GATRANEWS

Megawati: Masih Sedikit Perempuan Terjun ke Dunia Politik
Monday, 22 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Memperingati Hari Ibu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)...
NasDem Sudah Lama Incar Kursi Jaksa Agung
Sunday, 21 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengangkatan HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung di Kabinet Kerja oleh Presiden...
Elektabilitas Golkar Saat Ini di Bawah 10%
Friday, 19 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Situasi terkini menunjukan bahwa dualisme kepemimpinan dan konflik internal...
Agung Laksono Akan Bentuk Mahkamah Partai Sendiri
Wednesday, 17 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) meminta partai Golkar untuk...
Kubu Ical: Tolak Perppu Pilkada Aspirasi dari Daerah
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Musyawarah Nasional (Munas) IX Golkar di Bali menghasilkan rekomendasi untuk...
KMP Disebut Cuma Berumur 3 Tahun, Fadli Zon: Salah Besar!
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Pendapat bahwa umur Koalisi Merah Putih (KMP) hanya bertahan 3 tahun yang...
Wasekjen PPP Tepis Pandangan Pengamat Soal Pengesahan Muktamar Surabaya
Friday, 12 December 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Sekjen Bidang Hukum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi...
Idrus Marham; Soal Agung Pecat Ical Itu Hanya Guyonan Saja
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Kisruh di tubuh Partai Golkar masih terus bergulir soal pelaksanaan Musyawarah...
Polda Bali Siap Amankan Munas Golkar
Friday, 28 November 2014

Jakarta, GATRAnews-Sekertaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham optimis pelaksanaan Musyawarah...
Pengamat: Interpelasi Itu Bentuk ''Kegenitan'' Anggota DPR
Tuesday, 25 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Rencana anggota DPR mengajukan hak interpelasi terhadap kebijakan kenaikan...
KMP Kebon Sirih Jegal Langkah Ahok Kuasai DKI-1
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Koalisi Merah Putih (KMP) Kebon Sirih 'kebakaran jenggot' mengetahui Plt...
Sigma Sayangkan HMP Batalkan Perdamaian KIH-KMP
Monday, 17 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Peneliti dari divisi Kajian Hukum Tatanegara Sinergi Masyarakat untuk...
Pengamat: Perdamaian KMP dan KIH Cuma Ajang Bagi-Bagi Jabatan
Monday, 17 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat politik dari lembaga Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia...
Nasdem Tak Masalah Bila Tak Diajak Pertemuan KIH dan KMP
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Nasdem, Ferry Mursyidan Baldan menyatakan dirinya tidak...
PDIP Jatim Lobi Cawagub untuk Ahok
Monday, 03 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah perwakilan PDI Perjuangan Jawa Timur bertemu dengan Plt Gubernur DKI...
Menpora : Jaga Semangat Persatuan Warisan Pemuda 86 Tahun Lalu
Thursday, 30 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Rakyat telah menentukan pilihannya dalam Pemilu dan Pilpres lalu secara...
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2014 Berlangsung Meriah
Thursday, 30 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews - Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 86 yang digelar di halaman Candi...
Menpora Ziarah ke Makam Soegondo Djojopuspito
Wednesday, 29 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Kunjungan kerja pertama yang dilakukan Menpora Imam Nahrawi adalah ke...
Puncak Peringatan HSP di Yogya, untuk Memperkuat Ingatan Pemuda
Wednesday, 29 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda yang hari Selasa (28/10) sore...
Rangkaian Acara HSP Diperingati di Kantor Kemenpora
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Hari Jumat (24/10) malam, Sesmenpora Alfitra Salamm didampingi Deputi I...

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?