Bank Indonesia (Gatra/Rifki M Irsyad/yus4) Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan penurunan suku bunga acuan yang dilakukan otoritas
  Asistensi perijinan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) oleh Pemkab dan OJK. (Gatra/Ridlo Susanto/yus4) Purbalingga, GATRAnews – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terus mendorong agar
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta, GATRAnews - Pemerintah tengah mengembangkan instrumen-instrumen pendanaan baru yang dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur, yang memang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno (tengah) disaksikan Wakil Ketua Azam Azman Nata Wijana (kedua kiri), beserta Anggota Bowo
Otoritas Jasa Keuangan (ANTARA/Yudhi Mahatma/HR02) Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya dukungan riset dan keterlibatan akademisi dalam pengembangan industri
Pembangunan infrastruktur kereta api ringan (Antara/Indrianto Eko Suwarno/yus4) Jakarta, GATRAnews - Progres realisasi keuangan dan fisik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Bank Indonesia (Antara Puspa Perwitasari/yus4) Yogyakarta, GATRAnews – Bank Indonesia (BI) akan segera menerbitkan Peraturan Bank Indonesi (PBI) untuk mengatur industri Financial Technology

Bukaka Bagikan Dividen Rp33,80 Milyar

Jakarta, GATRAnews - Rapat Umum Pemegang Sahan Tahunan (RUPST) PT Bukaka Teknik Utama Tbk sepakat untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 33,80 milyar atau 50,06% dari laba bersih tahun 2015. "Dividen Rp 12,8 per lembar saham, nanti akan diumumkan dilaksanakan sesuai peraturan yang berlaku," ujar Irsal Kamarudin, Direktur Utama Bukaka, di Jakarta, Kamis (26/5).

Irsal menjelaskan, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda RUPST, termasuk laporan direksi, laporan keuangan konsolidasi yang berakhir pada 31 Desember 2015, laporan tahunan perseroan dan laporan tugas pengawasan dewan Komisaris yang berakhir pada 31 Desember 2015.

Selain itu, juga memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Kemudian juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih tahun 2015 termasuk untuk pembayaran dividen tunai.

Dalam RUSPT, para pemegang saham juga menyetujui rencana untuk menambah dua Direksi baru, yakni Afifuddin Suhaeli dan Teguh Wicaksana Sari. "Dengan penambahan Direksi baru diharapkan kami semakin siap dalam menghadapi tantangan bisnis di masa depan," ujarnya.

Menurut Irsal, perusahaan milik keluarga Jusuf Kalla ini pada tahun 2015 berhasil mempertahankan kinerja operasional yang cukup baik. Tercatat, Bukaka berhasil menandatanganu sejumlah kontrak kerja dengan nilai yang signifikan, diantaranya kontrak pembangunan fasilitas menufajtur komponen pesawat terbang senilai Rp 320 milyar dengan Jabil Circuit Indonesia dan kontrak senilai US$76 juta dengan Chevron Pasific Indonesia untuk pengerjaan ptoyek Procurement Installation and Maintanance Services of Pumping Unit.

"Pencapaian ini sangat signifikan bagi kami karena di tengah pelemahan daya beli dan perlambatan kinerja industri secara umum, kami masih memperoleh kepercayaan untuk melayani berbagau kebutuhan dan pengembangan bisnis dari sejumlah pelanggan korporasi. Hal ini sekaligus membuktikan prospek bisnis yang digeluti oleh perseroan masih sangat cerah dan tidak terlalu dipengaruhi oleh gejolak makroekonomi global maupun domestik," ucapnya.

Sebagai informasi, pada tahun 2015 lalu Bukaka membukukan laba bersih sebesar Rp 67,51 milyar lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 92,21 milyar. Sementara pendapatan mengalami pertumbuhan dari Rp 1,18 trilyun menjadi Rp 1,41 trilyun.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

Share this article