Bank Indonesia (Gatra/Rifki M Irsyad/yus4) Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan penurunan suku bunga acuan yang dilakukan otoritas
  Asistensi perijinan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) oleh Pemkab dan OJK. (Gatra/Ridlo Susanto/yus4) Purbalingga, GATRAnews – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terus mendorong agar
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta, GATRAnews - Pemerintah tengah mengembangkan instrumen-instrumen pendanaan baru yang dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur, yang memang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno (tengah) disaksikan Wakil Ketua Azam Azman Nata Wijana (kedua kiri), beserta Anggota Bowo
Otoritas Jasa Keuangan (ANTARA/Yudhi Mahatma/HR02) Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya dukungan riset dan keterlibatan akademisi dalam pengembangan industri
Pembangunan infrastruktur kereta api ringan (Antara/Indrianto Eko Suwarno/yus4) Jakarta, GATRAnews - Progres realisasi keuangan dan fisik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Bank Indonesia (Antara Puspa Perwitasari/yus4) Yogyakarta, GATRAnews – Bank Indonesia (BI) akan segera menerbitkan Peraturan Bank Indonesi (PBI) untuk mengatur industri Financial Technology

Impack Pratama Bagi Dividen Rp 19,33 Milyar

Jakarta, GATRAnews - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Impack Pratama Industri Tbk menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp 19,33 milyar dari laba bersih 2016 yang mencapai Rp 102,54 milyar. "Pada RUPS hari ini para pemegang saham menyetujui rencana perusahaan yang akan membagikan dividen senilai Rp19,33 milyar dari laba bersih 2016," kata Direktur Utama Impack Pratama, Haryanto Tjiptodiharjo di Jakarta, Jumat (16/6).

Sementara itu, kata Haryanto, sisa dari laba bersih 2016 akan ditempatkan sebagai saldo untuk menambah modal kerja dan ekspansi usaha IMPC. "RUPS juga menyetujui pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana IPO," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, RUPS Luar Biasa menyetujui penjaminan aset dan/atau harta kekayaan perseroan dengan nilai lebih dari 50% dari ekuitas, sehubungan dengan perolehan pendanaan bagi IMPC maupun anak perusahaan.

Haryanto menyatakan, pihaknya memperkirakan bahwa pada 2017 penjualan neto perseroan akan mengalami kenaikan sebesar 16,6% menjadi 1,32 trilyun dari perolehan di 2016 sebesar Rp1,14 trilyun. Sedangkan, pada tahun ini laba komprehensif tahun berjalan yang bisa diatribusikan ke pemilik entitas induk senilai Rp130 milyar.

Dia memaparkan, sepanjang tahun ini perseroan masih akan menghadapi sejumlah tantangan terkait kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya membaik dan penurunan daya beli masyarakat. "Tetapi, kami tetap optimistis bisa meraih peluang baru, baik di pasar ritel maupun pasar proyek," ujarnya.

Guna dapat meraih peluang tersebut, jelas dia, strategi bisnis yang akan diterapkan IMPC adalah meningkatkan volume penjualan di distribusi ritel. "Pada April lalu kami menambah satu line mesin Alderon Type R, sehingga total kapasitas Alderon Retail menjadi 6.000 ton per tahun," tuturnya.

Sementara itu, lanjut dia, untuk segmen pasar proyek, pihaknya akan lebih agresif mencari peluang di proyek-proyek infrastruktur, pertanian, peternakan, perkebunan, pabrik-pabrik kimia.   "Sejak 31 Maret 2017, kami bekerjasama dengan Covestro Thailand Co. Ltd dalam pengembangan dan efisiensi produk hasil tani," tuturnya.


Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Nur Hidayat

Share this article