Pabrik baru PT Pusri (antaranews.com/yus4) Jakarta, GATRAnews - Pabrik Pusri 2B PT Pupuk Sriwidjaja Palembang anak usaha dari PT Pupuk Indonesia (Persero) sudah selesai dan siap beroperasi.
Industri Migas (ANTARA/Yudhi Mahatma/HR02) Jakarta, GATRAnews -- Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat harus segera menuntaskan revisi undang-undang minyak dan gas bumi (Migas) untuk mengatasi
Serikat Pekerja JICT berunjuk rasa beberapa waktu lalu (ANTARA/Hafidz Mubarak/HR02) Jakarta, GATRAnews - Ratusan pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dilaporkan tidak akan
Bank Mandiri (GATRA/Agriana Ali/HR02) Jakarta, GATRAnews - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus berupaya memperkuat bisnis secara organik agar dapat membuka dan menggarap potensi pasar yang ada.
Ilustrasi (GATRAnews/AK9) Jakarta, GATRAnews - PT Waskita Beton Precast Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 436,4 milyar di semester I-2017 atau tumbuh 28% bila dibanding posisi sebesar Rp 341
Andrew Powel, Managing Director Bosch Indonesia (GATRAnews/Rosyid/adi3) Jakarta, GATRAnews - PT Robert Bosch (Bosch Indonesia)mencatat penjualan terkonsolidasi Rp 1,2 triliun (81 juta Euro) di
Direksi baru PT PLN, 24 Juli 2017 (Dok GATRAnews/IST) Jakarta, GATRAnews - Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno merombak susunan direksi PT PLN Persero, sekaligus memecat tiga direktur lama. Hal

Astra Bukukan Laba Rp 5,08 T di Kuartal I 2017

Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto (Gatra/Eva Agriana Ali/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Selama tiga bulan pertama di 2017 PT Astra International Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp 5,08 trilyun, atau mengalami pertumbuhan 63% bila dibanding posisi laba Rp 3,11 trilyun di kuartal I-2016.

 

Laba ini tumbuh karena Astra meraup pendapatan yang tumbuh signifikan sebesar 16%, dari posisi Rp 41,88 trilyun menjadi Rp 48,78 trilyun di akhir Maret 2017. Hal itu juga mendorong laba per saham menjadi Rp 126 per saham.

 

"Sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada kuartal pertama tahun 2017. Ke depan, grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan, didukung oleh harga komoditas yang lebih tinggi, walaupun bisnis otomotif diperkirakan menghadapi persaingan harga yang lebih kompetitif," ungkap Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto, di Jakarta, Kamis (20/4).

 

Pendapatan dan laba yang tampil baik di kuartal I-2017, mendorong peningkatan terhadap ekuitas menjadi Rp 116,95 trilyun. Padahal di tanggal 31 Maret 2016, ekuitas perusahaan masih sebesar Rp 111,95 trilyun.

 

Pada kuartal I-2017, segmen otomotif Grup Astra mencapai pangsa pasar yang kuat untuk mobil dan motor. Penjualan mobil secara nasional mengalami peningkatan, sementara penjualan motor secara nasional menurun. ‎Kinerja segmen jasa keuangan mengalami peningkatan ditandai dengan perolehan profit dari Bank Permata. 

 

"Sementara itu, kenaikan harga komoditas menghasilkan perbaikan kinerja dari divisi alat berat dan agribisnis," jelas Prijono.

 

‎Laba bersih dari otomotif grup naik 45% menjadi Rp 2,3 trilyun, khususnya diakibatkan oleh momentum kesuksesan dari penjualan model-model baru yang diluncurkan pada tahun 2016 dan terus berlanjut hingga tahun 2017.

 

Porsi laba bersih bisnis jasa keuangan grup meningkat 75% menjadi Rp 1,1 trilyun, sebagai hasil peningkatan kontribusi dari sebagian besar bisnis jasa keuangan, termasuk Bank Permata.

 

Sedangkan laba bersih dari segmen alat berat dan pertambangan terkerek sebesar 104% menjadi Rp 902 milyar. Hal itu ditopang moncernya penjualan alat berat PT United Tractors Tbk dan peningkatan kinerja PT Acset Indonusa Tbk.

 

Kemudian laba bersih dari segmen agribisnis grup meningkat sebesar 92% menjadi Rp638 milyar pada kuartal I tahun 2017. Peningkatan agribisnis karena didorong kinerja PT Astra Agro Lestari Tbk.

 

Meski banyak yang tampil positif, tapi laba bersih segmen infrastruktur dan logistik grup menurun sebesar 3% menjadi Rp67 milyar. Sebagian besar disebabkan oleh kerugian awal dari dimulainya ruas jalan tol Cikopo-Palimanan serta pendapatan yang lebih rendah dari bisnis penyedia air bersih.

 

"Ditambah lagi pelemahan laba bersih segmen teknologi informasi grup yang turun sebesar 23% menjadi Rp26 milyar. Adapun laba‎ bersih dari divisi properti grup sebesar Rp42 milyar, lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan Rp13 milyar yang dihasilkan pada kuartal pertama tahun 2016, terutama disebabkan oleh adanya peningkatan atas laba yang dihasilkan oleh Anandamaya Residences," jelas Prijono.


Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Dani Hamdani

Share this article