Surabaya, 14 Oktober 2009 07:50 Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ad-Interim, M Nuh, membatalkan kehadiran bintang film asal Jepang Maria Ozawa ke Indonesia.
Antara melaporkan, pembatalan itu disampaikan M Nuh saat memanggil produser dan sutradara film Menculik Miyabi di kantornya di Jakarta, Selasa (13/10).
M Nuh yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika itu meminta Odi Mulya Hidayat dari Maxima Pictures, selaku produser film layar lebar tersebut untuk menerima pembatalan kehadiran bintang film porno yang mengundang kontroversial di masyarakat itu.
Dalam pertemuan itu, Maxima Pictures sudah memastikan untuk membatalkan kehadiran Maria Ozawa yang lebih dikenal di Tanah Air dengan julukan Miyabi, demi menghindari kontroversial yang berkembang di masyarakat, sehingga tidak akan menambah persoalan.
Menurut Odi, pihaknya terpaksa membatalkan kehadiran Maria Ozawa dan menunda penggarapan film Menculik Miyabi karena derasnya protes terhadap film itu, sehingga pihaknya tidak akan memaksakan kedatangan Maria Ozawa.
Keinginan Maxima Pictures itu disambut baik oleh M Nuh, karena bangsa ini memang tidak ingin disibukkan dengan persoalan-persoalan yang sesungguhnya bisa diselesaikan dengan jalan baik-baik.
Sebelumnya, M Nuh mengibaratkan persoalan kedatangan Maria Ozawa ke Indonesia itu seperti "penjahat" atau "pencuri" yang ingin datang dan shalat ke masjid, sehingga tidak perlu dilarang, karena kehadirannya tidak untuk mencuri atau melakukan kejahatan, sehingga boleh-boleh saja.
Namun, sebaliknya, jika ada orang yang nyata-nyata datang ke masjid untuk melakukan tindak kejahatan, sudah seharusnya sejak awal dilarang, meski dia sebelumnya orang yang baik-baik saja.
Tapi, jika kehadirannya mengundang kontroversi yang berkepanjangan dan tidak produktif, maka sudah seharusnya dibatalkan. [EL,Ant]URL: http://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=131086