Semen Indonesia Beri Pelatihan Tataboga Ibu Rumah Tangga di Rembang

Semen Indonesia beri pelatihan tata boga (Dok.Semen Indonesia/HR02)

Jakarta, GATRAnews - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memberikan pelatihan tataboga dan pembuatan jajanan sehat kepada ratusan ibu rumahtangga dari berbagai desa di sekitar pabrik di Kabupaten Rembang. Kegiatan tersebut digelar untuk memberikan bekal kepada para ibu rumahtangga dalam menjalankan bisnis makanan yang baik dan benar.

Pelatihan dilakukan berkala di setiap desa di kawasan pabrik Semen Indonesia. Pelatihan pembuatan jajanan dilakukan pertama kali di Balai Desa Pasucen Kecamatan Gunem, Selasa (4/10). Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Rembang, yang juga merupakan istri Bupati Rembang Hasiroh Hafidz, serta Pengurus Ikatan Istri Karyawan Semen Indonesia.

Dalam pelatihan tersebut, 17 orang ibu rumahtangga dari Desa Pasucen antusias mengikuti pelatihan. Mereka kebanyakan ingin mendapatkan pengetahuan dan wawasan mengenai pengolahan makanan untuk keperluan bisnis atau berjualan.

Kepala Departemen CSR Semen Indonesia, Wahjudi Heru mengungkapkan, pelatihan tata boga dan pembuatan aneka jajanan ini untuk memberikan dorongan kepada ibu rumahtangga agar bisa lebih mengembangkan bisnis makanan.

Sementara ini, di kawasan pabrik total ada lima desa yang menjadi sasaran pelatihan pembuatan jajanan. Desa-desa yang berada di kawasan sekitar pabrik semen itu antara lain adalah Pasucen (17 orang), Tegaldowo (32 orang), Timbrangan (17 orang), Kajar (17 orang) serta Kadiwono (17 orang).

"Sebelum dilaksanakan pelatihan pembuatan jajanan ini juga sudah berlangsung pelatihan tata boga dengan sasaran pengelola kantin di kawasan tapak pabrik. Pelatihan ini kami gelar agar para ibu rumahtangga bersungguh-sungguh menjalankan bisnis mereka,” jelas Heru dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/10).

Ketua TP PKK Kabupaten Rembang yang juga merupakan istri Bupati Rembang, Hasiroh Hafidz menyatakan dukungannya atas pelatihan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini penting untuk kemajuan warga masyarakat di kawasan sekitar pabrik semen Rembang.

Ia mengharapkan, kegiatan seperti ini tidak berhenti di tahun ini saja. Ke depan kegiatan serupa juga semestinya harus digelar dengan sasaran warga lain yang berada di luar pabrik semen.

"Kegiatan ini jangan berhenti hanya untuk warga sekitar saja. Warga di luar pabrik juga harus mendapatkan pelatihan ini,” ujar dia.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajari bagaimana membuat siomay dan daging dengan tutup kentang. Makanan tersebut dipilih sebagai praktik pelatihan lantaran bahannya bisa dengan mudah didapat dan dijual di Rembang.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan Siti Aminah mengatakan, kegiatan ini bisa menambah bekal para ibu rumahtangga dalam menjalankan bisnis. Sebab, dengan pelatihan dari tenaga yang profesional para ibu rumahtangga akan mampu mendapatkan pengetahuan bagaiamana mengolah makanan untuk keperluan bisnis.

"Dengan pelatihan ini, para ibu rumahtangga akan mendapatkan pengetahuan bagaimana mengolah berbagai bahan makanan. Pengetahuan itu tentu saja bisa membuka peluang bagi ibu rumahtangga untuk menjalankan bisnis makanan,” ujarnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

Share this article