Asistensi perijinan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) oleh Pemkab dan OJK. (Gatra/Ridlo Susanto/yus4) Purbalingga, GATRAnews – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terus mendorong agar
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta, GATRAnews - Pemerintah tengah mengembangkan instrumen-instrumen pendanaan baru yang dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur, yang memang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno (tengah) disaksikan Wakil Ketua Azam Azman Nata Wijana (kedua kiri), beserta Anggota Bowo
Otoritas Jasa Keuangan (ANTARA/Yudhi Mahatma/HR02) Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya dukungan riset dan keterlibatan akademisi dalam pengembangan industri
Pembangunan infrastruktur kereta api ringan (Antara/Indrianto Eko Suwarno/yus4) Jakarta, GATRAnews - Progres realisasi keuangan dan fisik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Bank Indonesia (Antara Puspa Perwitasari/yus4) Yogyakarta, GATRAnews – Bank Indonesia (BI) akan segera menerbitkan Peraturan Bank Indonesi (PBI) untuk mengatur industri Financial Technology
  Ilustrasi (GATRA/AR7) Jakarta, GATRAnews - Dukung Implementasi penerapan transaksi non tunai di lingkup Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota di provinsi Lampung, Sumatera

Bekasi Fajar Bagikan Dividen Rp11,87 Milyar

Jakarta, GATRAnews - PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk akan membagikan dividen sebesar Rp 11,87 milyar kepada pemegang sahamnya. Direktur Utama/Independen Bekasi Fajar, Yoshihiro Kobi mengatakan, pembagian dividen itu merupakan bentuk apresiasi kepada para pemegang sahamnya, dan sudah disetujui oleh pemegang saham melalui RUPST.

Rasio dividen yang akan dibagikan, menurut Kobi, sekitar 5,6% dari hasil bersih Perseroan di 2015. "Dividen tunai sebesar Rp 1,23 per saham akan dibayarkan segera sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujar Kobi, di Jakarta, Kamis (2/6).

Selain dividen, sekitar Rp 1 milyar dari laba bersih perusahaan akan dialokasikan untuk dana cadangan. Kemudian, sisanya akan dibukukan sebagai laba ditahan. "Laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis perusahaan kedepannya," tutur Kobi.

Di tahun 2015, Bekasi Fajar berhasil mencatatkan pra penjualan lahan di industri sebesar 18,1 hektar dari target 15-20 hektar. Untuk tahun 2016, Bekasi Fajar menargetkan pra penjualan lahan industri sebesar 25-30 hektar.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

Share this article