Saidu Solihin: IKAUSAKTI Membangun Jaringan Kebudayaan Hingga Politik

Saidu solihin (dok. Pribadi)

Jakarta, GATRAnews - Ikatan Alumni Universitas Tri Sakti (IKAUSAKTI) di bawah pimpinan Saidu Solihin mulai menjalankan amanat-amanat Munas III IKAUSAKTI yang telah berlangsung pada awal September 2017.


Kepada wartawan, Ketua IKAUSAKTI Periode 2017-2021 itu mengatakan, untuk membangun kebersamaan dan menyatukan alumni maka kita membuat pilar perekat untuk menghimpun para alumni yang tersebar di seluruh indonesia. “Pilar pemersatu alumni ini meliputi terbangunnya kekuatan dan aspirasi dalam jaringan intelektual, kebudayaan, ekonomi, bisnis, dan politik,” ujarnya, Jakarta, 26 September 2017.

Untuk merealisasikan keinginan tersebut maka pria yang menjabat sebagai Direktur PT. Danareksa Sekuritas itu akan melakukan kegiatan berkala dan melakukan penyadaran comunity melalui berbagai kegiatan seperti diskusi kebangsaan, bisnis dan networking, kecendekiawanan serta akademis, temu akbar alumni, kegiatan sosial kemasyarakatan, olahraga, publikasi ilmiah serta job fair.

Menurut Saidu Solihin, apa yang dilakukan itu sebagai bentuk kongkrit IKAUSAKTI dalam memberikan masukan terhadap kebijakan strategis dan permasalahan kebangsaan sesuai dengan keahlian dari para alumni.

“IKAUSAKTI diharapkan bisa memfasilitasi sikap dan nalar kritis alumni sesuai dengan bakat dan minat masing-masing anggota,” ujarnya. “Semua itu diharapkan agar tercipta persaudaraan alumni sehingga dapat memberikan sumbangsih konkrit kepada almamater dan masyarakat luas,” tambahnya.

Semua langkah yang dilakukan IKAUSAKTI, menurut Saidu Solihin, mengacu pada Empat Garis Besar Perjuangan IKAUSAKTI, yakni ‘pertama’, membantu memaksimalkan peran IKAUSAKTI dalam proses peningkatan akreditasi Universitas Trisakti.

‘Kedua’, mengawal terciptanya proses kegiatan belajar mengajar yang kondusif di lingkungan Universitas Trisakti tanpa terlibat konflik kepentingan yang terjadi saat ini.

‘Ketiga’, memperjuangkan agenda penuntasan 12 Mei 1998 yaitu mendapat pengakuan dari pemerintah atas Kampus Reformasi dan Pahlawan Reformasi dengan segala hal-hal yang melekat pada status tersebut. ‘Keempat’, mengoptimalkan dan mendayagunakan seluruh elemen dan kekuatan alumni untuk kejayaan almamater Universitas Trisakti.

Share this article