GATRANEWS

Penyerapan Anggaran Belanja Modal DKI Paling Buruk
Friday, 28 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Belanja modal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di penghujung Agustus 2015 masih...
Menaker Hanif Berhasil Naikan Gaji TKI Taiwan Jadi 17.000 NT
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Kabar gembira bagi Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Taiwan. Mulai 1...
Ketua MPR: Bangsa Indonesia Harus Bersatu Hadapi Pelambatan Ekonomi
Thursday, 27 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengajak seluruh komponen bangsa baik pemerintah,...
KPPU: Ada Aksi Oligopoli Pasar dalam Perdagangan Beras!
Wednesday, 26 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi menyatakan dalam hasil...
Komnas HAM Bantah Memusuhi Penataan Kota Jakarta
Wednesday, 26 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membantah menghalangi...
DPD RI: Pemerintah Terlalu Optimis Tentukan Target Pendapatan Negara
Tuesday, 25 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melakukan pembahasan Rancangan Anggaran...
DPD RI: Pemerintah Terlalu Optimis Tentukan Target Pendapatan Negara
Tuesday, 25 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melakukan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan...
Mentan: Bazar Tani Dorong Stabilitas Harga
Tuesday, 25 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bazar produk pertanian...
PAN Bandingkan Sikap SBY-Jokowi dalam Hadapi Gejolak Ekonomi
Tuesday, 25 August 2015

Jakarta, GATRAnews- Partai Amanat Nasional (PAN) mengkritik sikap pemerintah dalam menghadapi...
Tak Perlu Bentuk BUMN Baru untuk Tangani Geothermal
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni...
Wakil Ketua MPR: Memudarnya Nasionalisme Membahayakan Keutuhan NKRI
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Sikap primordialisme menurut Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta dapat...
Menteri Susi: Indonesia akan Ekspor Ikan Langsung ke Rusia
Monday, 24 August 2015

Moskow, GATRAnews - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan lawatan bisnis ke sejumlah...
Pemegang KJP Mulai Hari Ini Gratis Naik Transjakarta
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Mulai hari ini, Senin (24/8), pelajar pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP)...
Rizal Ramli Siapkan Tujuh Jurus Pangkas Dwelling Time
Monday, 24 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyiapkan tujuh jurus...
Prabowo Desak BPK Rampungkan Audit Investigasi Keuangan DKI 2014
Friday, 21 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Wakil Ketua Pansus Tindak Lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, Prabowo...
Studi Pembangunan Nasional Kepemudaan 2015
Thursday, 20 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Yuni Poerwanti hari Selasa (18/8) membuka...
Menteri Saleh: Industri Otomotif Tetap Prospektif
Thursday, 20 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin optimistis dengan geliat industri otomotif...
Uji Kompetensi dan Ideologi Kepala Daerah, KPU Bisa Gandeng Lemhanas
Thursday, 20 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai masih terpaku pada syarat administratif...
Wakil Ketua DPR Tak Tahu Soal Dana 1,6 Trilyun untuk Tujuh Proyek DPR
Thursday, 20 August 2015

Jakarta, GATRAnews-Fahri Hamzah mengaku tidak tahu menahu soal usulan anggaran Rp1,6 trilyun untuk...
Menko Kabinet Kerja akan Bertemu Secara Rutin untuk Cegah Silang Pendapat
Wednesday, 19 August 2015

Jakarta, GATRAnews - Para menteri koordinator Kabinet Kerja, yakni Menteri Koordinator Politik,...

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?