Home Kesehatan Beda Data Corona, Hasil Laboratorium Unand Dipastikan Valid

Beda Data Corona, Hasil Laboratorium Unand Dipastikan Valid

Padang, Gatra.com - Jumlah pasien yang positif terpapar corona virus disease (Covid-19) di Sumatra Barat (Sumbar) semakin mengalami peningkatan. Terutama semenjak Laboratorium Kedokteran Universitas Andalas (Unand) dijadikan sebagai tempat uji sampel swab pasien.

Pasalnya, dengan menjadikan Laboratorium Unand pusat uji sampel, hasil swab hidung dan tenggorokan pasien lebih cepat diketahui, dan sebaran virus corona di Sumbar cepat dideteksi. Apalagi, seluruh dinas kesehatan daerah setempat perlu mempercepat pengambilan sampel pasien yang diduga terpapar Covid-19.

"Kita butuh penanganan cepat, dengan adanya Laboratorium Unand, kinerja dinas kesehatan atau tim penanganan Covid-19 masing-masing kabupaten dan kota lebih cepat," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Jumat (3/4).

Kendati begitu, melonjaknya jumlah pasien positif corona di Sumbar memunculkan pertanyaan. Terutama setelah diketahui adanya perbedaan data informasi di laman covid.go.id yang dikelola Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, dengan data di laman corona.sumbarprov.go.id yang dikelola Gugus Tugas Covid-19 Sumbar.

Baca juga: Izin Menkes Turun, RS Unand Siap Uji Virus Corona

Diketahui, saat ini jumlah pasien positif Covid-19 di Sumbar sudah 14 orang. Satu orang di antaranya dinyatakan meninggal, 9 dirawat di rumah sakit, dan 4 orang isolasi mandiri di rumah. Sementara data di Gugus Tugas Covid-19 Pusat, hingga saat ini pasien positif di Sumbar masih 8 orang, dan belum ada yang meninggal dunia.

"Tidak ada yang jadi masalah. Kita sudah dapat izin periksa swab sendiri, dan sudah dapat izin publikasi sendiri secara realtime dari hasil Laboratorium Unand. Terkait beda angka, itu hanya teknis," terang Irwan saat dihubungi.

Menurut alumnus Universitas Indonesia itu, perbedaan data tersebut bukan kurangnya koordinasi tim Gugus Tugas Covid-19 Sumbar dengan Gugus Tugas Covid-19 Pusat. Ia berpendapat, dalam kondisi darurat saat ini tidak ada yang kurang, dan baginya yang terpenting semuanya berjalan lancar, termasuk terkait koordinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday mengakui adanya perbedaan data tersebut, dikarenakan ada perbaikan sistem pelaporan dari jejaring pemeriksaan Covid-19. Namun yang jelas, baginya hasil uji sampel swab dari Laboratorium Unand valid dan bisa dipercaya keakuratannya.

Begitu pula Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Rika Susanti memastikan hasil tes sampel di Laboratorium Unand sangat valid. Namun terkait adanya perbedaan data, dikarenakan belum adanya sinkronisasi data Laboratorium Unand dengan program aplikasi Litbangkes Kemenkes RI.

"Ya, pasti valid. Tapi sinkronisasi data yang belum. Biasanya kita bersurat, tapi saat ini ganti dengan aplikasi. Tapi insyaallah malam ini selesai," ungkap Rika saat dihubungi Gatra.com di Padang.

Kementerian Kesehatan RI menyetujui Laboratorium Unand sebegai tempat pemeriksaan spesiesmen virus corona sejak Selasa (24/3) lalu. Tercatat hingga saat ini, Laboratorium Pusat Doagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand sudah memeriksa 280 sampel pasien mengarah terpapar Covid-19.

844