Denny JA: Pembaca Karya Sastra Indonesia Hanya 6,2%

Denny JA (GATRA/Jongki Handianto/FT02)

Jakarta, Gatra.com- Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan survei terhadap minat baca karya sastra oleh masyarakat di Indonesia. Hasilnya, jumlah pembaca sastra di Indonesia hanya 6,2 persen.

 

"Bahkan, hanya 46,8 persen dari yang membaca itu yang ingat judul buku dan nama pengarangnya," kata pendiri LSI Denny JA, di Jakarta, Kamis (11/1).

Padahal Denny, pembaca sastra cenderung lebih bisa berempati kepada publik luas. Pembaca sastra juga lebih cenderung berderma.

Data menunjukkan pembaca sastra cenderung lebih ingin terlibat dalam kegiatan sosial dibanding yang tak membaca sastra atau 65,7 persen berbanding 48,5 persen. Pembaca sastra lebih cenderung ingin berderma untuk lingkungannya atau 86,5 persen berbanding 67,7 persen.

Survei membuktikan tingkat pendidikan sangat menentukan pernah atau tidak membaca sastra. Variabel lain adalah tingkat pendapatan. Masyarakat yang penghasilannya di atas Rp 2 juta per bulan sebesar 8,2 persen membaca sastra. 

Masyarakat yang penghasilannya di atas Rp 1 juta per bulan sebesar 7 persen membaca sastra. Sementara itu, masyarakat yang penghasilannya hanya di bawah Rp 1 juta per bulan hanya 3,3 persen yang membaca sastra.

"Lebih besar penghasilan seseorang, cenderung ia lebih leluasa untuk membaca sastra," katanya.

Denny menyarankan kurikulum sekolah sebaiknya lebih banyak mendorong siswa membaca karya sastra. Ia yakin minat membaca sastra akan meningkat jika diajarkan sejak usia dini.

"Saatnya dibangkitkan gerakan literasi nasional. Dalam gerakan itu, murid diberi semangat dan tugas untuk membaca sastra," tuturnya.

Survei LSI ini dilakukan kepada 1.200 responden dari 34 provinsi, dengan populasi publik di atas 17 tahun. Responden dipilih berdasarkan metode multi stage random sampling. Eksplorasi responden melalui wawancara tatap muka. Margin of error riset ini sebesar sekitar 2,8 persen.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Anthony Djafar

 

Share this article

Tagged under