Alissa Wahid: Sewindu Haul Gus Dur, Ruang Pertemuan Antarelemen Bangsa

Alissa Wahid. (Antara/M. Agung Rajasa/AK9)

Jakarta, Gatra.com- Mantan Presiden keempat Indonesia (Alm) Abdurrahman Wahid sudah meninggal sejak delapan tahun lalu tepatnya 30 Desember 2009. Peringatan tahunan atau haul meninggalnya Gus Dur ini selalu digelar untuk mengenang semangat perjuangannya.

 

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, haul Gus Dur juga akan digelar keluarga. “Kita rindu Gus Dur, tak terasa juga ya tiba-tiba sudah sewindu,” kata Alissa Wahid, putri pertama Gus Dur, kepada GATRA saat ditemui di Ev Hive Lab. D, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/12),

Menurut Alissa ramainya peringatan haul Gus Dur merupakan sebuah apresiasi dari masyarakat atas segala sesuatu yang Gus Dur telah lakukan untuk bangsa.

“Gus Dur itu manusia yang sangat kompleks dan temannya sangat banyak. Bidang yang beliau tekuni itu banyak juga, dan Alhamdulilllah banyak yang masih berikan apresiasi atas kerja Gus Dur,” katanya.

Haul Gus Dur tahun 2017 ini, akan dilaksanakan pada Jumat (22/12) di kediaman keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan dengan mengambil tema demi bangsa dan negara.

“Tujuannya sederhana, kita ingin mengenang  kembali pemikiran Gus Dur. Lantas, ide-de Gus Dur itu kami kaitkan dengan kondisi Indonesia saat ini,” ucapnya setelah menjadi pembicara dalam diskusi peluncuran buku Pelintiran Kebencian karya Cherian George.

Alissa yang merupakan sulung dari empat bersaudara ini mengungkapkan, sewindu haul Gus Dur (22/12) akan dihadiri oleh Kapolri Tito Karnavian, Mantan Pangliman TNI Gatot Nurmantyo,  Khofifah Indar Parawansa dan Syaefullah Yusuf.

“Kita ingin Haul Gus Dur dapat menjadi ruang pertemuan bangsa antarelemen bangsa. Tahun lalu kan yang datang semua kandiat Calon Gubernur DKI Jakarta,” paparnya.



Reporter : VRU

Editor : Mukhlison

Share this article