Markonah : Ketika Perempuan Mempertahankan Harga Dirinya

Cuplikan Adegan teater Markonah (GATRAnews/Venny Tania)Jakarta, GATRANEWS- Sekelompok ibu rumah tangga memutuskan untuk masuk ke dunia teater untuk berkarya dan berkesenian. Ibu-ibu itu tergabung dalam forum teater Emak Production, yang akan mementaskan lakon perdana mereka yang bertitel 'Markonah'

Dengan konsep mini orkestra 'Markonah' akan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Jakarta pada 9-10 April 2013. Lakon ditulis oleh Asmara GT, disutradarai oleh Eka D. Sitorus.

Dalam jumpa pers di kawasan Menteng jumat (5/4) Sri Hardini sebagai ketua Emak Production menjelaskan cerita Markonah terinspirasi dari keberadaan para ibu yang ada di Emak Production sendiri. "Sutradara Eka Sitorus melihat peluang karakter dari kami para ibu. Dengan durasi sekitar satu jam dan persiapan selama 5 bulan, pesan yang ingin disampaikan cukup tajam untuk mengajak setiap orang berinstropeksi." Katanya.

Lakon 'Markonah' ini sudah beberapa kali diangkat di pertunjukkan teater. Seorang perempuan cantik bernama Nurbanah dijuluki Markonah, dianggap sebagai wanita perusak moral warga, penggoda para pemuda dan suami di kampung Bangor.

Di balik penampilannya, Markonah punya alasan untuk tetap menjadi dirinya sendiri dan menunggu suaminya yang tak jelas rimbanya. Menghadirkan Sabrina Priscilla sebagai Markonah, Kubil Angelo sebagai suami, Sri Hardini sebagai Mak Enol, Tantri Pertiwi sebagai Ibu Camat, Iphie Lubis sebagai waria.

Bahkan teater ini menyelipkan sindiran juga untuk para politisi. Seperti dijelaskan salah satu aktrisnya Eka Pertiwi. "Saya mewakili karakter perempuan yang ingin mencoba eksistensinya di bidang politik. Mencoba menampung aspirasi warga untuk menyerang Markonah. Munafik dan cari keuntungan," ujar Eka.

Baik para ibu rumah tangga maupun pemeran lain teater ini mengaku mendapatkan banyak pelajaran. Misalnya saja dalam hal olah vokal, akting, dan tantangan fisik. (*\Ven)

 

Share this article