Siti Zuhro: Isu SARA Milik Semua, Tidak hanya Islam

Jakarta, GATRAnews - Peneliti senior LIPI Siti Zuhro menuturkan isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) milik universal, tidak selalu identik dengan Islam. Semua pihak bisa memainkan isu SARA untuk tujuan tertentu.


"Isu SARA ini bisa dilakukan oleh pihak manapun. Tidak hanya Islam yang perlu dicurigai, karena semua bisa memainkan itu," kata Siti Zuhro dalam diskusi evaluasi hasil Pilkada DKI putaran pertama bertajuk 'SARA, Isu atau Fakta', di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (17/3).

Meski semua pihak bisa memainkan isu itu, Siti Zuhro mengingatkan SARA bisa menjadi bahaya laten. Sama dengan korupsi dan tindak kejahatan lainnya.

Selain itu, sambung Siti Zuhro, belakangan marak politisasi SARA berkaitan Pilkada DKI Jakarta 2017. Isu itu dimainkan berlebihan sehingga menguras energi masyarakat Indonesia.

"Lebih berbahaya adalah politisasi SARA. Di mana saat SARA jadi komoditas politik untuk tujuan tertentu. Pasti ini akan jadi bahaya laten juga," pungkas Siti.

Hasil penelitian Pusat Data Bersatu (PDB) soal Pilkada DKI Jakarta putaran pertama, 15 Februari 2017, menunjukkan isu SARA sangat mempengaruhi pilihan warga.

Pasangan nomor urut dua Basuki T. Purnama-Djarot Saiful Hidayat unggul di daerah berpenduduk heterogen soal agama. Seperti Kepala Gading Timur, Gondangdia, Mangga Besar dan Glodok.

Pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno menang di daerah-daerah berpenduduk Muslim. Seperti Tegal Parang, Rawa Terate, Kali Baru dan Sukabumi Selatan.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Share this article

Tagged under