Andalan Finance Dapat Pinjaman Ro 200 Milyar dari Panin Bank

Jakarta, GATRAnews - PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance) menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) Fasilitas Pinjaman Tetap senilai Rp 200 milyar dari PT Bank Panin Indonesia Tbk (Panin Bank). Kerja sama antara Andalan Finance dan Panin Bank kali ini merupakan kerja sama yang kedua, setelah pemberian fasilitas pinjaman tetap pada 2015. Dengan adanya penambahan fasilitas pinjaman ini, Andalan Finance telah menerima total Rp 400 milyar dari Panin Bank.

Penandatanganan ini dilakukan oleh Managing Director - Frans F. Rundengan, didampingi oleh President Commissioner Andalan Finance - Sebastianus H. Budi, Finance Director - Lianawaty, dan Chief of Financial Institution Relationship - Franklin Paul Nelwan.  Sementara Panin Bank diwakili oleh Vice President Panin Bank - Rudy S. Sugandhi dan Senior Assistant Vice President Panin Bank - Wim T. Tjambolang.

"Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh mitra kami di sektor perbankan. Sampai saat ini, kami telah bekerja sama dengan puluhan mitra perbankan nasional untuk mendukung modal kerja perusahaan. Kami sangat optimis dapat membukukan kinerja yang bagus seiring dengan semakin kuatnya dukungan dari para pemangku kepentingan," ujar Sebastianus H. Budi, di Jakarta, Senin (20/3).

Fasilitas pendanaan dari Panin Bank akan dipergunakan untuk mendukung target penyaluran pembiayaan di tahun 2017 yang diproyeksikan akan tumbuh sebesar 11% dibanding aktual perolehan tahun lalu. Manajemen Andalan Finance menargetkan kebutuhan pendanaan untuk tahun ini sebesar Rp 5 trilyun dan optimis target tersebut akan tercapai dengan tetap fokus pada pembiayaan kendaraan roda empat atau lebih, baik kendaraan baru maupun kendaraan bekas.

Hingga Maret tahun ini, Andalan Finance telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 692 milyar atau meningkat sebesar 85% dari periode yang sama pada tahun lalu. Kenaikan pada penyaluran pembiayaan diikuti dengan efisiensi biaya operasional serta terjaganya tingkat piutang yang menunggak (Non Performing Financing/NPF).

Sistem deteksi dini yang berjalan dengan baik dilakukan terhadap konsumen dengan piutang yang terindikasi bermasalah dalam pembayaran merupakan faktor terjadinya penurunan tingkat NPF.

Sebastianus menambahkan, Andalan Finance saat ini memiliki 37 kantor cabang yang tersebar di seluruh pulau besar di Indonesia. Untuk lebih mendekatkan dengan konsumen dan memperluas pangsa pasar, Andalan Finance dalam waktu dekat berencana untuk membuka enam kantor cabang baru yang tersebar di Sumatera, Jawa, dan Bali.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

 

Share this article