GATRANEWS

Farhan : Jokowi Jangan Pilih Menteri Penerima Raport Merah KPK dan PPATK
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris DPP Partai Demokrat, Farhan Efendy berharap Presiden Joko Widodo...
Demokrat: Jokowi Cuma ''Petugas Partai'', Tak Leluasa Ambil Kebijakan‏
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menilai...
Ahmad Yani: Pertemuan dengan Jokowi Bukan dari PPP Kubu SDA
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan antara Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair (Mbah Moen) dan...
Demokrat: #TerimakasihSBY Bentuk Apresiasi Rakyat Kepada SBY‏
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Belakangan ini beredar spanduk yang berisi ucapan terima kasih kepada Presiden...
Demokrat: SBY Diserang Kelompok Politis‏ Soal UU Pilkada
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat menjadi objek yang...
Jokowi Bantah Bertemu Prabowo Diam-diam
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Joko Widodo membantah sudah melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina...
Menpora - Para Pemuda Berkesempatan Pimpin Bangsa
Monday, 13 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Hari Kamis (09/10) siang Menpora Roy Suryo didampingi Istrinya Ismarindayani...
KIPP Indonesia : Legalitas Jokowi-JK Sangat Kuat
Saturday, 11 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Girindra Sandino, Wakil Sekeratris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu...
F PAN Apresiasi Pertemuan Jokowi dengan Pimpinan DPR, MPR, dan DPD
Saturday, 11 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Saleh Partaonan Daulay, anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR RI,...
Soal Kelanjutan Bali Democracy Forum, Menlu Serahkan ke Jokowi‏
Friday, 10 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Jumat (10/10) dijadwalkan...
Pemilihan Ketua MPR Molor, PDIP: Ada Upaya Mengganjal Pelantikan Presiden‏
Tuesday, 07 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pemilihan pimpinan MPR berlangsung alot. Hingga Selasa malam, belum ada...
KMP: PAN Harus Jadi Penyeimbang yang Efektif
Tuesday, 07 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Menyongsong pemerintahan baru 5 tahun ke depan, kekuatan eksekutif &...
Jokowi: Pimpinan MPR Harus Melalui Musyawarah Mufakat
Monday, 06 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Presiden terpilih Joko Widodo berharap pemilihan Ketua Majelis Permusyawarahan...
DPRD Tidak Punya Wewenang Menahan Jokowi
Thursday, 02 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Rapat paripurna pengunduran diri Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta akan...
Setya Novanto Pimpin DPR, PDIP Walkout
Thursday, 02 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Golkar Setya Novanto akhirnya terpilih sebagai Ketua  DPR RI...
FITRA Tuding Jokowi Hanya Manfaatkan Relawan‏
Monday, 29 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai pengumuman...
Fraksinya 'WO', SBY Raih 'Oscar' Drama Politik UU Pilkada
Saturday, 27 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) layak menyabet 'Oscar' atas peran ciamiknya...
Romy Sesalkan SDA Kerahkan Preman Duduki DPP PPP
Wednesday, 17 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy...
PRD: Bongkar Sistem Ekonomi Liberal di Indonesia!
Monday, 15 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD) Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa...
Jokowi: Koalisi Merah Putih Hanya Ingin Kuasai Daerah
Wednesday, 10 September 2014

Jakarta, GATRAnews - Polemik revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah yang diusung oleh Koalisi...

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?