GATRANEWS

Pemecatan Elsa Syarief Karena Dukung Prabowo dan Terlalu ''Vokal''
Sunday, 27 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Saleh Husin, di Jakarta, Minggu...
Pengamat: Mundur dari Rekapitulasi KPU, Prabowo Cuma Politisi Biasa
Wednesday, 23 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Sikap kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang mundur dari proses rekapitulasi...
Spanduk "Hanya Satu Kata, Prabowo Presidenku!" di DPP PAN
Tuesday, 22 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Selembar spanduk terbentang di pagar Kantor DPP Partai Amanat Nasional (Rumah...
TB Hasanuddin: Wacana Pilpres Ulang Bisa Timbulkan Gesekan‏
Sunday, 20 July 2014

Jakarta, GATRAnews- Wacana kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang meminta Komisi Pemilihan Umum...
Mbah Munif : PKB Salah Satu Kunci Keunggulan Jokowi-JK
Sunday, 20 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengungguli pasangan...
Pramono: Pemanggilan RRI Berlebihan
Wednesday, 16 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menilai pemanggilan Radio Republik Indonesia...
Koalisi Merah Putih Tak Permanen dan Rawan Bubar
Tuesday, 15 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Poempida Hidayatulloh, Juru Bicara Cawapres Jusuf Kalla (JK) menilai penekenan...
Dwipayana Ragukan Masa Depan Koalisi Permanen
Tuesday, 15 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, Ari Dwipayana,...
Klaim Sepihak Lembaga Survei Resisten Terhadap Hasil KPU
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Kesimpulan hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei yang menyebut ada...
PSHK: Iklan Kemenangan Sepihak Prabowo-Hatta Bahayakan Proses Pemilu
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Peneliti Senior Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Giri Ahmad Taufik,...
Prabowo-Hatta Menang Tipis Atas Jokowi-JK di Jeddah
Friday, 11 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pasangan calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, menang...
Yusril Turun Tangan Jika Negara Genting
Thursday, 10 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Perbedaan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei...
Poempida: SBY Diharapkan Pahami Quick Count Obyektif
Wednesday, 09 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan pasangan...
Akil Tolak Sebutkan Presiden Pilihannya
Wednesday, 09 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Akil Mochtar, tahanan kasus korupsi sejumlah penanganan sengketa pilkada di...
Ketua PMC Ajak Masyarakat Sukseskan Pilpres 2014
Wednesday, 09 July 2014

Jakarta,  GATRAnews - Ketua Polonia Media Center (PMC) Ariseno Ridhwan  mengajak seluruh rakyat...
Pertanyaan Hatta ''Offside'', JK pun Tolak Menjawab
Sunday, 06 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Jusuf Kalla (JK), calon wakil presiden dari pasangan nomor urut 2 Jokowi,...
Din: Muhammadiyah Harus Berperan Sebagai ''Wasit Moral''
Saturday, 05 July 2014

Malang, GATRAnews - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengingatkan agar...
Komposisi Berita Negatif Capres di TVOne, RCTI, dan Metro TV
Friday, 04 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Penelitian Remotivi menyimpulkan bahwa ada ketidakberimbangan berita di tiga...
Korban Penculikan Tahun 98 Berharap Jokowi Ungkap Kasusnya‏
Friday, 04 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan aktivis tahun1998 menaruh harapan kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf...
Armando: Publik Langsung Tuding Obor Rakyat Strategi Kubu Prabowo
Friday, 04 July 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menilai,...
Error
  • There was a problem loading image Debat_capres_abdurachman%204.JPG

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?