Fadli zon; Tidak Ada Politisasi Kasus Rizieq Shihab dan Rachmawati

Jakarta,GATRAnews - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Fadli Zon menilai, diterimanya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab dan beberapa tersangka permufakatan jahat melawan pemerintahan yang sah (Makar) bukan bagian dari politisasi hukum.

 

Rizieq telah beberapa kali dilaporkan kepada pihak berwajib. Solidaritas Merah Putih melaporkan Habib Rizieq ke  Polda Metro Jaya, Selasa Sore kemarin karena diduga menyebarkan berita bohong dan berbau SARA melalui ceramah dengan menyebutkan uang kertas baru yang dikeluarkan Bank Indonesia berlogo palu arit.  Minggu, (8/1/2017) kemarin, Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah melaporkannya ke Mapolda Metro Jaya juga soal palu arit itu.

 
Sebelum laporan ini, dia juga telah diadukan Sukmawati Soekarnoputri karena diduga menghina lambang negara melalui ceramahnya. Kamis, (12/1/2017) besok, rencananya penyidik akan memeriksa Rizieq sebagai saksi.  


Menurut Fadli, diterimanya Rizieq maupun Rachmawati Soekarnoputri di DPR RI, merupakan salah satu tugas dari wakil rakyat, yakni pengawasan termasuk pengawasan dalam bidang hukum.  


"DPR ini kan salah satu tugasnya pengawasan termasuk pengawasan dalam proses penegakkan hukum. Nah, kita ingin memang semua saluran sasaran aspirasi itu sesuai dengan koridor dan saya kira disini lah tempat untuk mengadu," jelas Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, (11/1/2017).


Semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, baik itu Rachmawati atau Rizieq akan didengarkan oleh wakil rakyat. Soal proses hukum yang tengah dijalani menurut Fadli biarkan saja itu berlangsung. Namun, tegasnya, DPR akan memastikan apakah proses hukum itu berjalan sesuai Undang-Undang (UU) atau sebaliknya.
 

"Disini wakil rakyat mendengarkan aspirasi rakyat. Kalau mengenai proses hukum ya silahkan saja berlangsung, kita hormati proses yang ada. Kita juga melihat bagaimana proses hukum itu ditegakkan, sudah benar tidak dengan UU atau tidak, atau perlakukan yang diskriminatif.  Apakah ada pelanggaran HAM atau tidak," tambah Fadli.
 

Untuk diketahui, Selasa, (10/1/2017) kemarin beberapa nama yang ditetapkan polisi sebagai tersangka kasus makar datang ke Gedung DPR RI. Mereka adalah Rachmawati Soekarnoputri, Hatta Taliwang, Kivlan Zein dan Ahmad Dhani. Menyusul Rabu, (11/1/2017) hari ini giliran Rizieq Shihab yang bertemu dengan pimpinan DPR RI seperti Fahri Hamzah, Fadli Zon dan M. Syafi'i.


Reporter : Wem Fernandez
Editor: Rosyid

Share this article