Mencintai Papua Lewat Fotografi

 

Komunitas Kelas Pagi Papua saat melakukan praktikum di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. (Dok.Kelas Pagi Papua/HR02)

Jayapura, GATRAnews - Belasan anak muda asli Papua itu serius mendengarkan dan menyimak materi kamera analog yang dibawakan oleh Firdaus Muhammad. Firdaus sengaja didatangkan khusus dari Kelas Pagi Yogjakarta, untuk menularkan ilmunya kepada murid Kelas Pagi Papua.


Empat jam lebih sesi materi kamera analog itu telah dilalui, namun belasan anak muda ini tak juga beranjak dari tempat duduknya. Mereka justru asik bertukar ilmu dan pengalamannya dalam keahlian fotografi yang dimilikinya masing-masing.


"Saya mencintai fotografi sejak dua tahun lalu. Kamera yang saya miliki saat ini, justru hadiah ulang tahun saya dari suami tercinta," kata Irma Sokoy, 37 tahun yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga.


Irma, ibu satu orang anak ini mengaku sang suami tak pernah melarang dirinya, untuk menyalurkan hobi fotografi tersebut. "Saya bersyukur, suami masih memberikan ijin, untuk saya terus belajar dan berkarya," ucap Irma yang telah menjadi murid Kelas Pagi Papua sejak 3 bulan lalu.


Lain lagi pengalaman yang diperoleh Ana Soor, lajang berusia 31 tahun. Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu dengan mengikuti Kelas Pagi Papua yang biasa mengadakan pertemuan satu minggu dua kali, setiap hari Selasa dan Kamis, mulai pukul 15.00 WIT hingga pukul 20.00 WIT.


"Saya belajar fotografi secara otodidak dan semakin saya tak pernah absen di kelas pagi ini, maka makin banyak ilmu yang bisa saya serap. Makanya, sa (saya) memotivasi diri sendiri untuk tidak absen dan harus aktif mengikuti pertemuan setiap sesinya," kata Ana yang juga anggota Komunitas Baloobe, sebuah komunitas fotografi di Kota Jayapura.


Kata Ana, Kelas Pagi Papua berbeda dengan komunitas fotografi lainnya. Ia mendapatkan banyak pengetahuan dan teori dasar tentang teknik mengambil gambar ataupun pengenalan kamera. Berbeda dengan komunitas lainnya, yang hanya mengandalkan praktek, tanpa memperdulikan teori.


"Saya bersyukur mendapatkan ilmu tanpa membayar sepersen rupiahpun," kata Ana yang telah 1 tahun menggeluti dunia fotografi.



Mencintai Keunikan Papua


Kelas Pagi Papua didirikan sudah satu tahun lamanya oleh Donald Kamarea, jebolan Universitas Kesenian Jakarta (UKJ) jurusan visual art. Kelas Pagi Papua berjaring dengan Kelas Pagi Jakarta dan Kelas Pagi Yogjakarta. Awal pendirian komunitas ini, Donald merasa prihatin dengan beraneka ragam budaya dan keunikan lainnya di Papua belum tersentuh oleh fotografi ataupun visual art.


"Awalnya sulit sekali mengajak anak muda di Papua untuk mencintai seni fotografi dan perfilman yang mengangkat tema Papua. Rata-rata mereka tak menarik untuk memperdalam teknik fotografi, taunya hanya motret saja," kata Donald, disela-sela kesibukannya di Kelas Pagi Papua yang Senin sore (18/4) tadi dilaksanakan pada sebuah cafe di kawasan Waena, Abepura, Kota Jayapura.


Ia yakin dengan banyaknya anak asli Papua yang terampil memotret ataupun membuat film tentang Papua, pasti hasilnya akan berbeda, jika dibuat oleh seseorang yang bukan asli Papua.  "Feel-nya pasti beda. Saya yakin itu," jelasnya.


Awal memulai komunitas ini, Donald justru mengajak anak-anak muda di gerejanya untuk memulai hal baru tetang dunia fotografi dan film.  "Saya ingat betul, saat itu kami dipinjami aula gereja untuk memberikan materi fotografi," katanya.


Lalu, untuk anggota yang tak memiliki peralatan kamera, Kelas Pagi Papua bakal meminjamkan alat itu. Ada sekitar 5 kamera yang bisa dipinjam bergantian untuk belajar fotografi.


Anggota komunitas ini pun turun naik. Dari sebelumnya 20 orang, lalu selama perjalanan berkurang hingga 11 orang. Pernah juga anggota Kelas Pagi Papua berjumlah 30 dan saat ini anggota yang aktif berkisar 15 orang. Usia anggota komunitas ini pun beragam, mulai dari 13 tahun hingga 50 tahun.


Pengajar di Kelas Pagi Papua ada sekitar dua orang yakni Donald dan Barce Rumkabu. Donald biasanya mengajari soal film dan visual art, selain mengajarkan teknik fotografi. Sementara Barce yang lulusan sekolah fotografi di India, ahli pada bidang fotografi.


Kelas Pagi Papua saat ini kedatangan dua pemateri dari Kelas Pagi Yogjakarta, Niken Pamikatsih yang ahli pada fashion fotografi dan  Pinto NH yang ahli pada bidang basic photografi dan kelas jurnalistik.


"Niken dan Pinto sengaja menetap 3 bulan untuk membagi ilmunya kepada teman-teman di Kelas Pagi Papua. Selain yang hari ini juga didatangkan lagi dari Yogja, Firdaus Muhammad juga didatngkan khusus ke Jayapura," ucap Donald.


Tahun ini, cita-cita Kelas Pagi Papua bakal menerbitkan photobook yang bercerita soal alam, kebudayaan dan wisata di Papua. Rencananya buku ini akan diisi oleh 15 murid Kelas Pagi Papua. Komunitas yang menganggkat motto Pendidikan adalah hak semua orang ini, belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah ataupun swasta lainnya. 


"Kami sengaja menghadirkan karya anak asli Papua dalam berkarya soal keindahan alam, budaya dan kebiasaan adat istiadat di Papua," kata Donald mantap.


Reporter: Katharina Lita
Editor : Rosyid


Share this article

Tagged under