GATRANEWS

Pekan Depan Ormas Islam Gelar Pertemuan Bahas Koalisi Poros Tengah
Sunday, 20 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menjelaskan dalam waktu dekat ini...
LSN: Poros Tengah Terkendala Tiga Hal
Saturday, 19 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Lembaga Survei Nasional (LSN) menilai, koalisi "poros tengah" yang digagas...
Amien Rais: Partai Islam Harus Bentuk Koalisi 'Indonesia Raya'
Thursday, 17 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua  MPR Amien Rais menghadiri pertemuan tertutup yang digagas...
''Raisopopo'' Sajak Terbaru Fadli Zon Sindir Jokowi‏!
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kembali membuat sajak yang bernada...
Jokowi: Tak Ada Koalisi Tak Ada Dagang Sapi
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi Selasa malam ini, Calon Presiden...
Pertemuan Jokowi - Dubes Amerika akan Wujudkan Capres Boneka
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat Politik Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menilai pertemuan...
Pengamat: SBY Bisa Jadi Pelumas Prabowo di Pilpres 2014
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Partai politik peserta pemilihan umum kini terus intens menjalin komunikasi...
'Kursi DPR' di Menteng, Dikuasai PDI-Perjuangan
Wednesday, 09 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Hasil perolehan suara kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI)...
Pengiriman Logistik Pemilu di Papua Terhambat Cuaca
Tuesday, 08 April 2014

Jayapura, GATRAnews - Pengiriman logistik pemilu legislatif di tiga kabupaten di Papua mengalami...
Pemilih Indonesia Terjebak Budaya Instan Akut
Monday, 07 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Syarifuddin menilai, para pemilih di...
Survei JSI Tempatkan PDI-P Unggul di Pemilihan Legislatif
Sunday, 06 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Lembaga Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis hasil survei terbaru bertajuk...
Jokowi Batal Main Gitar Bareng Iwan Fals
Friday, 04 April 2014

Cimanggis, GATRAnews - Calon presiden usungan Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) Joko...
Panglima Moeldoko Temui Jokowi Cuma Bahas ''Pelebaran Jalan‏''
Thursday, 03 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Panglima TNI Jendral Moeldoko bertemu Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo...
PKS: 93% Warga DKI Tolak Ahok‏ Jadi Gubernur
Tuesday, 25 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebanyak 93% warga Jakarta menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai...
Sekjen DPP Golkar: Video Maladewa untuk Gagalkan Kampanye
Saturday, 22 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham menganggap video yang...
Antara Prabowo dan Jokowi? Ini Sikap Ahok‏
Thursday, 20 March 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dibuat 'galau' dengan...
Parpol Merugi Karena PNS Jakarta Tidak Netral
Monday, 17 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Komisi II DPR RI meragukan netralitas birokrasi Pemerintah Provinsi DKI...
Capres Konvensi Partai Demokrat Tidak Dilirik Masyarakat
Sunday, 02 February 2014

Jakarta, GATRAnews-Kemerosotan elektabilitas Partai Demokrat (PD) dalam berbagai survei ternyata...
LSI: Pemilu 2014 Rezim Demokrat Akan Berakhir
Sunday, 02 February 2014

Jakarta, GATRAnews- Perolehan suara Partai Demokrat (PD) pada Pemilihan Umum  (Pemilu) dua periode...
Diterpa Kasus Korupsi, Partai Demokrat Miskin Pemilih
Sunday, 02 February 2014

Jakarta, GATRAnews- Berbagai kasus korupsi kini melekat pada sejumlah kader Partai Demokrat (PD)....

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?