GATRANEWS

KMP Kebon Sirih Jegal Langkah Ahok Kuasai DKI-1
Tuesday, 18 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Koalisi Merah Putih (KMP) Kebon Sirih 'kebakaran jenggot' mengetahui Plt...
Sigma Sayangkan HMP Batalkan Perdamaian KIH-KMP
Monday, 17 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Peneliti dari divisi Kajian Hukum Tatanegara Sinergi Masyarakat untuk...
Pengamat: Perdamaian KMP dan KIH Cuma Ajang Bagi-Bagi Jabatan
Monday, 17 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat politik dari lembaga Sinergi Masyarakat Untuk Demokrasi Indonesia...
Nasdem Tak Masalah Bila Tak Diajak Pertemuan KIH dan KMP
Tuesday, 11 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Nasdem, Ferry Mursyidan Baldan menyatakan dirinya tidak...
PDIP Jatim Lobi Cawagub untuk Ahok
Monday, 03 November 2014

Jakarta, GATRAnews - Sejumlah perwakilan PDI Perjuangan Jawa Timur bertemu dengan Plt Gubernur DKI...
Menpora : Jaga Semangat Persatuan Warisan Pemuda 86 Tahun Lalu
Thursday, 30 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Rakyat telah menentukan pilihannya dalam Pemilu dan Pilpres lalu secara...
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2014 Berlangsung Meriah
Thursday, 30 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews - Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 86 yang digelar di halaman Candi...
Menpora Ziarah ke Makam Soegondo Djojopuspito
Wednesday, 29 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Kunjungan kerja pertama yang dilakukan Menpora Imam Nahrawi adalah ke...
Puncak Peringatan HSP di Yogya, untuk Memperkuat Ingatan Pemuda
Wednesday, 29 October 2014

Yogyakarta, GATRAnews – Puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda yang hari Selasa (28/10) sore...
Rangkaian Acara HSP Diperingati di Kantor Kemenpora
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Hari Jumat (24/10) malam, Sesmenpora Alfitra Salamm didampingi Deputi I...
Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Candi Prambanan
Monday, 27 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2014 akan diperingati di halaman...
Politisi Golkar Duga Jokowi Acuhkan Rekomendasi KPK
Sunday, 26 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo meragukan kemampuan Kabinet Kerja,...
Pengamat: Jokowi Jangan Pilih Calon Menteri yang terduga Korupsi
Saturday, 25 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat Kebijakan Publik, Wiend Sakti Myharto mendesak Presiden Joko Widodo...
Farhan : Jokowi Jangan Pilih Menteri Penerima Raport Merah KPK dan PPATK
Wednesday, 22 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris DPP Partai Demokrat, Farhan Efendy berharap Presiden Joko Widodo...
Demokrat: Jokowi Cuma ''Petugas Partai'', Tak Leluasa Ambil Kebijakan‏
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menilai...
Ahmad Yani: Pertemuan dengan Jokowi Bukan dari PPP Kubu SDA
Saturday, 18 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Pertemuan antara Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair (Mbah Moen) dan...
Demokrat: #TerimakasihSBY Bentuk Apresiasi Rakyat Kepada SBY‏
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Belakangan ini beredar spanduk yang berisi ucapan terima kasih kepada Presiden...
Demokrat: SBY Diserang Kelompok Politis‏ Soal UU Pilkada
Thursday, 16 October 2014

Jakarta, GATRAnews- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat menjadi objek yang...
Jokowi Bantah Bertemu Prabowo Diam-diam
Wednesday, 15 October 2014

Jakarta, GATRAnews - Joko Widodo membantah sudah melakukan pertemuan dengan Ketua Dewan Pembina...
Menpora - Para Pemuda Berkesempatan Pimpin Bangsa
Monday, 13 October 2014

Jakarta, GATRAnews – Hari Kamis (09/10) siang Menpora Roy Suryo didampingi Istrinya Ismarindayani...

