GATRANEWS

Taspen Raih Laba Rp 3,46 Trilyun pada 2014
Friday, 27 February 2015

Jakarta, GATRAnews - BUMN asuransi dan tabungan pensiun PT Taspen (Persero) mencatatkan pertumbuhan...
Djarot: April TKD Dinamis Cair
Thursday, 26 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Puluhan ribu PNS DKI Jakarta harus gigit jari karena belum bisa menikmati...
Pasar Daging Sapi Dunia Dikendalikan Hanya Oleh 3 Negara Ini
Wednesday, 25 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) mengungkapkan, pasokan daging sapi...
Indonesia Targetkan Investasi Asing US$30 Juta
Tuesday, 24 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementrian Perdagangan menargetkan investasi baru di Indonesia hingga US$30...
Indonesia Targetkan Investasi Asing US$30 Juta
Tuesday, 24 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Kementrian Perdagangan menargetkan investasi baru di Indonesia hingga US$30...
Himbauan Menteri Agraria
Monday, 23 February 2015

Mendag Cemas Indonesia Kalah Saing Hadapi MEA 2015‏
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mengaku khawatir bahwa Indonesia belum siap...
Mendag Cemas Indonesia Kalah Saing Hadapi MEA 2015‏
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mengaku khawatir bahwa Indonesia belum siap...
Saatnya Perkuat SDM Demi Kemajuan Industri
Monday, 23 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia berada pada momentum krusial untuk mendorong kemajuan industri,...
Harga Emas Naik tipis ke 1.207 per Ounce
Friday, 20 February 2015

Chicago, GATRANews - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik pada...
Capai Pertumbuhan Ekonomi 7%, Indonesia Butuh Rp 400 Triliun dari Investasi Swasta
Wednesday, 18 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia...
Hapus Pajak Bumi Bangunan, Pemerintah Rancang UU PBB‏
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry...
Hapus Pajak Bumi Bangunan, Pemerintah Rancang UU PBB‏
Tuesday, 17 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry...
Komisi III Bentuk Panja Pertemuan Samad-Elit PDIP
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews- Komisi III DPR sepakat membentuk pantia kerja (Panja) untuk mendalami pertemuan...
Ini Penjelasan Malaysia Terkait MoU PT Adiperkasa-Proton‏
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato' Seri Zahrain Muhammad Hashim...
Eggi Sudjana: KPK Dibubarkan‏ Saja!
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Dewan Kehormatan Kongres Advokat Indonesia (KAI), Eggi Sudjana yang...
Sahabat Samad Mengaku Terima Ancaman Karena Berkata Jujur
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Selain mengaku sudah berteman lama dengan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi...
Hakim Kabulkan Gugatan Budi Gunawan, DPR: Keputusan Kini Ditangan Jokowi
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Sidang Pra Peradilan di PN Jakarta Selatan mengabulkan sebagian gugatan Komjen...
Tjahjo Sebut Dr David sebagai Penghubung Elit PDI dengan Samad
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews- Mantan Sekretaris Jenderal PDIP, Tjahjo Kumolo mengaku pernah bertemu dengan...
Tjahjo: Saya Tak Pernah Bertemu 4 Mata dengan Samad
Monday, 16 February 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi III DPR hari ini memanggil Mendagri Tjahjo Kumolo dan Sekretaris...

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?