GATRANEWS

Prabowo Siap Dukung Pemerintahan Jokowi‏
Thursday, 29 January 2015

Bogor, GATRAnews - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memastikan mendukung pemerintahan...
Jokowi dan Prabowo akan Bertemu di Istana Bogor Bahas Politik
Thursday, 29 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan akan bertemu dengan...
Pemerintah Siapkan Lahan 350.00 Ha untuk 10 Pabrik Gula Baru
Wednesday, 28 January 2015

Ngawi, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan telah meminta Menteri Perdagangan...
Politisi Hanura Sebut 100 Hari Pemerintahan Jokowi Tak Jelas!
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Hanura Syarifuddin Sudding menilai kinerja pemerintahan Joko...
Manfaatkan Lahan Tidur, Prajurit TNI Tanam Sayur dan Budidaya Ikan
Wednesday, 28 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Prajurit TNI yang bertugas di beberapa wilayah terus melakukan upaya...
Menkeu: Ada Rp 600 Trilyun Potensi Pajak yang Belum Tergarap
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan ada potensi pajak sebesar...
Pemerintah Harus ''Tancap Gas'' Wujudkan Program 1 Juta Rumah
Tuesday, 27 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menurunkan suku bunga Fasilitas...
DPR: Tak Ada Pejabat Negara yang Kebal Hukum
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pimpinan DPR bereaksi keras atas usulan diberikannya hak imunitas atau...
Fadli Zon: Tak Ada Urgensi KPK Harus Dikawal TNI
Monday, 26 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Permintaan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad kepada...
Industri Penerbangan Diimbau Melakukan Hedging
Monday, 26 January 2015

Bogor, GATRAnews – Industri penerbangan rentan terhadap fluktuasi harga avtur sebagai komponen...
Indonesia Mitra Strategis WEF untuk Keamanan Pangan Dunia
Saturday, 24 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia menjadi mitra strategis World Economic Forum (WEF) untuk mendukung...
Menteri KP Tak Akan Cabut Peraturan Pembatasan Komoditas Perikanan
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Susi Pudjiastuti menegaskan bahwa...
Ketua Komisi III Sarankan PDIP Bentuk Panja Etik untuk Samad
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin menyarankan Fraksi PDI Perjuangan...
KPK: Manuver Hasto Harus Ditunjang Bukti Kuat
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP menegaskan,...
''Laporkan Hasto ke Polisi''
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menyarankan Ketua Komisi...
Yusril: Hasto Harus Tunjukan Bukti-bukti
Friday, 23 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, Plt Sekretaris...
Gara-gara Berfoto, Djarot Tegur PNS Baru Dilantik
Thursday, 22 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat geram dengan beberapa PNS DKI di acara...
Menteri Susi Targetkan Sumbang 7% PDB
Wednesday, 21 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan sektor perikanan...
Impor Moyang Unggas Tahun Ini Dibatasi 665 Ribu Ekor
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Syukur Iwantoro,...
BKPM Siap Operasikan PTSP Investasi
Tuesday, 20 January 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani memastikan pemerintah...

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?