Pertemuan PKPI-KPU Hanya Berbuah Sumpah Serapah

Jakarta, GATRAnews - Audiensi jajaran petinggi dan kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya membuahkan sumpah serapah dan makian. Pasalnya, pertemuan selama 36 menit di Media Center KPU, Jakarta Pusat, Senin, (4/3) itu, tidak membuahkan kesepakatan pasti apapun. Sumpah serapah dan makian itu dilontarakan sejumlah kader bahkan jajaran PKPI yang merasa kesal dengan sikap KPU yang meminta waktu 1-2 minggu untuk mepelajari dan menyikapi fatwa Mahkamah Agung (MA) yang memperkuat putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

 

"Ini secepatnya kita akan bahas. Dalam waktu dekat kami akan bahas. Kami butuh waktu 1-2 minggu. Ini kami harus bahas banyak hal, tidak boleh hanya mempelajari satu sisi saja, tapi harus mempelajari bebagai sisi," dalih Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Selain itu, pernyataan Komisioner KPU lainnya, Ida Budiati juga semakin memancing kekesalan sejumlah kader dan jajaran. Pasalnya, Ida mengaku semua yang dilakukan KPU telah sesuai perundang-undangan.

 

"Kami dengar pernyataan kalimat yang cantik dari Ibu Ida, kalau memang sesuai aturan, 50 kecamatan tidak diverikasi, kenapa KPU tidak mengakui. Kami lolos, tapi kenapa disamakan dengan yang 15 (tidak lolos-Red.)? Kami sudah lolos, jangan diberikan tafsir!" Humas PKPI, Ruli mempertanyakan. PKPI mengharapkan KPU tidak lama mengambil keputusan dan sikap. Pasalnya, jika KPU memutuskannya dalam waktu 15 hari, hampir dipastikan kehilangan kesempatannya sebagai peserta Pemilu 2014, karena masa itu Parpol harus menyerahkan calon legislatifnya ke KPU.

 

"Tidak mungkinkan kita terus menunggu, karena kita tidak tahu batas waktunya KPU. Apakah menunggu bereaksi mereka di bawah. Sabarkan ada batasnya. Karena kita sudah melalui mekanisme santun dan beretika dalam berpolitik. Mana pernah kita anarkis," tegas Sutiyoso. Usai audensi masa pun diminta tenang, namun saat 4 komisioner yakin Hadar Navis Gumay, Ida Budiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Arif Budiman hendak keluar ruangan, hujan hujatan pun mengarah ke Ida dan Hadar. "Hadar, balek (pulang) kau ke Plembang, habis kau!" teriak salah seorang kader kepada Hadar.

 

Tak hanya Hadar, Ida pun mendapat sejumlah teriakkan makian dan sumpah serapah. Berbagai sumpah serapah dan tudingan, bahwa KPU yang dinilainya tidak independen, serta dinilai sebagai kepanjangan tangan partai Senayan pun dilontarkan para kader yang memenuhi ruangan Media Center KPU tersebut. "Ida kau jangan kaku, seperti kayu kering," ucap Kader lainnya.

 

Sementara pengurus DPP PKPI menegur komisioner Ida Budiati yang acap kali bersembunyi di balik aturan KPU dan UU saat sesi dialog tersebut. "Kami mendengar kalimat-kalimat yang cantik dari Ibu (Ida). Seolah-olah sudah benar. Tapi dari pertama pun sudah salah. Justru ibu dan bapak yang Bodoh ini  mengintervensi. Kalau Bawaslu memang tidak benar kenapa tidak dituntut ke PTUN. Kenapa kami yang harus ke PTUN," geram pengurus PKPI tersebut.

 

Pertemuan itu hanya diikuti 4 komisioner yang menjumpai ratusan kader PKPI. Sementara Ketua KPU Husin Kamil Manik tak terlihat dalam pertemuan itu. Aparat keamanan tetap mengawal 4 anggota KPU itu hingga keluar menuju gedung utama KPU.(IS)

 

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?