Menkominfo: Transportasi Online Lebih Syariah

Menteri Komunikasi dan Infromatika Rudiantara. (GATRA/Jongki Handianto/AK9)

Jakarta, Gatracom -  Menteri Komunikasi dan Infromatika Rudiantara menyebut transportasi umum berbasis aplikasi atau online lebih 'syariah' dibandingkan transportasi konvensional. Karena dalam transportasi online terjadi akad transaksi antara penumpang dan pengemudi.


Pernyataan itu disampaikan Rudiantara dalam acara Gerakan Menuju 100 Smart City di 2017, di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Menurutnya, akad transaksi transportasi online menguntungkan penumpang karena diberikan kepastian.

"Saya katakan apilkasi transportasi online, seperti Gojek, dalam Islam itu menurut saya lebih syariah. Karena ada semacam akad, tahu siapa sopirnya dan berapa yang harus dibayar," kata Rudiantara, Rabu (15/10) pagi.

Menurut dia, penumpang transportasi umum konvensional kerap dibuat was-was dengan tarif. Rudiantara mencontohkan di beberapa daerah masih banyak pengemudi taksi yang memakai 'argo kuda'.

"Kalau konvensional boro-boro lihat pemandangan kota, yang dilihatin cuma argo, argo kuda atau bukan. Transportasi online ini akadnya sudah jelas, siapa driver-nya, bayar berapa," sambung dia.

Dari sisi layanan, transportasi umum online lebih mumpuni dibandingkan konvensional. Pengemudi maupun penumpang bisa mem-blacklist jika terjadi kecurangan atau ada pelayanan yang kurang memuaskan.

"Penumpang bisa mem-blacklist, demikian juga driver-nya dengan mengatakan jangaan diangkut penumpang dengan nama ini, alamat di sini," pungkas Rudiantara.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Share this article