GATRANEWS

Pengamat: Saya Bangga Jokowi Jika Mundur‏
Wednesday, 16 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio meminta capres PDI Perjuangan Joko...
Demokrat Kunci Koalisi Gerindra atau Golkar
Tuesday, 15 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Partai Demokrat bisa menjadi faktor kunci koalisi antara Partai Gerindra atau...
Ruhut: Jokowi Bisa Stres Berpasangan dengan JK
Monday, 14 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Juru bicara partai Demokrat Ruhut Sitompul berkomentar mengenai wacana duet...
Ini Prediksi LSI Soal Perolehan Kursi Parpol di Parlemen‏
Friday, 11 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) memprediksi hasil perolehan kursi di parlemen...
Anas: Demokrat Dapat 9% Berkat Kesebelasan Konvensi
Friday, 11 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai turunnya...
Antara ''Jokowi Effect'' Dan ''Rhoma Irama Effect''
Thursday, 10 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Hasil penghitungan cepat (quick count) menempatkan Partai Kebangkitan Bangsa...
Survei JSI Tempatkan PDI-P Unggul di Pemilihan Legislatif
Sunday, 06 April 2014

Jakarta, GATRAnews- Lembaga Jaringan Suara Indonesia (JSI) merilis hasil survei terbaru bertajuk...
Golkar dan Demokrat, Dua Partai Terkorup Menurut Publik
Saturday, 05 April 2014

Jakarta, GATRAnews-Partai Golongan Karya boleh dibilang unggul dalam soal elektabilitasnya. Dalam...
Survei: PDIP Paling Dipilih Anak Muda Jabodetabek
Friday, 04 April 2014

Jakarta, GATRAnews - Survei yang dilakukan Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI)...
Polisiti Golkar Dukung PAN Inisiasi Pemakzulan Boediono
Friday, 28 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Century DPR, Bambang Soesatyo (Bamsat) mendukung...
Sutan dan Tri Yulianto Dicekal KPK, Ini Pesan Ruhut Sitompul
Friday, 14 February 2014

Jakarta, GATRAnews - Dua kader dari Partai Demokrat (PD) Sutan Bhatoegana dan Tri Yulianto dicegah...
Capres Konvensi Partai Demokrat Tidak Dilirik Masyarakat
Sunday, 02 February 2014

Jakarta, GATRAnews-Kemerosotan elektabilitas Partai Demokrat (PD) dalam berbagai survei ternyata...
Diterpa Kasus Korupsi, Partai Demokrat Miskin Pemilih
Sunday, 02 February 2014

Jakarta, GATRAnews- Berbagai kasus korupsi kini melekat pada sejumlah kader Partai Demokrat (PD)....
Demokrat Bantah Pemerintah SBY Antikritik
Wednesday, 22 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Sebagai partai penyokong kekuasaan, Demokrat tidak keberatan mendapat kritikan...
Pasek Galang Kekuatan
Wednesday, 22 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Gede Pasek tengah menggalang kekuatan untuk melakukan perlawanan terhadap...
Pasek Desak Dewan Kehormatan Demokrat Periksa Syarief dan Ibas
Wednesday, 22 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrat yang baru dicopot, Gede Pasek Suardika, telah...
Pasek Nilai Pemecatannya oleh Demokrat, Cacat
Wednesday, 22 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Politisi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika mengatakan bahwa dirinya sudah...
Pasek Ngaku Korban Politik Demokrat
Tuesday, 21 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Gede Pasek Suardika mengatakan bahwa pemecatan dirinya sebagai kader Partai...
Hanura: Urusi Partai, SBY Beri Preseden Buruk
Monday, 20 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Saleh Husin mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak seharusnya...
Demokrat: Pernyataan Politisi PDI Perjuangan Soal SBY, Arogan
Monday, 20 January 2014

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Pusat Pembangunan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat,...

Demokrat Tak Akan Ganti Pejabat Pendukung Anas

Jakarta, GATRAnews - Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarif Hasan menegaskan, partainya tidak menggagendakan rotasi pejabat tinggi partai yang dinilai sebagai loyalis Anas Urbaningrum, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang rencananya akan dihelat sebelum 9 April mendatang.

"Kita tidak membicarakan itu (penggeseran petinggi Demokrat, Red.)," jawab Syarif usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa Taufiq Kiemas di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu, (10/3), soal apakah para loyalis Anas akan digeser atau tidak, sebagaimana isu yang beredar selama ini.

Syarif menambahkan, Demokrat akan mentaati seluruh ketentuan Undang-undang Pemilu, sehingga hampir dipastikan KLB itu digelar agar daftar calon legislatif (DCS) bisa ditandatangani ketua umum sebelum diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum dalam diskusi bertajuk "Smart Evening With Rosi", Rabu malam lalu, (6/3), mengaku belum melayangkan surat resmi penguduran dirinya setelah pernyataan lisannya, menyusul ditetapkan sebagai tersangka korupsi Hambalang.

Anas mengatakan, tidak ada satu orang pun yang berhak menerima surat tersebut, termasuk Ketua Majelis Tinggi, Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, yang layak menerima pengunduran dirinya adalah KLB. Pengangkatan dirinya sebagai ketua umum dilakukan melalui kongres, sehingga surat tersebut pun harus diserahkan ke kongres.

"Kalau dikirim, yang layak menerima surat pengunduran diri itu kongres, tidak ada instansi yang mempunyai mandat mencabut itu, kecuali kongres," tandasnya.

Menurutnya, ia belum mengirimkan surat pengunduran dirinya, karena mantan partai cinta pertamanya tersebut belum menentukan jadwal KLB. Selain itu, Anas menganggap, karen dirinya merupakan bayi yang tidak diinginkan, maka hampir dipastikan suratnya pun tidak dinantikan.
"Suratnya pun tidak diharapkan oleh bapaknya," seloroh Anas.

Pada kesempatan tersebut Anas juga menilai, adanya faksi-faksi di dalam partai politik merupakan hal yang wajar. Menurutnya, semakin besar satu partai, maka semakin banyak pula faksi-faksinya.

"Ada faksi di partai itu hal yang biasa. Kalau partai kecil faksinya kecil, kalau partai besar lazim faksinya besar. Partai Demokrat ini masih belajar, wajar kalau ada faksi-faksi," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?