Home Politik Musim Kemarau, BMKG Terus Pantau Bibit Awan

Musim Kemarau, BMKG Terus Pantau Bibit Awan

Jakarta, Gatra.com - Musim kemarau terjadi hingga pertengahan November, sedangkan musim hujan dimulai pada Januari hingga Februari. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Mulyono R. Prabowo. 
 
"Berdasarkan pengamatan BMKG, musim kemarau ini akan terjadi hingga pertengahan November. Namun ini tidak terjadi di seluruh wilayah karena kondisi geografis yang berbeda-beda," katanya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (26/9).
 
Sampai saat ini, BMKG terus memantau wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada musim kemarau, BMKG terus memonitor dan melihat potensi bibit awan untuk disemai menjadi hujan buatan.
 
"Musim kemarau masih berlangsung hingga November, BMKG terus berkoordinasi dengan BPPT. [Terutama] untuk memonitor bibit awan dan dilakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) dengan hujan buatan," ujarnya.
 
BMKG masih memantau bibit awan untuk disemai dan memadamkan asap karhutla di musim kemarau. Prabowo melanjutkan, tiga hari ke depan, awan akan terlihat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
 
"Hujan buatan telah turun di seluruh wilayah terbakar yakni Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi, dan Kalimantan Barat. Hujan buatan ini telah membawa dampak signifikan dan masih akan terus kami pantau," katanya.
 
238