Rabu, 31 Agustus 2016 09:08

Ruhut Sitompul (ANTARA/Andika Wahyu/HR02) Jakarta, GATRAnews-Ruhut Sitompul menempati posisi baru di Partai Demokrat (PD). Kini ia menjabat sebagai ...

Rabu, 31 Agustus 2016 09:08

Jakarta, GATRAnews - Selain konsentrasi untuk menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, PDI Perjuangan juga mulai mempersiapkan kadernya ...

Rabu, 31 Agustus 2016 09:08

Presiden Joko Widodo (ANTARA/Zabur Karuru/HR02) Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera menunjuk Menteri Energi Sumber Daya ...

PAN Evaluasi Kekalahan Dede Yusuf di Pilkada Jabar

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno mengatakan, kekalahan pasangan Calon Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf-Lex Laksamana yang turut diusung PAN akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pemenangan pemilihan kepala daerah di sejumlah provinsi, terutama di Pulau Jawa. "Yang pasti, pembelajaran penting dari Jabar adalah sebagai bahan evaluasi untuk Pilkada lainnya," kata Teguh di DPP PAN, Jakarta Selatan, Minggu, (24/2).

 

Menurutnya, kekalahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memenangkan Pilkada di sejumlah daerah, terutama di Pulau Jawa yang menjadi barometer dan lumbung suar nasional. "Ada Jawa Tengah dan Jatim. Jawa ini adalah pertarungan yang sesunggugnya, 67% ada di Jawa. Jadi saya kira, semua partai yang ingin menang 2014, harus bertarung dan memenangkannya di Jawa," beber Teguh.

 

Hal senada dikatakan, Ketua DPP PAN Bidang  Pemenangan Pemilu, Viva Yoga Muladi. "Kemudian, kenapa bisa kalah, nanti kita akan evaluasi," ujarnya. Secara singkat ia menjelaskan, ada korelasi antara pemilihan kepala daerah dengan pemilihan umum calon legislatif. "Ada korelasi, tapi tidak signifikan, kalau Pemilu legislatif lebih berdasrkan pada pigur Caleg-Caleg. Namun, sesuai mekanisme, untuk kepala daerah, kan sudah ditentukan, kepala daerah tidak boleh jadi Caleg, kalau jadi Caleg, maka harus mundur secara permanen," paparnya.

 

Dituturkan Viva, Dede yang baru saja kalah di Pilkada Jabar itu, awalnya merupakan kader PAN. "Sebenarnya, Dede itu dulu adalah kader PAN, setelah jadi wakil gubernur, keluar dari PAN dan masuk Demokrat. Namun, karena hubungan baik, maka kita dukung," pungkasnya.

 

Dari hasil hitung cepat Jaringan Suara Indonesia (JSI), Dede Yusuf-Lex Zaenal mendapat 25,55% suara. Sedangkan pasangan lainnya,  Ahmad Heryawan (Aher)-Deddy Mizwar (Demiz) memenangkan Pemilukada Jawa Barat 2013 dalam satu putaran, karena versi hitung cepat menunjukkan, mereka mendulang 32,19% suara. Kemudian, pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki (27,97%), Irianto Syafiuddin - Tatang Farhanul Hakim (12,53%), dan Dikdik Maulana Arif Mansur-Cecep NS Toyib meraih (1,69%).(IS)

 

Share this article