syariah memproyeksikan pertumbuhan reksa dana syariah akan berada...
Meski Deflasi, BI Tetap Cermati Harga Pangan
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) akan terus mencermati risiko inflasi, baik yang bersumber...
Adira Targetkan Pembiayaan Rp 36 Trilyun pada 2015
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menargetkan pembiayaan sebesar Rp 36...
Menperin : Payung Hukum Industri Perairan Perlu Segera Disusun
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengambil keputusan membatalkan seluruh isi...
Menperin : Payung Hukum Industri Perairan Perlu Segera Disusun
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengambil keputusan membatalkan seluruh isi...
Manajemen General Motors Temui Menperin ungkap alasan penutupan pabrik
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Manajemen General Motors (GM) Indonesia akhirnya memberi penjelasan secara...
ASEAN Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,1%
Monday, 02 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel menegaskan komitmennya untuk mewujudkan...
Menperin: Industri Air Kemasan Perlu Payung Hukum
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menghormati putusan Mahkamah...
Indonesia Dukung Papua Nugini Ketua APEC 2018
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Indonesia mendukung Papua Nugini sebagai Ketua Asia-Pacific...
Perikanan Budidaya Kunci Kemandirian Bangsa
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, perikanan budidaya...
BTN Terbitkan Obligasi Rp 3 Trilyun
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 3...
Mendag Targetkan Ekspor Sepeda Motor 1 Juta Unit Lima Tahun ke Depan
Saturday, 28 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menargetkan ekspor sepeda motor, yang saat...
Djarot Tuntut Finansial Antaredja Sebelum Bangun JIT
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyambut baik tawaran...
BTN Targetkan Laba Bersih Rp 2,2 Trilyun di 2015
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan proyeksi bakal membaiknya...
BTN Targetkan Laba Bersih Rp 2,2 Trilyun di 2015
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan proyeksi bakal membaiknya...
BTN Raup Laba Rp 1,1 Trilyun di 2014
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih sebesar...
BTN Raup Laba Rp 1,1 Trilyun di 2014
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan laba bersih sebesar...
RS Mitra Keluarga IPO, Incar Dana Rp 4 T
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (Mitra Keluarga) menargetkan dana segar...
KKP Fokus Pada Pengembangan Pakan Ikan Mandiri
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2014 merilis bahwa perikanan budidaya...
KKP Fokus Pada Pengembangan Pakan Ikan Mandiri
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2014 merilis bahwa perikanan budidaya...

Peradi: Inpres No 2 Tahun 2013, Berbahaya!

Jakarta, GATRAnews - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menilai Instruksi Presiden (Inpres) No 2 tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri yang mengatur penanganan khusus terhadap konflik sosial sangat membahayakan situasi dalam negeri karena kembali melibatkan TNI seperti di era Orde Baru. "Keberadaan Inpres No 2 tahun 2013 merupakan pengulangan kesalahan orde baru serta pengingkaran amanat Reformasi, di mana secara pragmatis TNI kembali dilibatkan dalam pemulihan keamanan tanpa batasan yang jelas," nilai Pengurus Departemen Hak Asasi Manusia Dewan Pengurus Nasional Peradi, Rivai Kusumanegara di Jakarta, Selasa, (5/2).

 

Menurut Rivai, persoalan keamanan seharusnya merupakan tugas dan fungsi Polri sebagaimana di negara-negara lain. Pendidikan dan persiapan TNI sangatlah berbeda dengan Polri, sehingga bila TNI dilibatkan dalam penanggulangan keamanan akan rentan terhadap pelanggaran HAM.

 

"Kita harus membesarkan TNI sesuai tugas dan fungsinya dalam mempertahankan kedaulatan negara, menjaga keutuhan NKRI, hingga menjaga perdamaian dunia. Bukan mendegradasi keberadaannya dengan melahirkan Inpres No 2 tahun 2013," tegasnya.

 

Ketidakmampuan pemerintah dan Polri dalam memelihara keamanan beberapa tahun terakhir, imbuhnya, tidak bisa ditimpakan kepada TNI untuk melakukan tugas di luar fungsinya. Keterlibatan TNI dalam persoalan keamanan cukuplah terbatas pada status keadaan konfik sebagaimana diatur UU No 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial. Sedang untuk persoalan keamanan lainnya, tetap menjadi tugas pokok Polri.

 

Persoalan yang ada, kiranya bisa dijawab dengan menambah personel Polri, melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan, membentuk satuan-satuan khusus, memilih pimpinan kesatuan yang berkarakter dan bervisi, hingga membuat SOP yang memberi kewenangan Polri untuk bertindak sesuai bentuk ancaman yang ada termasuk berbagai langkah lainnya dalam penguatan lembaga Polri. "Jadi singkatnya, kita harus mendewasakan Polri untuk dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara utuh sebagaimana di negara-negara demokratis lainnya," pungkas Rivai.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?