GATRANEWS

Pemerintah Awasi Pasar, Cegah Beras Sintetis Masuk
Sunday, 24 May 2015

Boracay, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan, pemerintah akan mengawasi pasar...
Tiongkok Akan Bantu Tangani Kasus Beras Sintetis
Sunday, 24 May 2015

Boracay, GATRAnews - Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen, dalam pertemuan dengan...
Warga Tomang Sulap Tanaman Hias Jadi Obat Herbal‏
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Lomba Taman Herbal Bejo yang digelar PT Bintang Toedjoe bekerjasama dengan Tim...
MPR: Jadikan Pancasila Sebagai Pranata Hukum
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Hingga kini Pancasila hanya menjadi simbol. Pancasila belum diaplikasikan...
Penting! Kepastian Regulasi untuk Investasi
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang berlaku pada Desember 2015...
Tiphone Bagikan Dividen Rp 10 per Saham
Friday, 22 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk akan membagikan dividen Rp 10 per lembar...
Wagub DKI Bantah Oknum PNS Bocorkan Tes Urine
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membantah tes urine pada...
KMP Sepakat Jadi Mitra Kritis Pemerintah
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews- Petinggi Koalisi Merah Putih (KMP) melangsungkan pertemuan di Bakrie Tower...
Ingin Jadi Pemuda Berhasil? Harus Berani!
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengadakan program Move On Project...
Idrus Marham: Ical Telah Temui JK Bahas Islah
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pasca putusan PTUN yang memenangkan gugatan Golkar kubu Aburizal Bakrie, Ical...
Harga Emas Naik Tipis ke 1.208 per Ounce
Thursday, 21 May 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada...
Dukung Ide Mensos, Ahok Penasaran Siapa Pelanggan AA
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wacana memasang foto pelaku prostitusi di media sosial dari Menteri Sosial...
Bank Dunia Tawarkan Indonesia Pinjaman US$ 11 Miliar‏
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Dunia (World Bank) tawarkan pinjaman untuk Indonesia menawarkan dana...
MNC Sky Vision Ingin Pertahankan Market Share 74,6%
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - PT MNC Sky Vision Tbk pada 2015 ini akan mempertahankan posisi market leader...
Martin Stottele: Swiss Bantu Indonesia Datangkan Buyer dari Eropa
Tuesday, 19 May 2015

Bogor, GATRAnews - Selama ini negara Uni Eropa selalu mengimpor rumpt laut dari Cina. Mereka tidak...
SIPPO: Mutu Rumput laut Indonesia Lebih Bagus dari Cina
Monday, 18 May 2015

Bogor, GATRAnews - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Pengolahan dan Pemasaran...
Sektor Perikanan Tumbuh 8,64% di Tengah Perlambatan Ekonomi‏
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat alami perlambatan 4,7% selama kuartal I...
Pejabat DKI Hanya Kerja Gosok Batu Akik
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima banyak laporan terkait...
Kubu Ical Harap Menkumham dan Kubu Agung Legowo
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Fraksi Golkar kubu Aburizal Bakrie Ade Komaruddin menyambut baik...
Petral Dibubarkan, Petamina Hemat Rp250 Milyar
Sunday, 17 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah pemerintah mengumumkan pembubaran Petral (Pertamina Energy Trading...

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?