GATRANEWS

Kemendes PDTT Bantu Promosikan Batik Tulis Ciwaringin di Level Internasional
Sunday, 26 April 2015

Cirebon, GATRAnews - Kemeterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes...
Max Sopacua: SBY Masih Layak Jadi Ketum
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua mengapresiasi dukungan dari...
Mentan Janjikan 40% Lahan Food Estate untuk Petani Plasma
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin bahwa pembangunan Food Estate di...
Mentan Janjikan 40% Lahan Food Estate untuk Petani Plasma
Friday, 24 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin bahwa pembangunan Food Estate di...
Terima Rapor Merah, Ahok: Mungkin Enggak Nurut (DPRD)
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tampak tenang ketika DPRD DKI...
Gerindra: 2014 Ahok Banyak Beretorika
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menerima rapor merah atas...
Ini Sembilan Catatan Buruk Ahok di 2014
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selama tahun 2014...
Gerindra Bantah Boikot Paripurna Penilaian LKPJ Ahok
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah fraksi di DPRD DKI memboikot paripurna penyampaian penilaian Laporan...
47 Anggota DPRD Jakarta Bolos Paripurna
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kehadiran anggota DPRD DKI dalam rapat paripurna penyampaian penilaian Laporan...
Jokowi Tagih Cina-Jepang Bangun Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung‏
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia baru saja melangsungkan dua pertemuan bilateral dengan dua negara...
32 Negara-negara Islam Bahas Palestina, Terorisme dan Peperangan
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memimpin pertemuan Organisasi...
Dukung Proyek Infrastruktur Pemerintah, WIKA Siapkan Belanja Modal Rp 1,7 Trilyun
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menganggarkan dana belanja modal atau...
ERA Vigo Pasarkan Apartemen Premium di Malaysia
Thursday, 23 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Saat pasar properti dalam negeri agak lesu, agen properti ERA Vigo menawarkan...
Indonesia Kampanyekan Seafood Expo Global 2015 di Brussel
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Indonesia kembali mengikuti perhelatan tahunan, Seafood Expo Global (SEG) pada...
WIKA Realty Melantai di BEI Oktober Nanti
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Wika Realty direncanakan akan melaksanakan penawaran umum perdana saham...
Jokowi Undang Kamboja Manfaatkan Industri Militer RI
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri...
BKPM: Swiss Minta Komitmen Indonesia Perbaiki Birokrasi Investasi‏
Wednesday, 22 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan...
Investor Malaysia Ingin Perbesar Tanaman Modal di Indonesia‏
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Malaysia berkomitmen untuk meningkatkan investasinya ke Indonesia. Hal...
Afsel Pintu Masuk Ekspor ke Afrika
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melakukan berbagai lobi pada ajang berskala...
Jokowi: Kemiskinan dan Inflasi Jadi Tantangan Asia-Afrika‏
Tuesday, 21 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo baru saja membuka acara Asia Afrika...

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?