Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Bachrul Chairi(Dok.Kemendag/re1) Jakarta, Gatra.com - Sejak diluncurkan pada September 2017 lalu, transaksi perdagangan Gula
Ilustrasi (GATRA/FT02) Jakarta, Gatra.com - Melihat perkembangan teknologi yang begitu pesat, termasuk di sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan(OJK) akan mendukung inovasi dari produk
Pekerja di Industri Tekstil (Dok. GATRA/Abdul Malik MSN/FT02) Jakarta, Gatra.com - Pemerintah menargetkan Investasi di sektor industri kimia, tekstil, dan aneka (IKTA) bisa mencapai Rp117 trilyun
Tambang PT Freeport (ANTARA/Puspa Perwitasari/yus4) Jakarta, Gatra.com - Negosiasi PT Freeport Indonesia (PTFI) dan pemerintah tentang divestasi saham PTFI masih alot. Keinginan pemerintah agar
Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi (GATRA/Hendri Roris SIanturi/yus4) Jakarta, Gatra.com - Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mencium adanya permainan calo dalam pembelian gas produksi Blok Masela.
Refleksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA/Puspa Purwitasari/FT02) Jakarta, Gatra.com - Pekan pertama di awal tahun 2018 ditandai dengan
Presiden Joko Widodo (kiri) menaiki kereta bandara usai peresmian pengoperasian kereta bandara di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (2/1). (Antara/Rosa Panggabean/AK9) Jakarta,
Wednesday, 24 January 2018 04:43

enteri Percepatan Pembangunan Nasional (PPN) - Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. ( (GATRA/Erry Sudiyanto/AK9) Jakarta, Gatra.com - Pelaku ...

Wednesday, 24 January 2018 04:43

Pembangunan bendungan Sei Gong Batam (sda.pu.go.id/yus4) Jakarta, Gatra.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui ...

Wednesday, 24 January 2018 04:43

Palembang, Gatra.com - Bank Sumsel Babel (BSB) mempersiapkan berbagai fasilitas transaksi keuangan di antaranya money changer mobil untuk mendukung ...

Wednesday, 24 January 2018 04:43

Jakarta, Gatra.com - Serikat Pekerja PT. Garuda Indonesia (SEKARGA) meminta Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan Menteri BUMN Rini Soemarni untuk segera ...

Wednesday, 24 January 2018 04:43

Ilustrasi - Petani garam. (Antara/Dedhez Anggara/AK9) Jakarta, Gatra.com - Pemerintah berencana kembali melakukan impor garam. Impor tersebut ...

Wednesday, 09 January 2013 13:08

Pemerintah Kejar Target Penerimaan Pajak 2013

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah berupaya mengejar target penerimaan pajak pada 2013, yang ditetapkan sebesar Rp 1.031,8 triliun, karena penerimaan pajak 2012 tidak sesuai harapan.

"Saat ini walaupun ada wajib pajak, tapi yang betul-betul membayar pajak masih rendah. Kalau kami bisa meningkatkan wajib pajak sesuai potensi yang taat dan patuh terhadap peraturan, potensinya besar," kata Agus, di Jakarta, Selasa (8/1).

Menkeu mengatakan, untuk mencapai target tersebut, upaya ekstensifikasi seperti melakukan sensus pajak untuk mencari wajib pajak baru akan terus dilakukan, melalui peningkatan koordinasi antarkantor wilayah pajak.

"Kerja sama dengan wajib pajak akan ditingkatkan, dan dikombinasikan dengan informasi dasar dari unit-unit terkait seperti direktorat potensi pajak dan kantor wilayah sehingga saat sensus dilakukan, nadanya lebih kuat dan pesannya lebih serius," katanya, seperti dikutip Antara.

Menurut Menkeu, jumlah pembayar pajak dari orang pribadi maupun badan masih berkisar 10 persen-14 persen dari jumlah potensi wajib pajak yang besar. Untuk itu upaya intensifikasi juga menjadi salah satu kebijakan untuk mendorong kepatuhan.

"Melalui intensifikasi, kami lihat kemarin ada perbaikan penerimaan di PPN dan PPh yang ternyata bisa meningkat di atas 30 persen. Jadi sebelumnya kecenderungan pajak turun tak penuhi target, tapi setelah perbaikan sistem dan displin serta integritas tinggi, penerimaan langsung membaik," katanya.

Menkeu optimistis hal tersebut dapat dilakukan karena penerimaan pajak selalu meningkat setiap tahun, walaupun penerimaan tidak mencapai target pada 2012 karena sektor ekspor nasional mengalami pelambatan akibat krisis.

"Saya lihat dari 2005-2010, pertumbuhan pajak itu peningkatan itu ada di kisaran 16 persen, rata-rata setiap tahun. Pada 2011, itu naik 18,5 persen, kemudian pada 2012 meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Ia mengatakan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 12,5 persen tersebut menunjukkan adanya upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun target pendapatan pajak, padahal keuntungan perusahaan tambang dan manufaktur tidak besar.

Namun, Menkeu mengakui penerimaan perpajakan keseluruhan pada 2012 tidak mencapai target karena terjadi defisit neraca perdagangan dan banyak barang impor masuk untuk kegiatan investasi yang mendapatkan pembebasan bea masuk.

"Tentu ini mesti kita lihat dan kita mesti perhatikan, karena impor barang modal untuk kegiatan produktif, banyak didukung oleh pembebasan bea masuk dan membuat potensi penerimaan turun," ujarnya.

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak pada akhir Desember 2012 hanya mencapai Rp831,3 triliun dari target yang ditetapkan dalam APBN-Perubahan sebesar Rp879,4 triliun. Secara keseluruhan penerimaan perpajakan hanya tercatat Rp980,1 triliun atau 96,4 persen dari target Rp1.061,2 triliun. (TMA) 

Read 1515 times Last modified on Tuesday, 15 January 2013 12:00