Gatranews - Hary Tanoe Deklarasikan Perindo
Selasa, 31 Mei 2016 14:48

Munas Srikandi Hanura (GATRAnews/Ervan Bayu) Jakarta, GATRAnews - DPP Srikandi Hanura menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertama dan peringatan ...

Selasa, 31 Mei 2016 14:48

Jakarta, GATRAnews - Petahana bakal calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama meminta bakal wakilnya Heru Budi Hartono tidak mundur sebagai Kepala ...

Selasa, 31 Mei 2016 14:48

Jakarta, GATRAnews-Tarik ulur revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah masih berlangsung. Pada Senin (30/5) malam ini ...

Hary Tanoe Deklarasikan Perindo

Jakarta, GATRAnews - Pasca hengkang dari Ketua Dewan Pakar Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan masuk Partai Hanura sebagai Ketua Dewan Kehormatan, Hary Tanoesudibjo membuat gebrakan dengan mendeklarasikan Persatuan Indonesia (Perindo) di  Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu, (24/2). Hary yang tentu saja sekaligus menjadi Ketua Umum Perindo, pada pidato politiknya, meminta membedakan antara Perindo yang merupakan organisasi masyarakat (Ormas) yang dibentuknya itu bersama Partai Hanura.

 

"Hanura adalah pertai politik yang punya objek jelas, menciptakan kader politik handal untuk jadi wakil rakyat," ujar Hary. Sementara Perindo, imbuhnya, akan lebih banyak bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan, terutama pada pembinaan generasi muda dan pemberdayaan masyarakat bawah.

 

Namun, kata Hary, meski hanya sebagai Ormas, ia berharap, Perindo bisa menjadi kelompok penekan pada permasalahan bangsa. Perindo juga akan setia menjadi penopang empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Sebelumnya, Hary memutuskan bergabung dengan Partai Hanura, Minggu, (17/2). Ketua DPP Hanura, Saleh Husin mengatakan, setelah berpikir dan perhitungan yang sangat matang, Hary bersama gerbong besarnya menyatakan bergabung dengan partai Hanura.

 

Sedangkan Terkait hengkangnya dari Partai NasDem, Hary meyakinkan bukan karena terlebiat seteru dengan Ketua Umum Surya Paloh."Saya keluar bukan berarti saya dan Pak Surya ada konflik. Kami secara pribadi tetap bersahabat, tetapi secara organisasi kami ada perbedaan. Sehingga pada satu titik, saya harus memilih dan pilihan saya adalah mengundurkan diri," kata Hary. (IS)

Share this article