Bank Indonesia (Gatra/Rifki M Irsyad/yus4) Jakarta, GATRAnews - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan penurunan suku bunga acuan yang dilakukan otoritas
  Asistensi perijinan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) oleh Pemkab dan OJK. (Gatra/Ridlo Susanto/yus4) Purbalingga, GATRAnews – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terus mendorong agar
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta, GATRAnews - Pemerintah tengah mengembangkan instrumen-instrumen pendanaan baru yang dapat dimanfaatkan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur, yang memang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi VI DPR Teguh Juwarno (tengah) disaksikan Wakil Ketua Azam Azman Nata Wijana (kedua kiri), beserta Anggota Bowo
Otoritas Jasa Keuangan (ANTARA/Yudhi Mahatma/HR02) Jakarta, GATRAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya dukungan riset dan keterlibatan akademisi dalam pengembangan industri
Pembangunan infrastruktur kereta api ringan (Antara/Indrianto Eko Suwarno/yus4) Jakarta, GATRAnews - Progres realisasi keuangan dan fisik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
Bank Indonesia (Antara Puspa Perwitasari/yus4) Yogyakarta, GATRAnews – Bank Indonesia (BI) akan segera menerbitkan Peraturan Bank Indonesi (PBI) untuk mengatur industri Financial Technology

Monex: Kenaikan The Fed Bakal Picu Pelarian Dana ke Aset Safe Haven

Federal Reserve (AFP/Karen Bleier/HR02)

Jakarta, GATRAnews - PT Monex Investindo Futures menilai, potensi kenaikan tingkat suku bunga Federal Reserve AS (Fed funds rate) pada pengujung 2017 akan memicu pelarian dana dari dalam negeri ke aset safe haven, terutama dollar Amerika Serikat (AS) dan emas.

Kepala Riset Monex, Ariston Tjendra memperkirakan, hingga akhir tahun ini The Fed masih akan menaikkan tingkat suku bunga sebesar 25 basis poin (poin), sehingga akan mendorong penguatan dollar AS terhadap sebagian besar mata uang emerging markets. "Ekspektasi pasar yang memandang bahwa suku bunga The Fed akan naik, maka dollar AS akan menekan semua mata uang emerging market, termasuk rupiah," ujar Ariston di sela-sela acara "Exclusive Monex Trading Seminar" di Jakarta, Kamis (14/9).  

Dia menyebutkan, selain katalis The Fed, tingkat volatilitas di pasar forex lebih besar dipengaruhi ketegangan geopolitik antara Korea Utara dan AS. "Fluktuasi rupiah yang cenderung terapresiasi dalam jangka pendek lebih dipengaruhi fundamental domestik," paparnya.

Ariston menjelaskan, pola apresiasi rupiah terhadap dollar dipengaruhi oleh penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) 7day (Reverse) Repo Rate menjadi 4,5%. "Selain itu, adanya pernyataan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa current account deficit akan terus menurun," jelasnya.

Namun demikian, jelas dia, potensi peningkatan inflasi dan pertumbuhan ekonomi di AS yang akan mendasari kenaikan Fed funds rate pada Desember 2017, diyakini akan memicu penguatan dollar AS menjelang akhir tahun. "Terlebih lagi, kalau ketegangan Korea Utara berlanjut, maka akan terjadi tekanan pada Yen Jepang. Sehingga, akan terjadi pelarian dana ke aset safe haven, seperti dollar AS, emas maupun franc," kata Ariston.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Nur Hidayat

Share this article