Home Politik Meskipun Partai Agama, Masyumi Bisa Gerus Partai Nasionalis

Meskipun Partai Agama, Masyumi Bisa Gerus Partai Nasionalis

Pekanbaru, Gatra.com- Kemunculan partai berbasis agama, Partai Masyumi, berpeluang menggerus suara partai nasionalis di Riau. Demikian diungkapkan Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Provinsi Riau, Dr. Hasanudin. Msi.

Menurut Hasanudin ada sejumlah indikator yang menunjukan potensi bekurangnya suara partai nasionalis atas kemunculan partai bercorak agama. Hanya saja indikator tersebut dipengaruhi corak wilayah dan wacana politik yang menghangat jelang pemilu.

"Kalau di level DPP bisa saja partai nasionalis merasa tidak terganggu, tapi di daerah ada peluang suara mereka tergerus, tergantung wilayahnya," sebutnya, Selasa (10/11).

Hasanudin mencontohkan dampak yang dialami partai nasionalis pada pemilu 2019 di Riau. Menurutnya bekurangnya suara Partai Golkar saat itu tidak bisa dilepaskan dari kepiawaian partai berbasis agama menggarap isu jelang begulirnya pemilu 2019.

Diketahui,pada pemilu 2019 raihan Partai Golkar di DPRD Riau bekurang menjadi 11 kursi dari 14 kursi pada tahun 2014. Torehan tersebut berbanding terbalik dengan kursi PKS yang meningkat menjadi 7 kursi di DPRD Riau. Disisi lain PDI P hanya mampu menambah 1 kursi di DPRD Riau menjadi 10 kursi. Meskipun pasangan Jokowi-Ma'ruf tidak kalah telak di Provinsi Riau.

Saat itu polarisasi partai politik terbelah menjadi dua kubu. Adapun Prabowo-Sandi mendapat suara 1.975.287 diusung oleh PKS, Gerindra, PAN, dan Demokrat. Sedangkan Jokowi-Ma'ruf yang diusung PDI P, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura mendapat 1.248.713 suara . Selisih suara di antara kedua kubu mencapai 726.574 suara.

"Kalau melihat kecendrungan-kecendrungan belakangan ini, suara yang diambil itu justru dari partai nasionalis. Nah untuk Masyumi ini akan sangat tergantung dengan wacana apa yang coba ditawarkan," bebernya.

Selain pentingnya wacana, tegas Hasanudin, keberhasilan Masyumi juga sangat dipengaruhi pada sosok yang coba ditawarkan ke publik.

"Dalam kasus Riau, sosok Ustad Abdul Somad itu kan punya pengaruh merubah haluan pemilih yang bukan pemilih militan partai Islam," tegas dosen di FISIPOL Unri.

Ustad Somad sendiri diketahui pernah menghadiri rapat pendirian Masyumi reborn Provinsi Riau. Hanya saja kehadiran sang da'i lebih sebagai pemateri ketimbang Inisiator.

498