Mulai Hari ini Freeport Bisa Ekspor Konsentrat Selama Satu Tahun

Freeport Indonesia (GATRAnews/Katharina Lita/AK9)

Jakarta, GATRAnews – Kementerian Perdagangan RI telah menerima dokumen lengkap permohonan izin ekspor PT Freeport Indonesia (PTFI). Pasca, PTFI mendapat status Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Sementara dari Kementerian ESDM.

 

“PT Freeport Indonesia telah mengajukan permohonan izin ekspor melalui executive vice president tanggal 20 April 2017 dan diterima kelengkapan dokumen secara online tanggal 21 April 2017,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan kepada GATRAnews, Jumat (21/04).

 

Dengan begitu, PTFI sudah bisa mengekspor sejak hari ini. Karena, sebelumnya Kementerian ESDM telah menerbitkan rekomendasi izin ekspor.  “Tapi kalau nanti dievaluasi tinggal dicabut, tergantung hasil evaluasinya. Dan PTFI sudah bisa mengekspor koneentrat sejak hari ini,” katanya.

 

Untuk mendapatkan izin dari Kemendag, PTFI melampirkan surat rekomendasi dari Dirjen Minerba ESDM bernomor 352/30/DJB/2017 tanggal 27 Februari 2017.

 

Adapun kadar konsentrat tembaga yang bisa diekspor yaitu ≥ 15% Cu dengan jumlah 1.113.105 WMT (Wet Metric Ton). “(Izin) berlaku 1 tahun sejak rekomendasi diterbitkan sampai dengan 16 Februari 2018,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah menerbitkan Izin Rekomendasi Ekspor untuk PTFI pada 17 Februari lalu. Rekomendasi ekspor ini dikeluarkan berdasarkan surat permohonan PTFI No.571/OPD/II/2017, tanggal 16 Februari 2017.

 

Sebagai informasi, PTFI telah mendapat dua kali Surat Persetujuan Ekspor (SPE) selama tahun 2016 dengan konsentrat tembaga ≥ 15% Cu.

 

Pertama, SPE tertanggal 9 Februari 2016 sebesar 1.033.758 ton berlaku sampai dengan 8 Agustus 2016. Kedua, SPE tertanggal 9 Agustus 2016 sebesar 1.429.098 ton berlaku s/d 11 Januari 2017.

 

“Realisasi ekspor PTFI berdasarkan konsolidasi laporan surveior tahun 2016 sebesar 1.172.410,90 ton dengan negara tujuan ekspor Jepang, Korea Selatan, China, India dan Filipina,” tutup Nurwan.


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Dani Hamdani 

Share this article