Warisan Budaya Betawi dalam Pentas Batik Jakarta

Jakarta, Gatracom - Pesona Batik Jakarta. Itulah ikon yang ditampilkan dalam pagelaran seni budaya Betawi pada Rabu (29/11) malam di Avenue of The Stars, Lippo Mall, Kemang, Jakarta Selatan. Acara yang mengambil tempat di pelataran mall itu dihadiri ratusan pengunjung dari berbagai kalangan.

 
Acara perdana yang mengusung tema batik Jakarta ini digagas oleh Walikota Jakarta Selatan bersama dengan Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Selatan. Gelaran juga menampilkan seni pencak silat, adu pantun, tarian topeng, musik dan lagu betawi, serta penampilan ikon batik (fashion show)

Helatan ini diangkat untuk menjalankan Program Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Pemprov DKI serta menunjang program One Kecamatan One Centre of Enterpreneurship (OKE OCE).

“Salah satu ikon Jakarta adalah Batik Betawi. Melalui acara ini kita perkenalkan Batik Jakarta dengan memberdayakan Abang None dalam bentuk fashion show,” terang Nursyam, Ketua Pagelaran Seni Budaya Betawi kepada Gatracom.

Pemilihan Batik Betawi ini pihak penyelenggara melakukan penjaringan selama dua bulan. Batik Betawi Terogong sebagai salah satu ikon kebudayaan yang diangkat sebagai tematik kegiatan. Batik Terogong sendiri berasal dari rumpun komunitas Batik Terogong yang diampu oleh seniman dan pengrajin asli Betawi, Mpok Laela.
 
Menjadikan Batik Betawi sebagai identitas Jakarta adalah “pekerjaan rumah” yang harus dilakukan oleh Pemprov DKI. Selain itu, pihak Pemprov DKI juga akan menggerakkan penggunaan Batik Betawi bagi para PNS sekurangnya sekali dalam sepekan.
 
“Sehingga Batik Betawi ini bisa terkenal dan bisa memperbanyak jumlah enterpreneur wirausaha yang bergerak di bidang batik,” jelas Nursyam.
 
Sementara itu, pengamat perkotaan Puka Yanuar menyebutkan langkah Pemprov DKI lewat Suku Dinas Pariwisata Kebudayaan Jakarta Selatan dalam mementaskan pegaleran bertajuk “Pesona Batik Jakarta” sebagai sesuatu yang layak diapresiasi.

“Pagelaran seni budaya kontemporer ini merupakan wujud bukti untuk menjadikan kegiatan ini contoh bagi wilayah lainnya di Jakarta dalam mengembangkan seni budaya asli dari kearifan lokal yang ada,” kata Puka.
 
Menurutnya tren Batik Betawi saat ini juga bisa beradaptasi dengan zaman tanpa harus menanggalkan entitas lokalnya. Adaptasi model dapat menimbulkan kecintaan bagi masyarakat penyuka batik yang umumnya berasal dari kalangan muda.


Reporter: Andhika Dinata
Editor: Arief Prasetyo

Share this article