Menpora: Seni Bonsai Adalah Karya Besar yang Harus Dilestarikan

 

Menpora Imam Nahrawi membuka A Tribute to Bonsai of Indonesia (Menuju 5 Dasawarsa Bonsai Indonesia) sekaligus Launching Mandala Entrepreneur School, Sabtu (15/4) pagi, di Balemong Resort, Semarang, Jateng. (foto: egan/kemenpora.go.id)

Jakarta, GATRAnews - Menpora Imam Nahrawi membuka A Tribute to Bonsai of Indonesia (Menuju 5 Dasawarsa Bonsai Indonesia) sekaligus Launching Mandala Entrepreneur School, Sabtu (15/4) pagi, di Balemong Resort, Semarang, Jateng. Launching ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Menpora dan didampingi Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Pusat Saptodarsono. Menurut Menpora seni bonsai adalah karya besar yang harus dilestarikan.

 

Menpora yang didampingi Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal, Plt Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Kemitraan Anggia Ermarini, Ketua PPBI Semarang Sarno Kosasih menyampaikan bonsai dan ukis termasuk sekolah interpreneur ini menjadi solusi dari itu semua. 

 

"Kadang kita tidak menyadari bahwa dalam diri kita ada keistimewaan yang diberikan oleh Tuhan yang belum kita syukuri. Ada kemampuan yang ada di dalam diri kita namun kita tidak percaya diri. Ada sesuatu yang ada di sekeliling yang Tuhan berikan tentang kekayaan alam tapi kita tidak mensyukuri itu dengan cara mengeksplorasi yang pada saatnya akan menjadi solusi kehidupan buat kita," kata Menpora.

 

"Pemuda Indonesia, masyarakat Indonesia akan semakin bergairah bahwa ada sesuatu yang perlu kita kembangkan dan budidayakan yaitu bonsai dengan cara dipasarkan. Bangsa Indonesia adalah negeri yang pemudanya sangat kreatif, punya mental yang kuat yang tidak gampang cengeng yang tidak gampang menyerah yang tidak gampang putus asa," tambahnya.

 

Ketua PPBI Pusat Saptodarsono, mengatakan, masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui keberadaan tanaman bonsai. Maka dari itu keberadaan pengurus bonsai di manapun berada harus memaksimalkan pengenalan kepada masyarakat. “Salah satunya sering menggelar pameran. Supaya masyarakat tahu dan paham akan tanaman yang berasal dari China tersebut,” ucap Sapto. 

 

Diakhir acara Menpora juga membuka pameran bonsai. Peresmian ini ditandai dengan pemukulan gong disertai pengguntingan pita oleh Menpora didampingi Ketua PPBI Pusat Saptodarsono. Acara tersebut juga dirangkai dengan Wisuda Angkatan dua dan Angkatan tiga Sekolah Bonsai.

Share this article