Sejumlah wisatawan berada di dalam pekarangan Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh. (ANTARA/Syifa Yulinnas/FT02) Jakarta,gatra.com - Mastercard-HalalTrip merilis laporan
Bursa Efek Indonesia (GATRA/Agriana Ali/HR02) Jakarta, Gatra.com - PT Panca Budi Idaman Tbk siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menjual saham ke publik melalui penawaran umum
Ilustrasi (Antara/Eric Ireng/AK9) Jakarta, gatracom- Dewan Energi Nasional (DEN) meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan pembahasan tata kelola gas. Tak hanya berdampak bagi akses gas yang
enteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Dok Kemristekdikti‏/AK9) Jakarta, gatra.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9 Kelompok Delapan Negara Berkembang (D-8) di Istanbul Turki, Jumat (20/10).
Bursa Efek Indonesia (GATRA/Agriana Ali/HR02) Jakarta, gatracom - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang pekan ini (9 Oktober-13 Oktober) terus mengalami penguatan menuju 6.000
Ilustrasi. Jakarta, Gatracom - Kontribusi ritel modern terhadap bisnis ritel di Indonesia masih sangat kecil. Oleh karena itu, kesempatan ritel modern di Indonesia untuk berkembang jauh lebih

Indonesia Jajaki Kerja Sama E-Commerce dengan India

Kepala BKPM Thomas Lembong (ANTARA/Yudhi Mahatma/HR02)

New Delhi, GATRAnews - Indonesia tengah menjajaki peluang kerja sama di bidang ekonomi digital dan e-commerce dengan India, yang dianggap sangat prospektif. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, di New Delhi, Selasa (13/12), melihat peluang kerja sama dalam hal tersebut dengan India cukup besar.

Thomas Lembong berada di India untuk mendampingi kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negara itu. Menurutnya, baik India maupun Indonesia sedang mengalami masa perkembangan pesat ekonomi digital.

"Ada perusahaan-perusahaan digital ekonomi tumbuh di kedua negara, seperti di Indonesia ada Tokopedia, Traveloka, dan Go-Jek, di India juga banyak berkembang perusahaan seperti itu," tuturnya.

Ia mengamati peluang kerja sama tersebut semakin besar manakala diketahui banyak pelaku e-commerce Indonesia yang sudah memanfaatkan programmer dan jasa pengodean (coding) dari India. "Diam-diam banyak pelaku e-commerce kita yang memanfaatkan programmer dan jasa coding India," ucapnya, seperti dikutip Antara.

Hal itu bisa dimengerti kata dia, sebab Indonesia masih kekurangan programmer. Meski hal yang sama terjadi di India tetapi di India masih lebih bisa teratasi.

Thomas menyampaikan, kerja sama tersebut sangat prospektif untuk dikembangkan karena India sudah puluhan tahun berpengalaman mengembangkan Teknologi Informasi (TI). "Dalam pertemuan Indonesia dan India, saya lihat kerja sama ini sangat prospektif," ungkapnya.

India juga kuat dalam mengembangkan sektor jasa, yang juga dibicarakan kemungkinannya untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Hyderabad House, Senin (12/12).

PM Modi juga mengangkat isu tentang kemungkinan kerja sama pariwisata dan peluang bagi Indonesia untuk bekerja sama dalam industri film Bollywood.


Editor: Tian Arief

Share this article