17 Seniman Indonesia Ikuti Pameran Seni di Beijing

Sejumlah seniman yang akan mengikuti Beijing International Art Biennale 2017 (Gatra/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta,GATRAnews - Indonesia China Art Association (ICAA) menilai China adalah pasar potensial untuk perkembangan produk seni Indonesia. Ajang  Beijing International Art Biennale (BIAB) 2017 menjadi pasar yang tepat untuk memamerkan seni lukis dan patung dari Indonesia dalam skala besar.

 

Ketua ICAA Yince Djuwita menerangkan besarnya peluang ini dipengaruhi perubahan gaya hidup warga China kelas menengah ke atas dalam beberapa tahun terakhir.


“Dulu mereka bersaing dengan memamerkan kekayaan baik rumah, mobil, maupun tingginya tingkat pendidikan anak-anak. Namun beberapa tahun terakhir, persaingan gaya hidup mengarah kepada benda seni apa yang ada di rumahnya,” katanya, di Sleman, Rabu (13/9) saat jumpa pers keberangkatan 17 seniman Indonesia ke BIAB 2017.


Dari pengalaman Djuwita, masyarakat kelas menengah China yang melek seni lebih menyukai karya-karya seniman asal Indonesia daripada karya seniman Thailand, India, atau Vietnam. Seniman Indonesia dinilai menghasilkan karya penuh kebebasan, berekspresi, dan kaya warna-warna berani. Ini berbeda dengan karya dari negara yang lain dan dari China sendiri yang terkesan di ‘dalam bingkai’.

 
BIAB diselenggarakan di Beijing, 14 September – 15 Oktober dan akan menjadi pasar senirupa terbesar di Negeri Tirai Bambu itu.


“Memang sebelumnya karya seniman Indonesia sudah beredar di sana, namun banyak dikoleksi oleh masyarakat asal Asia Tenggara yang bermukim di sana. BIAB ini kesempatan meraih pembeli dari kota-kota besar lainnya seperti Guangzhong dan Shanghai,” lanjut Djuwita.

 
Tahun ini sebanyak 17 seniman lukis dan patung dari Indonesia, termasuk delapan orang dari DI Yogyakarta, berkesempatan menampilkan karyanya. Mereka berpameran bersama seniman Georgia, Yunani, dan Mongolia, dan berkompetisi meraih eksibisi khusus bagi 30 karya seni.

 
“Tema besar pameran ini adalah ‘Jalan Sutra dan Peradaban Dunia’ dan kami terjemahkan kepada seniman menjadi ‘Arus Persimpangan’. Subtemanya memaknai kenyataan bahwa kebudayaan Indonesia dipengaruhi kebudayaan asing seperti China berabad-abad lalu,” kata kurator pameran Kuss Indarto.

 
Adapun 17 seniman yang akan bertolak ke Beijing  antara lain Chusin Setiadikara, Eddy Asmara, Johan Abe, Joni Ramlan, Made Wianta, Mangu Putra, Nyoman Nuarta, Paramitha Made Gede, Putu Edi Asmara, dan Yince Djuwidja. Sedangkan perupa DI Yogyakarta seperti Camelia Hasibuan, Erizal, Gatot Indrajati, Ivan Sagita, Januri, Nasirun, Sigit Santosa, dan Ugy Sugiarto.





Reporter: Arif Koes Hernawan
Editor: Rosyid




Share this article

Tagged under