GATRANEWS

Wagub DKI: Supir Tidak Bisa Bawa Mobil Cepat, Kita ganti
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membenarkan kinerja PNS Ibu...
Oknum PNS di Pemakaman: Cabut TKD Sampai Nol
Tuesday, 26 May 2015

Jakarta, GATRAnews -  Puluhan pejabat struktural Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah...
Wagub DKI Bantah Oknum PNS Bocorkan Tes Urine
Thursday, 21 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membantah tes urine pada...
Tes Urine Pejabat DKI Diduga Bocor
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tiga pejabat eselon IV Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang baru dilantik pada...
Ahok Ancam Pecat Pejabat Terindikasi Konsumsi Narkoba
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengancam akan memecat...
Tiga Pejabat DKI Terindikasi Konsumsi Narkoba
Wednesday, 20 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Tiga pejabat eselon IV Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dilantik pada...
Tradisi Baru Ahok: Pejabat Wajib Tes Urine
Tuesday, 19 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Pejabat eselon III dan IV yang baru dilantik, Senin (18/5) pagi tadi,...
Pejabat DKI Hanya Kerja Gosok Batu Akik
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima banyak laporan terkait...
Djarot Bela Kebijakan Pasang Copot Birokrat
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Kurang lebih enam bulan menjabat DKI-1, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama sudah...
Tes Urine Mendadak Kejutkan 649 Pejabat Baru
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama melantik 649 pejabat struktural baru di...
Lantik 649 Pejabat, Ahok: di Jakarta Tidak Ada Zona Nyaman
Monday, 18 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama kembali merombak pejabat struktural eselon III dan IV...
Ahok Bakal Lolos Pemeriksaan Bareskrim
Wednesday, 13 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diprediksi bakal lolos pemeriksaan korupsi...
SBY Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketum Demokrat
Wednesday, 13 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Susilo Bambang Yudhoyono terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Demokrat...
SBY Sebut Jokowi Bakal Hadir di Kongres Partai Demokrat
Friday, 08 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan menghadiri Kongres Partai...
Ahok: Tersangka Korupsi UPS Belum Bisa Dicopot
Friday, 08 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tidak akan mengganti Kepala Dinas Olahraga dan...
Ahok: Bareskrim Tidak Hanya Usut Pengadaan UPS
Friday, 08 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri membidik banyak kasus...
Bareskrim Periksa Dua Pejabat DKI Soal UPS
Friday, 08 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Dua pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali diperiksa oleh Badan...
Ide dan Gagasan Jadi Modal Pasek Tantang SBY
Friday, 08 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika menyatakan diri maju dalam bursa...
Cari Bukti UPS, Penyidik Geledah Dapur Balai Kota DKI
Thursday, 07 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Balai Kota DKI Jakarta sejak dua pekan lalu kerap disambangi sejumlah penyidik...
Ahok Tegaskan Tidak Pelit Data Korupsi UPS
Thursday, 07 May 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebut bakal banyak pejabat DKI...

Demokrat Tak Akan Ganti Pejabat Pendukung Anas

Jakarta, GATRAnews - Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarif Hasan menegaskan, partainya tidak menggagendakan rotasi pejabat tinggi partai yang dinilai sebagai loyalis Anas Urbaningrum, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang rencananya akan dihelat sebelum 9 April mendatang.

"Kita tidak membicarakan itu (penggeseran petinggi Demokrat, Red.)," jawab Syarif usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa Taufiq Kiemas di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu, (10/3), soal apakah para loyalis Anas akan digeser atau tidak, sebagaimana isu yang beredar selama ini.

Syarif menambahkan, Demokrat akan mentaati seluruh ketentuan Undang-undang Pemilu, sehingga hampir dipastikan KLB itu digelar agar daftar calon legislatif (DCS) bisa ditandatangani ketua umum sebelum diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum dalam diskusi bertajuk "Smart Evening With Rosi", Rabu malam lalu, (6/3), mengaku belum melayangkan surat resmi penguduran dirinya setelah pernyataan lisannya, menyusul ditetapkan sebagai tersangka korupsi Hambalang.

Anas mengatakan, tidak ada satu orang pun yang berhak menerima surat tersebut, termasuk Ketua Majelis Tinggi, Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, yang layak menerima pengunduran dirinya adalah KLB. Pengangkatan dirinya sebagai ketua umum dilakukan melalui kongres, sehingga surat tersebut pun harus diserahkan ke kongres.

"Kalau dikirim, yang layak menerima surat pengunduran diri itu kongres, tidak ada instansi yang mempunyai mandat mencabut itu, kecuali kongres," tandasnya.

Menurutnya, ia belum mengirimkan surat pengunduran dirinya, karena mantan partai cinta pertamanya tersebut belum menentukan jadwal KLB. Selain itu, Anas menganggap, karen dirinya merupakan bayi yang tidak diinginkan, maka hampir dipastikan suratnya pun tidak dinantikan.
"Suratnya pun tidak diharapkan oleh bapaknya," seloroh Anas.

Pada kesempatan tersebut Anas juga menilai, adanya faksi-faksi di dalam partai politik merupakan hal yang wajar. Menurutnya, semakin besar satu partai, maka semakin banyak pula faksi-faksinya.

"Ada faksi di partai itu hal yang biasa. Kalau partai kecil faksinya kecil, kalau partai besar lazim faksinya besar. Partai Demokrat ini masih belajar, wajar kalau ada faksi-faksi," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?