GATRANEWS

Kemendagri Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Aset Bagi Perangkat Desa
Wednesday, 29 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi pelatihan tata kelola keuangan...
Harga Emas Masih Berkutat di Bawah USD 1.100 per Ouce
Wednesday, 29 July 2015

Chicago, GATRANews - Harga emas di perdagangan Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile...
Indonesia Dinilai Tidak Bisa Lagi Andalkan Ekspor Komoditas
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Pusat Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Lucky...
Penyelenggara Jakarta Book & Education Fair Zalimi Pemegang KJP
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budhiman menyebut 489 ribu siswa...
Kekecewaan dan Kemarahan Ahok kepada Jakarta Book & Education Fair
Tuesday, 28 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama kecewa dan marah dengan pelaksanaan...
Indonesia Kurangi Impor Sapi, Australia Genjot Ekspor ke China
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Australia menggenjot ekspor sapi hidup dengan mengalihkan penjualan...
DPR: Menteri Harus Kerja Kongkret, Jangan Hanya Pencitraan
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews- Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sepakat dengan ketua DPR Setya Novanto yang...
Maju Kembali Jadi Gubernur, Ahok Harus Tepati Janji
Monday, 27 July 2015

Jakarta,GATRAnews-Pengamat Politik Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung Idil Akbar mengatakan,...
Bamsoet Tuding KPU Bersekongkol Dengan Menkumham Soal PKPU
Monday, 27 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap pada sikapnya hanya memperbolehkan partai...
Gagal Jadi Kepala BIN, As'ad Said ''Nyalon'' Ketum PBNU
Monday, 27 July 2015

Surabaya, GATRAnews - As'ad Said Ali menyatakan kesiapannya untuk maju menjadi calon diri Ketua...
Ahok Undang 106 Anggota DPRD ke Rumah Dinas
Saturday, 25 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur  Basuki Tjahaja Purnama mengundang 106 anggota DPRD DKI Jakarta ke...
OJK Perkirakan Pertumbuhan Kredit Hanya 14%
Saturday, 25 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan yang baru saja menerima laporan revisi Rencana Bisnis...
Ma'ruf Cahyono: Sosialisasi Lewat Pagelaran Seni Budaya Jangkau Setiap Kabupaten
Saturday, 25 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Biro Humas MPR Ma'ruf Cahyono mengungkapkan pagelaran seni budaya...
Menkumham: Pilkada Bisa Ditunda Bila Hanya Diikuti Sepasang Calon
Friday, 24 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengemukakan,...
Pemerintah Segera Izinkan Warga Asing Miliki Properti di Indonesia!
Thursday, 23 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil menjelaskan pemerintah...
Pemerintah Rencana Buka Kembali Keran Impor Sapi
Thursday, 23 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan berencana melakukan impor sapi....
SP: Harga Penjualan JICT Dijual Jauh Lebih Murah dari Seharusnya
Wednesday, 22 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Tarik menarik perpanjangan kontrak konsesi pelabuhan petikemas terbesar di...
Banyak Koperasi di Indonesia Dinilai Hanya "Papan Nama"
Wednesday, 22 July 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Koperasi (Leppek) Suroto menyebut...
Delegasi MPR kunjungi Timor Leste
Tuesday, 21 July 2015

Timor Leste, GATRAnews - Delegasi MPR laksanakan kunjungan kerja ke Timor Leste dalam rangka...
IMM Kecam Pernyataan Kabareskrim Soal Buya Syafi'i Maarif
Thursday, 16 July 2015

Jakarta, GATRAnews - DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mengecam pernyataan Kabareskrim Polri...

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?