GATRANEWS

Kartika Soekarno Bantu Posyandu dan PAUD di Jakarta
Wednesday, 29 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kartika Soekarno Foundation (KSF) menawarkan bantuan perbaikan pelayanan Pos...
Dokumen Pelunasan Utang Diamankan Bareskrim dari Haji Lulung
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bareskrim Mabes Polri menyita sejumlah dokumen penting dari ruang kerja Wakil...
Alasan Korea Bangun Royal Tulip Resort & Spa di Lombok
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - TheVoo Architect & Engineers Group pengembang asal Korea Selatan ini bukan...
Indonesia Prioritaskan Investasi Ramah Lingkungan
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro menyatakan pemerintah menawarkan potensi...
Direktur BI: Pertumbuhan Ekonomi 5% Seperti Cari Batu Akik Bagus
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Direktur Departemen Kebiakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Solikin M...
DKI Terapkan Moratorium Rusunami dan Apartemen
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - DKI Jakarta segera memberlakukan moratorium pembangunan apartemen dan rumah...
Joke Haji Lulung Soal Penggeledahan Bareskrim
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Abraham Lunggana alias Haji Lulung tampil santai usai penggeledahan ruang...
The One Partner Bangun Villatel Royal Tulip Resort & Spa di Lombok
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews-Makin padatnya hunian hotel, resort maupun vila di kawasan Bali membuat investor...
Mandiri Tunas Finance Targetkan Laba Bersih Lampaui Rp300 Milyar
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) optimis dengan laba bersih yang diperoleh...
Ketua MPR Dukung Pelaksanaan Eksekusi Mati
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Ketua MPR Zulkifli Hasan, menilai pemerintah tak perlu ragu melaksanakan...
Serapan Rendah, Mentan Minta Bulog Optimalkan Jaringan Semut
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta Perum Bulog agar lebih kreatif dalam...
Menteri Pertanian Janji Tambah Alokasi Pupuk Subsidi
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman berjanji akan menambah alokasi pupuk subsidi...
Garuda Kerja Sama Cash Management dengan 4 Bank
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjalin kerja sama dengan empat bank untuk...
Tantowi Sarankan Ahok Tiru Sutiyoso Soal Atasi Prostitusi
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Tantowi Yahya menilai bahwa praktik prostitusi...
Astra Bagikan Dividen Rp 8,74 Trilyun
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Astra Internasional Tbk akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 8,74...
Realisasi Investasi Serap 315.229 Tenaga Kerja Selama Kuartal I 2015
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatatkan nilai realisasi investasi selama...
Kuartal I-2015, Laba Bank MNC Naik 107%
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Bank MNC Internasional Tbk telah berhasil mencatat kinerja positif di kuartal...
BJB Bukukan Laba Rp 388 Milyar di Triwulan I-2015
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten (BJB) berhasil...
Remajakan Penggilingan Padi, Produksi Beras Naik 2 Juta Ton
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan bawah dalam APBN-P 2015 telah...
BKPM Usulkan Penetapan Upah Butuh Lima Tahun Sekali
Tuesday, 28 April 2015

Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengatakan penetapan...

Polri Duga Pelaku Bom Solo Adalah DPO Bom Cirebon

Jakarta - Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar mengatakan, pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil, Sepenuh, Solo, Jawa Tengah diduga adalah salah satu dari enam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada peledakan bom di Cirebon. "Diduga kuat pelakunya terkait peledakan bom Cirebon. Tapi data lengkapnya belum bisa kami sampaikan," kata Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2011).

Menurut Boy Rafli Amar, pemeriksaan hari ini adalah mengenai penuntasan pemeriksaan pertama dari tim identifikasi dan tim kedokteran serta tim ahli forensik. Saat ditanya mengenai motif dari peledakan bom Solo kali ini, Boy Rafli Amar mengatakan kepolisian perlu mendalami lagi jaringan mereka. "Sementara ini kasusnya sedang dalam penyelidikan. Untuk memutuskan lebih lanjut soal motif ataupun identitas pelaku, dibutuhkan waktu," ujarnya.

Target dari peledakan bom ini, ungkap Boy Rafli, diduga adalah orang-orang yang berada di dalam Gereja Bethel Injil di Solo, karena rekaman CCTV menunjukkan hal tersebut. "Kami mendapat rekaman CCTV dari gedung gereja," katanya. Ia juga mengatakan bahwa jenis peledak belum diketahui, namun dugaan sementara jenis peledak masih terkait dengan bom rakitan di Cirebon. Penyelidikan mengenai bahan peledak dilakukan di Puslabfor polri. Hasil pemeriksaan dari puslabfor akan dibandingkan dengan yang ditemukan di Cirebon, termasuk yang ditemukan di sungai di daerah Cirebon.

Mengenai tas dan seluruh barang yang ditinggalkan oleh pelaku, saat ini masih diamankan dan sedang diperiksa satu-persatu. Soal jenis-jenis barangnya, Boy Rafli belum bisa menyampaiakan kepada media. Dalam Berita Acara Penyelidikan (BAP), saksi yang diajukan ada 20 orang, termasuk korban. Untuk melengkapi BAP, pihak kepolisian masih menunggu pulihnya kesehatan para korban. (HP, Ant)

Design © GATRANEWS | GATRA. All rights reserved.

Top Desktop version

twn Are you sure that you want to switch to desktop version?