GATRANEWS

''Sengkuni'' Caci SBY Demi Kekuasaan di Pemerintahan Baru
Tuesday, 22 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Bambang Soesatyo (Bamsat) mengatakan, banyak pejabat dan politisi yang...
Yusril: Poros Tengah Sudah Tidak Lagi relevan
Wednesday, 09 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa...
Yusril Pilih ''Sistem Baik'' daripada ''Orang Baik''
Friday, 07 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra lebih...
Demokrat Bantah Pemerintah SBY Antikritik
Wednesday, 22 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebagai partai penyokong kekuasaan, Demokrat tidak keberatan mendapat kritikan...
Soal Gugatan Yusril ke MK, Golkar Tetap 'Kalem'
Thursday, 09 January 2014

Jakarta, GATRAnews- Uji materi (judicial review) Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB)...
Yenny: Dinasti Ratu Atut ''Abuse of Power''
Tuesday, 24 December 2013

Jakarta, GATRAnews - Direktur Wahid Instute, Yenny Zanuba Wahid alias Yenny Wahid menuturkan,...
Yusril: Hidupkan Kembali GBHN Sebagai Panduan Kepala Negara
Saturday, 14 December 2013

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan,...
KPU Bertanggung Jawab Atas kasus Suap MK
Sunday, 13 October 2013

Jakarta, GATRAnews - Pengamat politik Ray Rangkuti menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU)...
Pernyataan SBY Soal Dinasti Politik, Penggiringan Opini
Saturday, 12 October 2013

Jakarta, GATRAnews - Partai Golkar mengkritik pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...
Siaran Konvensi Demokrat di TVRI, Intervensi Kekuasaan!
Wednesday, 18 September 2013

Jakarta, GATAnews - Penayangan siaran tunda konvensi Partai Demokrat selama 2 jam di TVRI, pada...
PBB Ingin Pasangkan Yusril dan Puan di 2014
Thursday, 18 July 2013

  Jakarta, GATRAnews - Partai Bulan Bintang (PBB) berharap Ketua Dewan Syuronya, Yusril Ihza...
Yusril: Saya Mau Masuk Demokrat Asal Jadi Ketum
Wednesday, 17 July 2013

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra mengaku mau...
Yusril: Presiden Indonesia Bukan Soal Militer atau Sipil
Saturday, 29 June 2013

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa tahun 2014...
Survei: Kinerja SBY-Boediono Tak Puaskan Kaum Muda
Thursday, 25 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Mayoritas kaum muda mengaku tidak puas atas terhadap kinerja Presiden Susilo...
Yusril Dituding Politisasi Kasus Hukum Susno Duadji
Thursday, 25 April 2013

Jakarta, GATRAnews - Perlindungan yang diberikan Yusril Ihza Mahendra kepada Mantan Kabareskrim...
Aceng Fikri Bakal Jadi Caleg Hanura?
Friday, 22 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum tentu meloloskan mantan Bupati...
KPU Kangkangi MPR, SBY-Boediono Inkonstitusional?
Sunday, 17 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Pakar Hukum Tata Negara, Margarito, menilai, Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada...
Yusril Berniat "Pinang" Puan untuk 2014
Sunday, 10 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengaku...
PBB Siap Lawan Kekuatan Manapun
Saturday, 09 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Partai Bulan Bintang (PBB) akan melawan...
Yusril: Pertarungan PBB Belum Selesai!
Saturday, 09 March 2013

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengingatkan...

TNI-Polri Kuasai Negara, Jika Gagal Pemilu 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra memperingatkan, TNI-Polri dimungkinkan memegang kekuasaan negeri ini, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) gagal menyelenggarakan pemilihan umum (Pemilu) 2014.

"Jika Pemilu gagal, maka TNI dan Polri kemungkinan besar akan pegang kendali kekuasaan," kata Yusril kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (17/2).

Menurutnya, hal itu kemungkinan terjadi, karena presiden atau wapres akan berakhir masa jabatannya pada 20 Oktober 2014, diikuti kekosongan atau tidak aktifnya semua menteri. Selain itu, masa tugas keanggota DPR, DPD, dan MPR, berakhir tahun 2014. Akibatnya, terjadilah kevakuman kekuasaan di negeri ini.

Menurutnya, KPU merupakan penentu masa depan negara dan bangsa Indonesia yang bertanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan Pemilu sebagaimna amanat UUD 1945 yang telah diamandemen.

"Sadarkah anda, bahwa nasib bangsa dan negara ini dipikulkan ke pundak Komisioner KPU?" cetus Yusril.

Ia mengaku tak mengetahui apakah para komisioner KPU itu apakah menyadari dan mengetahui hal tersebut. " Apakah semua komisioner KPU sadar? Saya tidak tahu," ungkapnya.

Dijelaskan Yusril, KPU merupakan penganggung jawab penuh Pemilu ini akibat diamandemennya UUD 1945. Jika sebelumnya KPU bertanggung jawab langsung kepada presiden, setelah amandemen, KPU bertanggung jawab penuh atas penyelenggaran pemilu tersebut.

"Saya ingat pada tahun 1999, KPU gagal mengumumkan hasil Pemilu, sehingga diambilalih oleh Presiden BJ Habibie," ungkapnya.

Dijelaskannya, pada masa Pemerintahan BJ Habibie tahun 1999 lalu, sesuai UUD 1945, penanggung jawab pelaksanaan Pemilu adalah presiden. Namun saat ini, itu tidak berlaku lagi dan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab KPU.

"Kini tidak lagi, tanggung jawab sepenuhnya ada pada KPU. Kalau Pemilu 2014 gagal, maka bangsa dan negara ini akan menghadapi krisis konstitusional yang tidak ada jalan keluarnya, pasca amandemen UUD 1945," tambah Yusril. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?