Thursday, 25 April 2013 23:14

Pabrik Smelter Nikel Segera Beroperasi di Sulteng

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Jakarta, GATRAnews - PT Sulawesi Mining Investment (SMI) menargetkan pembangunan tahap pertama pabrik smelter untuk pengolahan nikel di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), akan selesai sebelum akhir 2014. SMI merupakan perusahaan patungan yang dibentuk oleh Bintang Delapan Group dari Indonesia dengan Tsingshan Group (Cina), pada September 2009.

Menurut siaran pers Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yang diterima GATRAnews, Kamis (25/4), di Jakarta, Vice President Director PT Bintang Delapan Mineral Alexander Barus mengatakan, pihaknya bertemu dengan Menteri Perindustrian sebagai pembina industri nasional. "Tujuannya adalah melaporkan bahwa proses pembangunan smelter yang kami lakukan sudah mencapai 30 persen dari realisasi tahap pertama,” kata Alex, usai bertemu dengan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat, di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis.

Investasi ini merupakan respon atas lahirnya Undang-undang Minerba yang melarang ekspor bahan mentah barang tambang dan mineral pada 2014.  Nilai investasi tahap pertama sebesar US$ 320 juta, dengan estimasi produksi mencapai 300 ribu ton nikel pig iron. Sedangkan, tahap kedua dengan nilai investasi US$ 640 juta, akan direncanakan berkapasitas sekitar 500 ribu ton.

“Hingga saat ini, investasi yang sudah kami keluarkan sebesar US$ 100 juta dari proyeksi total investasi kami sampai pada tahap kedua sebesar US$ 1,060 miliar,” kata Alex.

Selain mengolah biji mentah menjadi ferronickel, pabrik smelter ini dalam jangka panjang akan menghasilkan stainless steel yang mayoritas produksinya akan diekspor ke Cina. Sedangkan untuk pemasaran di dalam negeri akan disesuaikan dengan permintaan.

Sementara itu, Wakil Presiden Komisaris SMI, Halim Mina mengatakan, pemancangan tiang pada tahap kedua akan dilakukan pada Juli 2013 dan akan dibangun juga power plant sebesar 450 ribu mega watt untuk mendukung ketersediaan pasokan listrik. Saat ini, untuk tahap pertama, sementara masih menggunakangenset berkapasitas 38 mega watt. Hamid menambahkan, pertemuannya dengan Menperin juga membahas mengenai permohonan pemberian insentif berupa tax holiday. (*/DKu){jcomments on}

Read 3480 times Last modified on Thursday, 25 April 2013 20:56