Home Politik Anggota DPRD Jambi Baru Didemo Mahasiswa soal Karhutla

Anggota DPRD Jambi Baru Didemo Mahasiswa soal Karhutla

Jambi, Gatra.com – Sebanyak 55 Anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2019-2024 dilantik pada Senin (9/9) langsung disambut dengan aksi unjuk rasa oleh puluhan Mahasiswa Universitas Jambi menggelar aksi di kantor DPRD Provinsi Jambi, Kamis (12/9) siang, yang menuntut agar anggota dewan segera menindak tegas perusahaan yang sengaja menjadi biang keladi Karhutla di Jambi.

"Kami menyuarakan tuntutan kepada Anggota DPRD Provinsi Jambi yang baru dilantik ini bekerja dengan meminta Pemprov Jambi menindak tegas pelaku pembakar hutan dan lahan serta mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar aturan," kata Koordinator Aksi, Dio Al Hutama.

Mahasiswa meminta ketegasan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap implementasi Perda Nomor 02 tahun 2016 tentang pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. "Serta membuat regulasi terkait pengintegrasian antara masyarakat dan perusahaan dalam penanganan karhutla," tambahnya.

Ia mengatakan, saat ini para mahasiswa Unja juga sedang KKN di Tanjung Jabung Timur. Bahkan mereka langsung turun ikut membantu petugas pemadaman api. "Kami sangat prihatin jarak pandang di sana hanya 10 meter dan banyak warga yang sudah terkena ISPA," sebutnya.

Massa mengaku prihatin dengan kondisi Karhutla yang terjadi terutama di wilayah Jambi saat ini yang membuat kondisi udara menjadi berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Tuntutan mahasiswa ditanggapi Anggota DPRD Provinsi Jambi, Juanda yang mendukung tuntutan mahasiswa. Menurutnya, sudah menjadi tugas bersama untuk menyelesaikan masalah Karhutla.

"Jangan sampai karhutla menjadi momen tahunan. Kalau memang regulasi yang ada saat ini lemah. Namun regulasi ini akan kita perkuat," kata Juanda.

Juanda menambahkan, mahasiswa menyampaikan ada temuan mereka di lapangan. Perusahaan memiliki perlengkapan dan tim pemadam Karhutla, namun sama sekali tidak bisa digunakan masyarakat di luar area perusahaan.

"Ini harus kita cari jalan keluarnya, apakah meminta komitmen perusahaan untuk lebih serius ikut menyelesaikan masalah Karhutla. Karena kita tahu masyarakat sangat terbatas akan peralatan pemadam," kata Juanda.

311