KKP Genjot Budidaya Kakap Putih 2.415 Ton di Laut Lepas

Jakarta, GATRAnews – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menerapkan Keramba Jaring Apung (KJA) offshore dalam program prioritas tahun 2017. KJA offshore ini merupakan modernisasi teknologi pada bidang budidaya laut lepas pantai.


Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebijakto mengatakan, KJA offshore ini mengadopsi teknologi dari Norwegia yang diharapkan akan mampu menggenjot produksi kakap putih secara signifikan. 

Rencananya, kata Slamet, KJA offshore ini akan diterapkan di tiga kawasan strategis yaitu Kepulauan Karimunjawa, Pangandaran dan Kota Sabang, dengan pembiayaannya dari APBN. Sedangkan pengelolaannya akan menggandeng BUMN Perikanan yaitu Perum Perindo.

“Mekanisme pengelolaan KJA sedang dalam tahap pembahasan bussiness plan untuk memetakan mata rantai bisnis yang akan dibangun nantinya. Intinya kami berharap pembangunan KJA offshore ini akan memberikan multiplier effect khususnya bagi pemberdayaan masyarakat,” jelas Slamet Soebjakto, di Jakarta, Senin (20/3).

Sementara, komoditas yang akan dibudidayakan di laut lepas adalah kakap putih. Pasalnya kakap putih ini memiliki pangsa pasar ekspor yang lebih luas selain kerapu.

“Kita targetkan produksi ikan kakap putih dari ketiga lokasi ini mencapai 2.415 ton atau setara dengan nilai 56,4 milyar per tahun,” tambah Slamet.

Seperti diketahui, kebutuhan benih untuk KJA offshore mencapai 3,6 juta ekor benih (1,2 juta ekor benih/unit). Untuk memenuhi kebutuhan itu KKP akan mendorong UPT Ditjen Perikanan Budidaya untuk memproduksi benih, di samping kerja sama dengan pihak swasta.

Masyarakat juga akan dilibatkan khususnya pada segmen penggelondongan benih, rencananya akan mampu memberdayakan sebanyak kurang lebih 1.450 orang.
 
Intinya, menurut Slamet, program ini akan secara langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat, dengan kata lain tetap mengedepankan pengembangan yang family based-aquaculture.

sampaikan komen anda ke


Editor: Arief Prasetyo

Share this article