Alibaba Mobile Business Group Luncurkan UC Ads di Indonesia

Kenny Ye, General Manager, Overseas Business, Alibaba Mobile Business Group, meluncurkan platform pemasaran mobile UC Ads di Indonesia. (GATRA/Dok. ist)

Jakarta, gatra.com – Alibaba Mobile Business Group mengumumkan peluncuran platform pemasaran mobile inovatif yang dinamakan UC Ads di Indonesia, bersamaan dengan berlangsungnya Konferensi Mobile Marketing Association (MMA) di Jakarta, Kamis (12/10). UC Ads menyediakan solusi pemasaran konten cerdas, bagi perusahaan-perusahaan besar dan juga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).



Dengan menggunakan pengalaman terhadap pengguna seluler yang kuat, UC Ads mampu memberikan jangkauan yang akurat dan tepat bagi para mitranya. Berdasarkan data yang dirilis eMarketer pada akhir Maret lalu, pengguna telepon selular di Indonesia tercatat sebanyak 161,4 juta orang, atau sebanyak 62,5% dari jumlah populasi pada akhir tahun 2016.

Jumlah ini diestimasi bakal mencapai 173,3 juta pada akhir tahun ini, dimana diantaranya 67,1 juta merupakan pengguna smartphone. Di sisi lain, Kementerian Koperasi dan UKM melaporkan bahwa pada tahun 2016, terdapat 59.262.772 UMKM di Indonesia yang memberikan peluang sangat besar untuk berkontribusi terhadap perekonomian di Indonesia, dengan memanfaatkan kekuatan dari pemasaran konten melalui mobile.

Kenny Ye, General Manager, Overseas Business, Alibaba Mobile Business Group mengakui dengan populasi yang besar, pemasaran melalui periklanan di Indonesia menunjukkan potensi yang sangat besar. Untuk UMKM, kami senang dapat menawarkan solusi pemasaran mobile dengan harga terjangkau yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, yang juga akan memberikan peran positif terhadap ekonomi negara ini,” jelas Kenny, dalam keterangan tertulisnya.

Dengan adanya UC Ads diklaim dapat membantu berbagai bisnis di Indonesia guna meningkatkan eksposur merek mereka, jumlah unduhan aplikasi, reputasi produk, promosi penjualan dan juga akuisisi pelanggan.

UC Ads sendiri didesain untuk menganalisa big data yang diperoleh melalui perilaku jaringan, untuk melacak pelanggan potensial bagi pengiklan, kemudian secara terprogram menayangkan iklan kepada target pengguna tertentu dalam sebuah skenario yang sesuai.

Pemasaran konten cerdas bukan hanya diprogram untuk menayangkan iklan agar dilihat oleh khalayak yang tepat dalam waktu yang tepat, namun juga dapat memberikan konten berpengaruh dan instan, sumber Key Opinion Leader, layanan yang dapat dipersonalisasi untuk membuat hasil pemasaran lebih efektif.

Di Indonesia, UC Ads akan berfokus untuk berinteraksi dengan bisnis dari berbagai industri, seperti pendidikan, keuangan, FMCG, e-commerce, gaming, pariwisata, hiburan, teknologi informasi, dan sektor 3C, yang mencari solusi untuk menyesuaikan strategi pemasaran, dan juga UMKM yang mencari layanan pemasaran mobile yang terjangkau dan dapat disesuaikan.

UC Ads juga dapat memanfaatkan basis pengguna UC Browser yang besar dengan 430 juta aktif setiap bulannya di dunia, 100 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia dan India pada UC News dan 250 juta pengguna aktif bulanan diseluruh dunia untuk 9Apps, yang dapat memastikan pengaruh dan efektifitas platform ini.

UC Ads telah melakukan proyek uji coba dengan perusahaan telepon seluler, VIVO yang berlangsung selama satu setengah bulan, mulai 5 April hingga 21 Mei 2017. Selama periode itu, UC Ads berhasil menciptakan program kampanye Big Day untuk VIVO yang dapat mendorong eksposur produk menggunakan kemampuan aplikasi UC Browser, UC News dan 9Apps.

Untuk memberikan eksposur maksimal via mobile, UC Ads memilih strategi pemasaran olahraga milik VIVO dan menayangkan iklannya pada kolom olahraga di UC News. Program ini menjangkau 21% lebih besar target dan dilihat oleh 600 juta orang. VIVO mengakui kampanye Big Day ini sangat terjangkau untuk promosi produk.

“UC Ads berkomitmen untuk menjadi mitra pemasaran melalui mobile yang cerdas bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Kami juga merasa keamanan dan privasi merupakan dua hal yang sangat penting dan saat ini tengah bekerjasama untuk mengikuti regulasi lokal yang ada di setiap wilayah di tempat kami beroperasi,” tutup Kenny.


Editor: Toha

Share this article