GATRANEWS

Yusril: Politikus Harus Berjiwa Besar dan Taat Hukum
Monday, 06 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengimbau para politikus agar...
Wahh....PTUN Menangkan Permohonan Kubu Ical
Wednesday, 01 April 2015

Jakarta, GATRAnews- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengeluarkan penetapan menunda...
BBM Naik Rp 7.400, Listrik Juga Naik, Yusril: Oleh-oleh Jokowi
Saturday, 28 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menilai kenaikan Bahan Bakar...
Pakar Tata Negara: APBD Tidak Boleh Terpusat di Satu Orang
Wednesday, 25 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum dan tata negara, Irman Putra Sidin menuturkan, penyusunan APBD...
KMP Pastikan Hak Angket Segera Digulirkan
Tuesday, 24 March 2015

Jakarta, GATRAnews- Koalisi Merah Putih (KMP) menggelar rapat bersama di ruang fraksi Golkar siang...
Bambang Widjojanto: Waspadai Sistem Oligarki Kekuasaan!
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Wdijojanto mengungkapkan saat ini telah lahir...
Yusril: Tak Mungkin Presiden Keluarkan Perpres Pengesahan Parpol
Wednesday, 18 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Menkum HAM Yasonna H Laoly mengatakan Presiden Jokowi akan segera mengeluarkan...
Relawan Pro Jokowi Tuding Ada JK-Paloh dalam Kisruh Golkar
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews- Digugurkannya hasil Munas Golkar Bali oleh Menteri Hukum dan HAM dengan dalih...
Demokrat Isyaratkan Dukung Hak Angket untuk Yasonna
Tuesday, 17 March 2015

Jakarta, GATRAnews- Fraksi Partai Demokrat di DPR mengisyaratkan akan mendukung penggunaan hak...
Bulog: Kenaikan Harga Beras Karena Kekosongan Stok
Sunday, 01 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Perum Bulog mengungkapkan, kenaikan harga beras disebabkan kekosongan stok...
Demokrat: Keputusan Jokowi Soal Kapolri Beri Kepastian
Thursday, 19 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Didik Mukrianto menilai, keputusan...
Hujan Deras, Beberapa Ruas Jalan Ibukota Tergenang
Monday, 09 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Akibat hujan yang cukup deras sepanjang malam hingga lagi ini beberapa kawasan...
Kubu Agung: Jangan Politisasi Putusan Hakim PN Jakpus
Tuesday, 03 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Pengurus DPP Golkar kubu Agung Laksono menjelaskan soal gugatannya yang...
Kontrol Kekuasaan Jokowi di Tangan Megawati dan Surya Paloh
Sunday, 25 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tidak punya kontrol terhadap kekuasaan...
''Laporkan Hasto ke Polisi''
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menyarankan Ketua Komisi...
Yusril: Hasto Harus Tunjukan Bukti-bukti
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, Plt Sekretaris...
Yusril: Seskab Mencla-mencle Soal Plt Kapolri
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menilai penjelasan Sekretaris...
Bambang: Jangan Ubah Slogan Golkar Jadi "Suara Istana"!
Saturday, 10 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Bendahara Umum Partai Golkar versi Munas Bali Bambang Soesatyo mengimbau...
Kubu Ical Tunjuk Yusril Sebagai Penasehat Hukum
Tuesday, 16 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Ahli hukum tata negara, Yusril Isra Mahendra menyambangi Bakrie Tower di...
Yusril Sarankan Menkumham Tunda Pendaftaran Kepengurusan Golkar
Monday, 08 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Ahli hukum tata negara Prof. Yusril Ihza Mahendra memberikan pandangannya...
Error
  • There was a problem loading image Bambang_Soesatyo_AdiWijaya%20(4).jpg

TNI-Polri Kuasai Negara, Jika Gagal Pemilu 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memperingatkan, TNI-Polri dimungkinkan memegang kekuasaan negeri ini, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) gagal menyelenggarakan pemilihan umum (Pemilu) 2014.

"Jika Pemilu gagal, maka TNI dan Polri kemungkinan besar akan pegang kendali kekuasaan," kata Yusril kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (17/2).

Menurutnya, hal itu kemungkinan terjadi, karena presiden atau wapres akan berakhir masa jabatannya pada 20 Oktober 2014, diikuti kekosongan atau tidak aktifnya semua menteri. Selain itu, masa tugas keanggota DPR, DPD, dan MPR, berakhir tahun 2014. Akibatnya, terjadilah kevakuman kekuasaan di negeri ini.

Menurutnya, KPU merupakan penentu masa depan negara dan bangsa Indonesia yang bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan Pemilu sebagaimna amanat UUD 1945 yang telah diamandemen.

"Sadarkah anda, bahwa nasib bangsa dan negara ini dipikulkan ke pundak Komisioner KPU?" cetus Yusril.

Ia mengaku tak mengetahui apakah para komisioner KPU itu apakah menyadari dan mengetahui hal tersebut. " Apakah semua komisioner KPU sadar? Saya tidak tahu," ungkapnya.

Dijelaskan Yusril, KPU merupakan penganggung jawab penuh Pemilu ini akibat diamandemennya UUD 1945. Jika sebelumnya KPU bertanggung jawab langsung kepada presiden, setelah amandemen, KPU bertanggung jawab penuh atas penyelenggaran pemilu tersebut.

"Saya ingat pada tahun 1999, KPU gagal mengumumkan hasil Pemilu, sehingga diambilalih oleh Presiden BJ Habibie," ungkapnya.

Dijelaskannya, pada masa Pemerintahan BJ Habibie tahun 1999 lalu, sesuai UUD 1945, penanggung jawab pelaksanaan Pemilu adalah presiden. Namun saat ini, itu tidak berlaku lagi dan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab KPU.

"Kini tidak lagi, tanggung jawab sepenuhnya ada pada KPU. Kalau Pemilu 2014 gagal, maka bangsa dan negara ini akan menghadapi krisis konstitusional yang tidak ada jalan keluarnya, pasca amandemen UUD 1945," tambah Yusril. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?