GATRANEWS

Pramono Anung: Jokowi Terkejut Mendengar Rekaman Menteri yang Dituding Menghina
Tuesday, 30 June 2015

Jakarta, GATRAnews- Pengurus dan kader PDI Perjuangan mengaku sudah mendengar rekaman percakapan...
Hidayat Nur Wahid Lantik dan Ambil Sumpah Anggota PAW Adang Sudrajat
Monday, 29 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid melantik dan mengambil sumpah Dr. H. Adang...
DKI Minta Hapus Syarat Lulusan SMA Bagi Pengemudi Transjakarta
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta PT Transportasi Jakarta...
Ketua MPR: Tugas DPR Serap Aspirasi Bukan Eksekusi Program
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews- Polemik seputar Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau Dana...
Dana Aspirasi Ditolak Pemerintah, Fahri Hamzah: Komunikasi Pemerintah Buruk!
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo dikabarkan menolak Usulan Program Pembangunan Daerah...
Menteri ESDM dan Gubernur Kaltim Sepakat Kelola Bersama Blok Mahakam
Friday, 26 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan antara Pemerintah Pusat yang diwakili oleh Kementerian Energi dan...
Tahun Depan 30 Negara Dapat Fasilitas Bebas Visa Lagi
Thursday, 25 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Setelah memberikan fasilitas bebas visa kunjungan (BVK) bagi wisatawan dari 30...
Pramono Anung Bantah PDIP Minta Jatah 5 Menteri Lagi
Thursday, 25 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Bila Presiden Joko Widodo jadi merombak kabinetnya, maka PDI Perjuangan...
BI Turunkan Uang Muka KPR
Wednesday, 24 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) merevisi kebijakan Loan to Value (LTV) untuk kredit...
DKI Hapuskan Bus Sekolah Tahun Depan
Wednesday, 24 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menghapuskan peredaran bus...
Menteri Rini Diminta Bertanggungjawab Soal Dana Rp 48 Triliun‏
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri BUMN Rini Soemarno perlu dimintai pertanggung jawabannya soal uang...
Presiden Minta Tidak Ganggu Menteri dengan isu Reshuffle
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta, GATRANews - Presiden Joko Widodo mengatakan jangan menganggu menteri Kabinet Kerja yang...
Agar Dana Aspirasi Mulus, DPR Gandeng KPK dan BPK
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta, GATRAnews - DPR selangkah lagi akan merealisasikan Usulan Program Pembangunan Daerah...
BI: Ekonomi Indonesia Sedang Tersandera!
Tuesday, 23 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama triwulan tercatat hanya 4,7%. Capaian...
Wiranto: Pertemuan Koalisi Indonesia Hebat-Merah Putih Tak Bahas Reshuffle
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews- Sejumlah petinggi partai, baik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) maupun Koalisi...
Zulkifli Hasan: Pemerintah-Parpol Samakan Persepsi Untuk Kemajuan Bangsa
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa pimpinan...
Janji Ahok dan Hunian Vertikal
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama mengakui permasalahan perumahan di...
Ada Oknum PKL Lenggang Jakarta Bermain Dua Kaki
Monday, 22 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Penyerangan yang dilakukan ratusan pedagang kaki lima (PKL) Monas pada Sabtu...
PKL Penyebab Jumlah Kunjungan ke Monas Turun Drastis
Sunday, 21 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak akan memberi ampun kepada pedagang...
Ahok Siagakan Mobil Damkar dan Air Comberan untuk PKL Monas
Sunday, 21 June 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) makin geram pedagang kaki...

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?