Empat Tokoh Perempuan Raih FTI Award XII 2017

Jakarta, Gatra.com — Tepat di usianya yang genap 12 tahun, Federasi Teater Indonesia (FTI) menggelar Malam Anugerah FTI Award XII 2017. Lembaga nirlaba yang didirikan atas inisiatif budayawan, Radhar Panca Dahanam pada 2004 silam di Taman Ismail Marzuki ini merangkul segala golongan yang memiliki misi memajukan dunia teater Indonesia.

Penghargaan terakhir yang digelar oleh FTI ini menjadi istimewa, karena keempat penerima penghargaan adalah tokoh perempuan yang berjasa di bidang teater. Ratna Riantiarno yang telah berteater setengah abad lamanya lewat Teater Koma, mendapat penghargaan sebagai Tokoh FTI 2017.

Toeti Heraty Noorhadi Roosseno pecinta seni sebagai Maecenas FTI 2017, Tatiek Maliyati Wahyu Sihombing seorang pengajar seni peran dan seni pertunjukan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) sebagai Abdi Abadi FTI 2017, dan pematung Yani Mariani Sastranegara yang memperoleh penghargaan khusus.

Tatiek Maliyati mengungkapkan rasa syukurnya ketika menerima penghargaan. Di usianya yang tak lagi muda, meski harus berjalan menggunakan bantuan tongkat dan orang-orang di sekitarnya, Tatiek tetap bersemangat mengabdikan dirinya untuk teater Indonesia.

“Berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, saya bisa menerima anugerah yang luar biasa dari FTI. Saya sangat bersyukur, terima kasih banyak. Sampai saat ini di usia saya yg melangkah ke 84 tahun saya masih mengabdi di dunia teater. Sesuai dengan abdi abadi, mudah-mudahan untuk selanjutnya saya tetap mengabdi seperti yang selama ini saya lakukan,” ujar Tatiek.

Sementara itu, Toeti Heraty juga menceritakan sekelumit pengalamannya ketika pertama kali berteater saat berusia muda. Meski Ia tak lagi berteater selama puluhan tahun, Toeti mengatakan baginya kehidupan kesehariannya adalah teater baginya. “Kehidupan itu teater, terkadang kita memerankan peran ganda. Seni peran itu kita terapkan terus-menerus. Saya telah menerima begitu banyak kebaikan. Hal yang tidak diduga malah lebih baik daripada hal yang direncanakan. FTI jangan berhenti di 12 tahun,” kata Toeti.

Penari yang berjodoh di dunia teater, Ratna Riantiarno, turut memberikan sambutan sukacitanya karena telah menyandang gelar Tokoh FTI 2017. “Saya bersyukur dan berterima kasih khususnya kepada Radhar Panca Dahana. Saya harus berterimakasih pada banyak orang. Guru saya Arifin C. Noer, ayah saya Pak Abdul Majib yang meminjamkan halaman belakang untuk teater koma, suami dan anak-anak saya, teman-teman di teater koma. Harapan saya teater menjadi tuan rumah di rumahnya sendiri. Salam teater!” pungkasnya.

FTI yang fokus menciptakan jaringan nasional, pemasyarakatan dan pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program di antaranya Festival Monolog di Ruang Publik (FESMON FTI), FTI Award, Forum Wacana, Bengkel FTI, dan serangkaian kegiatan lainnya ini telah menghimpun para aktor, sutradara, penulis naskah, skenografer, produser, kritikus serta semua pihak yang mencintai teater.


Repoter: DFS
Editor: Nur Hidayat

Share this article