GATRANEWS

Di Blok G Tanah Abang Ada Eskalator Khusus Pejabat
Wednesday, 15 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat punya eskalator khusus bagi pejabat....
Dua Tersangka Korupsi UPS Diberhentikan Ahok
Sunday, 12 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Dua tersangka kasus korupsi pengadaan uninterraptable power supply (UPS)...
PNS DKI Plesetkan TKD Menjadi TKO
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GARTAnews - Pegawai Negeri Sipil (PNS) di DKI Jakarta 'dipaksa' bersabar menerima...
Tes Eks Honorer K-2 Mulai Agustus 2015
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy...
KPK Puji Sosok Badrodin Haiti Didepan Komisi III
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja memuji Komjen Badrodin Haiti sebagai figur...
Ketua DPR Minta Maaf Atas Insiden Adu Jotos 2 Anggotanya
Friday, 10 April 2015

Jakarta, GATRAnews -  Ketua DPR Setya Novanto meminta maaf kepada masyarakat atas aksi main pukul...
Hore! Perpres Kenaikan Tunjangan DP Mobil Pejabat Resmi Dicabut
Thursday, 09 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto mengemukakan, bahwa Presiden Joko...
Kritikan Risma, DPRD: Itu Fakta
Wednesday, 08 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melontarkan kritikan atas pelayanan publik...
Soal Perpres DP Mobil Pejabat, PDIP: Pembantu Presiden Tak Cermat!
Tuesday, 07 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDI Perjuangan, Ahmad Basarah menuding...
Ketua MPR Minta Perpres Penambahan Tunjangan Mobil Pejabat Dicabut
Tuesday, 07 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan mengkritik...
Ibas Harap Demokrat Tak ''Digolkarkan''
Monday, 06 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengaku telah...
Sikapi Pemberian Uang Muka Kendaraan Pejabat Secara Proporsional
Monday, 06 April 2015

Jakarta, GATRAnews – Respon publik yang sangat dinamis terhadap rencana pemberian fasilitas uang...
DPR Heran Uang Muka Mobil Pejabat Dinaikkan Jokowi Jadi Rp 210 juta!
Thursday, 02 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua Komisi XI DPR RI, Fadel Muhammad mempertanyakan keputusan Presiden Joko...
DKI Tidak Memberikan Bantuan Hukum Tersangka Korupsi UPS
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memberikan bantuan...
BKD Tunggu Surat Pengunduran Diri Pejabat Tersangka Korupsi UPS
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta menunggu surat pengunduran diri dua...
Korupsi UPS, Djarot: Bagus Ada Kemajuan
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Dua pejabat di DKI Jakarta ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan...
Banyak Pejabat Tersangkut Korupsi, BKI Bakal Gelar Lelang Jabatan
Tuesday, 31 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Seleksi dan promosi terbuka atau lelang jabatan kembali akan digelar oleh...
Anak Buah Jadi Tersangka, Ahok: Tanya Bareskrim
Monday, 30 March 2015

Jakarta, GATRAnews - Mabes Polri menetapkan dua pejabat DKI Jakarta yakni Alex Usman dan Zaenal...
Pergantian Pimpinan Fraksi Golkar Harus Lewat Bamus DPR
Friday, 27 March 2015

Jakarta, GATRAnews - DPP Partai Golkar Agung Laksono telah menyurati pimpinan DPR terkait...
Menteri PANRB : Humas Pemda Harus Jadi Juru Penerang yang Efektif
Wednesday, 25 March 2015

Bandung, GATRAnews – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bersama...

Demokrat Tak Akan Ganti Pejabat Pendukung Anas

Jakarta, GATRAnews - Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarif Hasan menegaskan, partainya tidak menggagendakan rotasi pejabat tinggi partai yang dinilai sebagai loyalis Anas Urbaningrum, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang rencananya akan dihelat sebelum 9 April mendatang.

"Kita tidak membicarakan itu (penggeseran petinggi Demokrat, Red.)," jawab Syarif usai menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa Taufiq Kiemas di Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu, (10/3), soal apakah para loyalis Anas akan digeser atau tidak, sebagaimana isu yang beredar selama ini.

Syarif menambahkan, Demokrat akan mentaati seluruh ketentuan Undang-undang Pemilu, sehingga hampir dipastikan KLB itu digelar agar daftar calon legislatif (DCS) bisa ditandatangani ketua umum sebelum diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Anas Urbaningrum dalam diskusi bertajuk "Smart Evening With Rosi", Rabu malam lalu, (6/3), mengaku belum melayangkan surat resmi penguduran dirinya setelah pernyataan lisannya, menyusul ditetapkan sebagai tersangka korupsi Hambalang.

Anas mengatakan, tidak ada satu orang pun yang berhak menerima surat tersebut, termasuk Ketua Majelis Tinggi, Susilo Bambang Yudhoyono. Menurutnya, yang layak menerima pengunduran dirinya adalah KLB. Pengangkatan dirinya sebagai ketua umum dilakukan melalui kongres, sehingga surat tersebut pun harus diserahkan ke kongres.

"Kalau dikirim, yang layak menerima surat pengunduran diri itu kongres, tidak ada instansi yang mempunyai mandat mencabut itu, kecuali kongres," tandasnya.

Menurutnya, ia belum mengirimkan surat pengunduran dirinya, karena mantan partai cinta pertamanya tersebut belum menentukan jadwal KLB. Selain itu, Anas menganggap, karen dirinya merupakan bayi yang tidak diinginkan, maka hampir dipastikan suratnya pun tidak dinantikan.
"Suratnya pun tidak diharapkan oleh bapaknya," seloroh Anas.

Pada kesempatan tersebut Anas juga menilai, adanya faksi-faksi di dalam partai politik merupakan hal yang wajar. Menurutnya, semakin besar satu partai, maka semakin banyak pula faksi-faksinya.

"Ada faksi di partai itu hal yang biasa. Kalau partai kecil faksinya kecil, kalau partai besar lazim faksinya besar. Partai Demokrat ini masih belajar, wajar kalau ada faksi-faksi," pungkasnya. (IS)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?