Airlangga Hartarto memberikan sambutan pada acara Workshop e-Smart IKM di Sidoarjo (dok. Kemenperin/yus4) Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus aktif mengajak para
Proyek pipa transmisi gas ruas Gresik - Semarang dijadwalkan bakal rampung pada pertengahan 2018. (GATRAnews/Dok. Pertamina) Bojonegoro, GATRAnews - PT Pertamina (Persero) optimistis pembangunan
Proyek Pengembangan Lapangan Gas JTB diyakini akan menyerap sekitar 6.000 pekerja lokal pada masa puncak proyek. (GATRAnews/Dok. Pertamina) Bojonegoro, GATRAnews – Proyek Pengembangan Lapangan
E-Money Bank Mandiri (dok. Bank Mandiri/yus4) Jakarta, GATRAnews - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mengembangkan teknologi informasi untuk penguatan digital banking. Pengembangan ini diyakini
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto (Dok.Humas Kemenperin/HR02) Jakarta, GATRAnews - Politeknik Industri Logam Morowali akan menjadi pusat inovasi teknologi dan pengembangan produk berbasis
  Pelindo 1 meraih penghargaan di Anugerah BUMN 2017 (Dok.Pelindo 1/HR02) Jakarta, GATRAnews - PT Pelindo I (Persero) atau Pelindo 1 meraih empat penghargaan dalam ajang Anugerah BUMN 2017.
Menteri ESDM, Ignatius Jonan berikan sambutannya dalam anugerah energi lestari di hotel JS Luwangsa , Jakarta, Jum'at (15/9) (GATRA/Adi Wijaya/AK9) Jakarta, GATRAnews - Menteri Energi dan Sumber

Kimia Farma Berencana Akuisisi Perusahaan di Arab Saudi

Gatra/Didi Kurniawan/yus4)

Jakarta, GATRAnews - PT Kimia Farma (Persero) Tbk berencana mengakuisisi tiga perusahaan. Salah satu perusahaan yang di akuisisi berada di Arab Saudi, dengan nama Dwaa Medical Limited Company (Dwaa). Akuisisi di tanah Arab tersebut setidaknya menghabiskan dana di atas Rp100 milyar.  

"Kalau akuisisi dealnya tinggi, kami butuh pendanaan lagi. Kami butuh hampir mirip dengan yang ini, ya sekitar Rp 1-2 trilyun. Akuisisi satu perusahaan sudah mau selesai. Akuisisi perusahaan yang kedua dan ketiga belum, karena belum dilligence. Ini dua lagi, baru proses due dilligence," ujar Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir, di Jakarta, Rabu (13/9).

Dua perusahaan yang sedang diincar, Honesti Basyir mengaku, salah satunya datang dari Asia Tenggara, bisa dari Brunei Darussalam, Myanmar dan Malaysia. "Kami dulu punya untuk yang di Timor Leste. Kalau yang mungkin Asia Tenggara, di sana kami buat trading distribution. Brunei dan Myanmar tidak punya pabriknya," papar Honesti.  

Lebih lanjut ia menambahkan, akuisisi perusahaan Dwaa di Arab, ‎nantinya perusahaan memiliki porsi kepemilikan sebesar 60% saham saham, dan sisanya 40% saham Dwaa akan dimiliki pemegang saham sebelumnya. "Paling pasti kami ekspansi ke negara yang banyak orang-orang kita (Indonesia)," tegas Honesti.

Pada tahun ini, dana investasi Kimia Farma mencapai Rp 1,7 trilyun. Dana itu juga dialokasikan untuk langkah akuisisi yang dilakukan perusahaan. "Ekuitas sekitar 20-30% untuk dana investasi di tahun ini, sisanya 60-70% kami dapatkan dari perbankan maupun lainnya," kata Honesti.

Setelah banyak menjalankan akuisisi perusahaan, ‎Kimia Farma berencana akan meningkatkan kontribusi bisnis anorganic hingga 30% di 2018 atau 2019, dari posisi yang ada saat ini masih 100% di bisnis organik. "Kontribusi fully masih farmasi, Saya ingin tahun depan 5-10% dari anorganic, 90-95% dari organic. Idealnya 2018-2019, kita dapat 30% dari bisnis anorganic," pungkas Honesti.  


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Nur Hidayat

Share this article